Museum Kesaktian Pancasila Dibuka 2 Oktober 2026 Usai Revitalisasi Diorama

Selasa, 29 September 2026 | 13:41:01 WIB
Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, selesai direvitalisasi dan dijadwalkan diresmikan pada 1 Oktober 2026.

Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, bersiap menyambut pengunjung dengan wajah baru setelah revitalisasi menyeluruh. Peresmian dijadwalkan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dan area museum mulai bisa dikunjungi sehari setelahnya. Perubahan nama dari Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila menjadi salah satu penanda baru kawasan wisata sejarah ini.

Gedung yang mulai beroperasi pada 1992 itu kini menyelesaikan tahap akhir revitalisasi. Perombakan menyentuh hampir seluruh elemen pameran, terutama tata cahaya dan penyajian diorama.

Kasubsi Koleksi Monumen Pancasila Sakti, Mayor Marinir Masnen, menyebut peresmian menyatu dengan agenda upacara di area monumen. "Museum Kesaktian Pancasila ini kan rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 1 Oktober 2026," kata Masnen kepada detikTravel, Kamis (24/9/2026).

Alasan di Balik Perubahan Nama

Sebelum revitalisasi, bangunan ini dikenal sebagai Museum Pengkhianatan PKI. Kementerian Kebudayaan kemudian merencanakan pergantian nama seiring perombakan yang berjalan.

"Sebelumnya museum ini bukan bernama Museum Kesaktian Pancasila. Awalnya adalah Museum Pengkhianatan PKI. Setelah ada revitalisasi dari Kementerian Kebudayaan maka museum itu direncanakan akan diganti namanya menjadi Museum Kesaktian Pancasila," ujar Masnen.

Menurutnya, nama baru dipilih agar alur kunjungan antara monumen dan museum terasa nyambung. "Diganti karena biar alurnya itu melekat dengan Kesaktian Pancasila. Karena kalau Pengkhianatan PKI, alurnya tidak nyambung antara monumen dan museumnya," tambah dia.

34 Diorama, dari 1945 hingga 1974

Koleksi utama museum berupa 34 diorama yang mengisahkan pemberontakan dan penumpasan PKI di berbagai daerah. Rentang ceritanya membentang dari 1945 sampai 1974.

Diorama terakhir mengangkat kisah terbunuhnya S.A. Sofyan yang memberontak di wilayah Kalimantan Utara. Seluruh rangkaian ini dirancang menjadi satu alur wisata sejarah yang utuh bagi pengunjung.

Tampilan Diorama Berubah Nyaris 100 Persen

Masnen menjelaskan, konsep baru museum mengadopsi gaya museum di luar negeri. Ruangan dibuat gelap total, hanya diorama, fragmen, dan elemen multimedia yang menyala.

"Untuk tampilan diorama memang berubah hampir 100%. Yang awalnya diorama-diorama itu menonjolkan diorama namun sekelilingnya masih umum. Nah sekarang ini dengan direvitalisasi, bentuknya mengadopsi museum yang ada di luar negeri," kata dia.

Tidak semua diorama memakai multimedia. Sebagian hanya mengandalkan narasi, dan penempatannya diselang-seling agar pengalaman berkunjung lebih bervariasi.

Lokasi dan Akses Menuju Museum

Museum Kesaktian Pancasila berada dalam satu kawasan dengan Monumen Pancasila Sakti di Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Lokasinya bisa dijangkau dari pusat kota melalui Jalan Raya Pondok Gede.

Traveler bisa masuk ke area museum mulai 2 Oktober 2026, sehari setelah peresmian. Informasi tarif tiket dan jam operasional terbaru dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pengelola monumen.

Tips Berkunjung

  • Datang setelah 2 Oktober 2026 agar bisa masuk area museum yang baru direvitalisasi.
  • Siapkan waktu lebih untuk menyusuri 34 diorama karena alurnya berurutan dari 1945 hingga 1974.
  • Perhatikan etika di kawasan monumen, terutama saat ada rangkaian upacara kenegaraan.
  • Cek jadwal dan ketentuan kunjungan sebelum berangkat, mengingat area ini juga dipakai untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Masnen berharap revitalisasi membuat museum lebih menarik bagi pengunjung. "Adanya revitalisasi ini diharapkan lebih menarik terhadap pengunjung. Kemudian, lebih mengena dalam memberikan penyampaian sejarah tentang PKI ini, baik lewat narasi maupun lewat multimedia," katanya.

Untuk wisata sejarah satu hari di Jakarta Timur, kawasan Monumen Pancasila Sakti dan museumnya bisa jadi pilihan yang padat informasi. Alokasikan sekitar dua jam untuk menuntaskan seluruh alur diorama tanpa terburu-buru.

Terkini