Kabar Baru Tol Pekanbaru–Padang, Hutama Karya Siapkan Pengembangan Koridor Berikutnya

Jumat, 09 Oktober 2026 | 10:58:08 WIB

PEKANBARU – Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus berlanjut. Salah satu koridor yang kini disiapkan PT Hutama Karya (Persero) adalah Tol Pekanbaru–Padang, jalur strategis yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Koridor tersebut masuk dalam pengembangan jaringan berikutnya bersama ruas Jambi–Rengat.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan mengatakan, pembangunan JTTS dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan konektivitas, serta ketersediaan pendanaan.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” kata Iwan.

Tol Pekanbaru–Padang Disiapkan untuk Pengembangan Berikutnya

Hutama Karya mencatat hingga Agustus 2026 sekitar 1.160 kilometer Jalan Tol Trans Sumatra telah terbangun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Untuk tahap selanjutnya, perusahaan menyiapkan sejumlah koridor baru dan lanjutan, termasuk Pekanbaru–Padang dan Jambi–Rengat.

Pembangunan kedua koridor tersebut akan mengikuti kesiapan proyek serta skema pengusahaan yang ditetapkan.

Bagi Riau dan Sumatera Barat, Tol Pekanbaru–Padang memiliki peran penting karena akan memperkuat jalur penghubung antarkedua provinsi.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, jalan tol juga diharapkan memperlancar distribusi barang antara Riau dan Sumbar.

Sicincin–Bukittinggi Jadi Bagian Pengembangan

Dari sisi Sumatera Barat, pengembangan Tol Pekanbaru–Padang mencakup ruas yang mengarah dari Sicincin menuju Bukittinggi.

Sejumlah aspek masih menjadi perhatian sebelum pembangunan dapat dilanjutkan, mulai dari trase, kebutuhan pembebasan lahan, hingga penyesuaian rencana pembangunan.

Hutama Karya menegaskan, pengembangan koridor tidak hanya ditentukan berdasarkan aspek teknis.

Manfaat terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses ke pusat ekonomi juga menjadi pertimbangan.

Tol Pekanbaru–Padang diharapkan bisa terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi dan simpul logistik di sepanjang koridor Riau–Sumatera Barat.

Pendanaan Jadi Faktor Penting

Salah satu faktor utama yang menentukan kelanjutan pembangunan adalah kesiapan pendanaan.

Hutama Karya menyebut pembangunan JTTS dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan investasi dan kesiapan proyek.

Perusahaan juga memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan studi kelayakan, kajian risiko, serta pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Selain itu, sejumlah alternatif pembiayaan disiapkan.

Salah satunya melalui skema asset recycling, yakni pemanfaatan nilai aset jalan tol yang telah beroperasi untuk mendukung pembangunan ruas berikutnya.

Skema pembayaran berkala berbasis layanan juga menjadi salah satu opsi pembiayaan yang disiapkan.

DPR Minta Tol Berdampak pada Ekonomi Daerah

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra juga mendapat perhatian Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

BAKN sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru pada Jumat (2/10/2026) untuk menelaah tata kelola dan efektivitas pembangunan JTTS.

Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mengatakan, efektivitas pembangunan jalan tol perlu diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menambahkan, pembangunan tol harus terhubung dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Kapan Tol Pekanbaru–Padang Dilanjutkan?

Hutama Karya belum menyampaikan jadwal pasti dimulainya pembangunan lanjutan seluruh koridor Pekanbaru–Padang.

Tahap berikutnya masih bergantung pada kesiapan proyek, pembebasan lahan, penataan trase, skema pengusahaan serta pendanaan.

Namun, masuknya Pekanbaru–Padang dalam jaringan yang sedang disiapkan menunjukkan koridor tersebut tetap menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra.

Jika tersambung penuh, Tol Pekanbaru–Padang diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan antara Riau dan Sumatera Barat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan tengah Pulau Sumatra. (*)

Terkini