5 Pelajaran Hidup dari Drakor untuk Hadapi Quarter Life Crisis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:03:01 WIB
Ilustrasi quarter life crisis yang sering dialami usia 20-an hingga awal 30-an.

Quarter life crisis sering bikin cemas soal masa depan dan insecure sama pencapaian orang lain. Drama Korea ternyata punya banyak karakter yang relatable dengan kegelisahan ini. Lima di antaranya menawarkan pelajaran hidup yang bisa kamu coba terapkan.

Fase usia 20-an akhir sampai awal 30-an memang rawan dihantam rasa bingung soal arah hidup. Drakor belakangan makin sering mengangkat cerita yang jauh dari sempurna, dan justru dari situ penonton menemukan cermin dari kegelisahannya sendiri.

1. Hwang Dong Man: Mimpi yang Tertunda Bukan Berarti Gagal

Dalam drama We Are All Trying Here, Hwang Dong Man jadi satu-satunya anggota The Eight yang belum berhasil debut sebagai sutradara film meski sudah berjuang dua puluh tahun. Teman-teman seangkatannya sudah jadi sutradara dan produser sukses, sementara ia masih terjebak di titik yang sama.

Rasa tidak berharga itu membuat Dong Man mudah tersinggung dan cenderung mendominasi percakapan demi pengakuan. Ia menutupi insecurity dengan bersikap sok tahu, padahal dalam hati hanya ingin dianggap ada. Titik baliknya datang saat bertemu Byeon Eun A, produser yang melihat sisi lain dirinya yang selama ini tidak dihargai.

2. Yeom Mi Jeong: Mengakui Rasa Kosong adalah Langkah Pertama

Yeom Mi Jeong di My Liberation Notes adalah pekerja kantoran yang hidupnya tampak biasa dari luar, tapi menyimpan kehampaan mendalam. Setiap hari ia menjalani rutinitas sama: bekerja di Seoul, lalu pulang ke pinggiran kota yang jauh, tanpa momen yang benar-benar membuatnya merasa hidup.

Mi Jeong sulit mengekspresikan perasaan, bahkan bingung mengapa hidupnya terasa kosong padahal semuanya berjalan normal. Kehampaan ini jadi bagian tak terlihat dari quarter life crisis, di mana secara kasat mata semuanya baik-baik saja. Melalui pencarian makna yang ia sebut pembebasan, Mi Jeong mengajarkan bahwa merasa hampa bukan berarti tidak bersyukur.

3. Shin Seo Ri: Karier yang Redup Bukan Akhir Segalanya

Shin Seo Ri dalam My Royal Nemesis dulunya aktris cilik yang cukup dikenal, namun kariernya meredup begitu beranjak dewasa. Ia harus puas dengan peran-peran kecil sebagai pemeran pengganti, dan merasa terjebak dalam bayang-bayang kesuksesan masa lalu.

Titik balik hidupnya datang tak terduga, ketika jiwa Seo Ri ditumpangi sosok Kang Dan Shim, selir licik dari era Joseon yang punya keberanian dan ambisi besar mengubah nasib. Perpaduan kepribadian keduanya perlahan membuat Seo Ri lebih berani mengejar kembali mimpinya sebagai aktris. Karier yang sempat redup bukan berarti kesempatan sudah benar-benar tertutup.

4. Oh Yi Young: Status Pengulang Tak Mendefinisikan Dirimu

Oh Yi Young di Resident Playbook adalah dokter residen tahun pertama yang kembali menjalani pendidikan spesialisasi dengan terpaksa demi melunasi utang. Ia sempat gagal dan mengulang di tahun-tahun sebelumnya, sehingga kerap dipandang sebelah mata oleh rekan maupun atasan di rumah sakit.

Meski begitu, Yi Young tidak membiarkan status pengulang mendefinisikan dirinya. Ia tetap berusaha menjadi dokter yang penuh empati dan bertanggung jawab terhadap pasien, bahkan ketika sedang berjuang dengan masalah finansial dan tekanan pekerjaan yang berat. Memulai sesuatu lebih lambat dari orang lain bukan alasan untuk menyerah.

5. Pelajaran yang Sama: Butuh Satu Orang yang Percaya

Dari keempat karakter ini, ada benang merah yang sama. Dong Man butuh Byeon Eun A yang melihat nilainya, Seo Ri butuh keberanian ekstra dan cara pandang baru, Yi Young butuh keteguhan untuk tidak larut dalam label orang lain.

Quarter life crisis memang tidak hilang dalam semalam. Tapi melihat bagaimana karakter-karakter ini bertahan dan perlahan menemukan jalannya sendiri bisa jadi pengingat bahwa proses setiap orang memang berbeda.

Terkini