Tikus Sering Masuk Rumah? Cek 5 Hal Ini, Dapur hingga Halaman Bisa Jadi Penyebab

Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08:22 WIB
Tikus dapat masuk ke rumah untuk mencari makanan, air dan tempat berlindung. Menutup celah dan menghilangkan sumber makanan menjadi bagian penting pencegahannya. (Foto: Pexels/Alexas Fotos)

SELARASRIAU.COM – Tikus yang tiba-tiba muncul di dapur, plafon atau belakang lemari bukan selalu berarti rumah jarang dibersihkan.

Hewan pengerat ini pada dasarnya mencari tiga kebutuhan utama, yakni makanan, air dan tempat berlindung. Ketika ketiganya mudah ditemukan, ditambah ada celah untuk masuk, rumah menjadi lebih menarik bagi tikus.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA menjelaskan, salah satu prinsip utama mencegah gangguan tikus adalah menghilangkan sumber makanan, air dan tempat bersarang sekaligus menutup akses menuju rumah. Tikus dapat merusak barang dan persediaan makanan serta berpotensi mencemari lingkungan rumah. (epa.gov)

Hal serupa disampaikan sejumlah pakar pengendalian hama yang diwawancarai Real Simple pada September 2026.

Mereka menyebut rumah yang memiliki akses masuk mudah, ruang persembunyian, makanan terbuka, sumber air dan halaman berantakan lebih berisiko menarik tikus. (realsimple.com)

Lantas, rumah seperti apa yang lebih mudah didatangi tikus?

Berikut lima kondisi yang perlu diperhatikan.

1. Banyak Celah dan Akses Masuk yang Terbuka

Tikus tidak selalu membutuhkan lubang besar untuk masuk ke dalam rumah.

Garrett Thrasher, pakar pengendalian hama sekaligus co-owner Thrasher Termite & Pest Control, mengatakan kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama yang membuat tikus masuk ke rumah.

Menurutnya, tikus cenderung memanfaatkan jalur termudah seperti celah pada pintu, ventilasi, pintu garasi dan bagian di sekitar pipa, dikutip dari Real Simple. (realsimple.com)

Ukuran celah yang dibutuhkan pun bisa sangat kecil.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menyebut tikus kecil dapat melewati lubang berdiameter sekitar 6 milimeter atau kira-kira selebar pensil. (cdc.gov)

Karena itu, jangan hanya memeriksa pintu utama.

Perhatikan pula area:
bawah dan belakang kabinet dapur,
sekitar pipa wastafel,
lubang instalasi kabel,
ventilasi,
belakang peralatan rumah tangga,
sekitar pintu dan jendela,
pertemuan lantai dan dinding,
plafon dan area atap.

Jika ditemukan celah, tutup dengan material yang sesuai dengan ukuran dan posisi lubang.

CDC merekomendasikan material yang lebih tahan terhadap gigitan untuk menutup akses tikus. Untuk lubang kecil, misalnya, material logam dapat dikombinasikan dengan bahan penutup celah yang sesuai.

Memastikan pintu menutup rapat juga penting, terutama pintu belakang, dapur, gudang dan garasi.

2. Banyak Tempat Gelap dan Tersembunyi

Setelah berhasil masuk, tikus membutuhkan tempat yang relatif aman untuk bersembunyi.

Daniel Baldwin, ahli entomologi bersertifikat dari Hawx Pest Control, mengatakan tikus menyukai tempat gelap yang memungkinkan mereka tetap tersembunyi, mendapatkan makanan dan menjaga kehangatan.

Bagian belakang kabinet dapur, rongga dinding, saluran tertentu hingga area yang jarang dibuka dapat menjadi lokasi yang menarik bagi tikus, dikutip dari Real Simple. (realsimple.com)

Itulah sebabnya penghuni rumah terkadang tidak pernah melihat tikus secara langsung meskipun hewan tersebut sudah berada di dalam rumah.

EPA menyebut beberapa tanda keberadaan tikus antara lain kotoran di sekitar kemasan makanan, laci, kabinet atau bawah wastafel, bekas gigitan pada kemasan, material sarang seperti kertas yang tercabik serta bau dari area tersembunyi. (epa.gov)

Periksa secara berkala area yang jarang dijangkau.

Tumpukan kardus, kertas dan barang lama juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat memberikan lebih banyak tempat bersembunyi.

3. Makanan Sering Terbuka atau Berserakan

Dapur menjadi salah satu lokasi yang paling perlu diperhatikan ketika rumah sering didatangi tikus.

Tidak harus ada makanan dalam jumlah besar.

Remah roti di bawah meja, beras atau sereal yang tercecer, makanan hewan peliharaan hingga sampah dapur bisa menjadi sumber makanan.

"Tikus tidak pilih-pilih soal makanan," kata Baldwin, dikutip dari Real Simple.

Ia menjelaskan tikus dapat memanfaatkan makanan yang tidak tertutup, remah sisa maupun berbagai sumber makanan lain yang bisa mereka temukan. (realsimple.com)

CDC juga merekomendasikan makanan disimpan dalam wadah plastik tebal, logam atau kaca dengan tutup yang rapat.

Makanan yang tumpah sebaiknya segera dibersihkan, begitu pula piring dan peralatan memasak setelah digunakan. (cdc.gov)

Perhatikan pula makanan hewan peliharaan.

Jika sedang menghadapi masalah tikus, jangan membiarkan makanan dan air hewan terbuka sepanjang malam.

Tempat sampah dapur juga sebaiknya memiliki penutup rapat dan dikosongkan secara rutin.

Jadi, rumah yang bersih secara kasat mata belum tentu bebas sumber makanan bagi tikus.

