Alex Rins Buka Suara soal Insiden Jari Tengah ke Marshal MotoGP Mandalika

Ahad, 11 Oktober 2026 | 10:23:01 WIB
Pebalap Yamaha Alex Rins terjatuh di tikungan terakhir Sirkuit Mandalika pada sesi latihan MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10).

Pebalap Yamaha Alex Rins akhirnya menjelaskan kronologi insiden mengacungkan jari tengah ke marshal MotoGP Mandalika 2026 usai terjatuh di sesi latihan. Rins mengaku sudah meminta maaf karena sadar perbuatannya bukan contoh baik bagi penggemar muda. Insiden ini memicu perdebatan soal prosedur evakuasi pebalap di dalam sirkuit.

Insiden tersebut terjadi ketika Alex Rins mengalami crash di tikungan terakhir sirkuit Mandalika pada sesi practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10). Usai terjatuh, pebalap pabrikan Yamaha itu bergegas menuju garasi dan menumpang motor marshal yang berada di luar lintasan.

Dalam wawancara yang dikutip dari Crash, Rins mengungkapkan bahwa situasi di lokasi sempat membingungkan karena beberapa marshal berebut menawarkan tumpangan. Ia lantas memilih salah satu motor yang kemudian mengantarnya hanya sampai lintasan lurus utama, sebelum akhirnya ditinggalkan di sana.

Permintaan ke Garasi yang Berujung Ketegangan

Rins mengaku meminta marshal mengantarnya langsung ke box garasi. Permintaan itu ditolak karena petugas menginstruksikannya naik mobil. Perdebatan pun terjadi di tengah situasi yang menegangkan.

"Lalu saya bilang, 'Bukan, bukan, ke box Garasi!' Dia bilang, 'Naik ke mobil'. Lalu saya bilang, 'Tidak, kamu harus membawa saya ke box.' Kemudian ada dua marshal di sana yang bilang, 'Pergi ke box saja', Tapi dia (marshal di skuter) bilang, 'Tidak, tidak'," kata Rins.

Pada momen inilah Rins mengacungkan jari tengah ke arah marshal. Ia mengakui perbuatannya dan telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Lalu di momen yang tegang itu, saya mengacungkan jari tengah kepadanya. Saya sudah minta maaf, karena itu bukan contoh yang baik," ujar Rins. "Para penggemar muda melihat kita; tidak baik melakukan itu. Tapi saat itu saya benar-benar stres."

Rins Tak Dijatuhi Hukuman Usai Bicara dengan Steward FIM

Rins sempat berbincang singkat dengan steward FIM terkait insiden tersebut. Menurutnya, para steward terkejut karena kejadian semacam ini baru pertama kali terjadi. Rins tidak dijatuhi hukuman apa pun atas perbuatannya.

"Kami ngobrol singkat. Itu cuma kesalahpahaman. Memang, ini pertama kalinya terjadi. Para steward juga terkejut. Aneh," ucap Rins.

Dugaan muncul bahwa marshal di skuter tersebut tidak bisa meninggalkan posnya untuk mengantar Rins ke paddock karena membawa alat pemadam api. Alat itu menjadi bagian dari perlengkapan wajib yang harus tetap berada di posisinya.

ITDC dan Penyelenggara Bantah Adanya Kelalaian Marshal

ITDC menegaskan bahwa marshal bertindak sesuai prosedur standar operasional yang berlaku. Chairman Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menolak anggapan bahwa penolakan marshal merupakan bentuk kelalaian.

Troy menjelaskan bahwa kendaraan yang tersedia di lokasi merupakan motor flying marshal, bukan motor moto taxi. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, sehingga tidak bisa saling menggantikan begitu saja.

Aturan MotoGP mewajibkan pebalap yang mengalami kecelakaan atau kendala teknis dievakuasi menggunakan mobil. Motor yang mesinnya mati setelah terjatuh juga tidak boleh dinyalakan kembali di pinggir lintasan.

"Jadi ada perdebatan yang terjadi di lapangan bermula dari ketatnya aturan evakuasi pebalap di dalam sirkuit," kata Troy di Mandalika, Sabtu (10/10/2026), dikutip dari detikBali.

Alasan Aturan Evakuasi Wajib Pakai Mobil

Menurut Troy, aturan evakuasi dengan mobil diterapkan demi menjaga privasi dan keamanan pebalap saat kembali ke paddock. Karena alasan itu, marshal tidak diperbolehkan mengangkut pebalap menggunakan sepeda motor.

Situasi memanas karena Rins terburu-buru dan mendesak marshal agar segera mengantarkannya ke garasi. Troy bahkan menyebut petugas sempat mendapat intimidasi untuk melanggar prosedur yang berlaku.

"Kan secara aturan, karena itu sudah berada di dalam sirkuit, SOP-nya harus dievakuasi dengan mobil, bukan dengan motor. Pembalap yang bersangkutan meminta buru-buru. Tim Marshal kami diintimidasi begitu kan agak goyang juga, tapi mereka tahu bahwa ini tidak boleh," tegas Troy.

Troy membantah insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi. Ia menilai marshal telah menjalankan tugas sesuai aturan meski berada dalam situasi penuh tekanan dari pebalap.

"Ini bukan miskomunikasi. Penjelasannya adalah Marshal menjalankan tugasnya dengan benar bahwa tidak bisa mengangkut pembalap dengan motor. Kalau dari atas kelihatan seperti ribut atau debat, yang diperdebatkan adalah aturan tersebut. Buat saya, Marshal sudah menjalankan tugasnya sesuai SOP," tegas Troy.

Terkini