Coba periksa bagian bawah kulkas, kompor, meja makan dan sudut kabinet karena remah makanan sering terkumpul di area yang jarang terlihat.

4. Ada Kebocoran atau Genangan Air

Tikus bukan hanya datang karena makanan. Mereka juga membutuhkan air.

Menurut Baldwin, kebocoran pipa, kondensasi di bawah wastafel dan sumber air yang dibiarkan tersedia dapat membuat rumah lebih menarik bagi tikus, dikutip dari Real Simple. (realsimple.com)

Di luar rumah, air yang menggenang akibat talang tersumbat atau wadah yang terus berisi air juga dapat menjadi sumber air.

EPA turut menyarankan pemilik rumah memperbaiki pipa bocor dan menghilangkan sumber air yang tidak diperlukan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu. (epa.gov)

Karena itu, jika area bawah wastafel selalu basah, jangan hanya mengeringkan lantainya.

Cari penyebabnya.

Periksa sambungan pipa, keran, saluran pembuangan dan bagian lain yang mungkin mengalami kebocoran.

Selain membantu mencegah tikus, memperbaiki area lembap juga dapat mengurangi masalah lain seperti bau apek dan kerusakan pada kabinet.

5. Halaman dan Area Luar Rumah Berantakan

Pencegahan tikus tidak cukup hanya dilakukan di dalam rumah.

Halaman juga perlu diperhatikan.

Rumput tinggi, semak yang sangat rapat, tumpukan kayu, kardus, barang bekas serta sampah di sekitar bangunan dapat menyediakan tempat bagi tikus untuk bersembunyi.

Baldwin menjelaskan kepada Real Simple bahwa tumpukan barang di sekitar garasi, gudang maupun area lain dapat menjadi tempat berlindung dan bersarang. Semak atau rumput yang tumbuh rapat dekat bangunan juga membantu tikus mendekati rumah tanpa terlalu terekspos. (realsimple.com)

CDC juga merekomendasikan membersihkan sampah dan semak di sekitar rumah serta menjaga rumput dan tanaman tetap terawat. (cdc.gov)

Jika memiliki gudang, jangan menumpuk kardus langsung di lantai selama bertahun-tahun.

Periksa pula area belakang rumah yang jarang digunakan.

Semakin banyak tempat aman di sekitar bangunan, semakin mudah tikus bertahan dekat dengan rumah dan mencari celah untuk masuk.

Tanda Tikus Sudah Masuk ke Rumah

Tidak selalu perlu menunggu melihat tikus berlari di depan mata.

EPA menyebut ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan keberadaan tikus, di antaranya:

kotoran tikus di laci, kabinet atau sekitar makanan,

kemasan makanan yang tergigit,

kertas atau kain tercabik yang digunakan sebagai bahan sarang,

lubang atau bekas gigitan pada dinding dan lantai,

bau tidak biasa dari tempat tersembunyi. (epa.gov)

Suara bergerak atau menggaruk dari plafon dan balik dinding, terutama ketika rumah mulai sepi, juga patut diperiksa.

Jika tanda-tanda tersebut terus muncul meskipun akses dan sumber makanan sudah dikendalikan, pertimbangkan meminta bantuan pengendali hama profesional.

Jangan Langsung Menyapu Kotoran Tikus

Jika menemukan kotoran tikus di kabinet atau lantai, jangan langsung membersihkannya menggunakan sapu atau penyedot debu dalam keadaan kering.

CDC mengingatkan bahwa kotoran, urine maupun bahan sarang tikus sebaiknya dibersihkan dengan prosedur yang mengurangi risiko partikel terkontaminasi beterbangan di udara. (cdc.gov)

CDC merekomendasikan menggunakan sarung tangan karet atau plastik, membasahi area dengan disinfektan yang sesuai, membiarkannya bekerja sesuai petunjuk, kemudian membersihkannya menggunakan tisu atau bahan sekali pakai.

Setelah itu, permukaan perlu dibersihkan dan didisinfeksi.

Jadi, prinsipnya bukan menyapu kotoran dalam keadaan kering.

Jika infestasi sudah berat atau tikus ditemukan di area yang sulit dijangkau, penanganan profesional lebih aman dipertimbangkan.

Cara Membuat Rumah Tidak Menarik bagi Tikus

Tidak ada satu langkah yang sepenuhnya menjamin tikus tidak pernah masuk.

Namun risiko dapat dikurangi dengan menghilangkan kebutuhan utama yang mereka cari.

Mulailah dari empat hal:
tutup akses,
simpan makanan,
hilangkan sumber air,
dan kurangi tempat persembunyian.

Periksa rumah secara berkala karena celah baru dapat muncul pada pipa, pintu, atap maupun bagian bangunan lainnya.

Jangan pula hanya mengandalkan pengusir beraroma tertentu tanpa memperbaiki sumber masalah.

Selama tikus masih memiliki makanan, air, tempat berlindung dan jalur masuk, rumah tetap berpotensi didatangi.

Kesimpulan

Rumah yang sering didatangi tikus tidak selalu identik dengan rumah kotor.

Masalah dapat bermula dari celah kecil pada pintu atau pipa, makanan yang mudah dijangkau, area tersembunyi yang jarang diperiksa, kebocoran air hingga halaman yang penuh tempat berlindung.

Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan dari dalam dan luar rumah.

Tutup celah, simpan makanan dalam wadah rapat, segera bersihkan tumpahan, perbaiki kebocoran dan rapikan halaman.

Dengan menghilangkan makanan, air, tempat bersarang dan jalur masuk, rumah menjadi jauh kurang menarik bagi tikus. (*)

Terkini