Siloam Rampungkan Akuisisi 5 RS dari First REIT Senilai Rp 3,47 Triliun

Jumat, 25 September 2026 | 09:42:01 WIB
Siloam International Hospitals merampungkan akuisisi 100% saham lima perusahaan pemilik properti rumah sakit dari First REIT senilai Rp 3,47 triliun.

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menuntaskan pengambilalihan 100% saham di lima perusahaan pemilik properti rumah sakit dari entitas anak First REIT dengan nilai transaksi Rp 3.470.449.534.800. Penyelesaian ini menjadi bagian awal dari rencana Siloam mengakuisisi saham 14 perusahaan yang menaungi properti rumah sakit milik First REIT. Lima rumah sakit yang berpindah tangan mencakup Siloam Sriwijaya di Palembang hingga Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta.

Manajemen Siloam menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa transaksi ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Sale and Purchase Agreement yang diteken pada 1 April 2026. Akuisisi dijalankan melalui entitas anak perseroan, PT Megapratama Karya Bersama (MKB).

Lima perusahaan yang sahamnya telah diambil alih seluruhnya adalah PT Sriwijaya Megah Abadi (PT SMA), PT Eka Dasa Parinama (PT EDP), PT Dasa Graha Jaya (PT DGJ), PT Sentra Dinamika Perkasa (PT SDP), dan PT Graha Indah Pratama (PT GIP).

Lima Rumah Sakit yang Resmi Masuk ke Siloam

Dari kelima perusahaan sasaran tersebut, properti rumah sakit yang menyertai transaksi tersebar di sejumlah kota besar.

  • Siloam Sriwijaya (Palembang)
  • Siloam Hospitals Purwakarta
  • Siloam Hospitals Bali
  • Siloam Hospitals Lippo Village
  • Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Dengan rampungnya tahap ini, Siloam mencatatkan penyelesaian sebagian dari transaksi tahap pertama yang mencakup total 8 perusahaan sasaran. Artinya, masih ada tiga perusahaan sasaran lain di tahap pertama yang belum diumumkan penyelesaiannya.

Skema Dua Tahap dan Opsi Jual ke Pemegang Opsi

Rencana induk Siloam adalah mengakuisisi saham pada 14 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit dari entitas-entitas anak First REIT. Transaksi dirancang berjalan dalam dua tahap.

Tahap pertama mencakup pengambilalihan 8 perusahaan sasaran. Tahap kedua mencakup 6 perusahaan sasaran, yang pelaksanaannya bergantung pada apakah opsi jual yang diberikan perseroan dieksekusi oleh pemegang opsi terkait.

Struktur opsi jual ini memberi pemegang opsi hak untuk menjual sahamnya kepada Siloam pada periode dan harga yang disepakati. Selama opsi belum dieksekusi, keenam perusahaan sasaran di tahap kedua belum berpindah kepemilikan.

Arti Transaksi bagi Pemegang Saham SILO

Nilai Rp 3,47 triliun menjadikan akuisisi ini salah satu aksi korporasi terbesar Siloam dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar SILO di BEI berada di kisaran puluhan triliun rupiah, sehingga transaksi ini material terhadap struktur aset perseroan.

Bagi investor, langkah konsolidasi properti rumah sakit ini berpotensi mengubah komposisi biaya sewa yang selama ini dibayarkan Siloam ke pihak pemilik properti. Ketika properti beralih ke tangan sendiri, beban sewa berubah menjadi beban penyusutan aset tetap, yang umumnya memberi ruang lebih besar bagi perbaikan margin operasional dalam jangka panjang.

Namun, transaksi sebesar ini juga menambah beban pendanaan. Sumber dana akuisisi, apakah kas internal, pinjaman bank, atau kombinasi keduanya, belum dirinci dalam keterbukaan informasi tersebut. Investor perlu mencermati laporan keuangan kuartal berikutnya untuk melihat dampaknya terhadap rasio utang dan arus kas perseroan.

Konteks Industri: Konsolidasi Properti Kesehatan

Langkah Siloam mencerminkan pola yang lebih luas di sektor kesehatan Indonesia, di mana operator rumah sakit besar berupaya menguasai aset properti agar tidak lagi bergantung pada pemilik eksternal. Skema sale and leaseback yang lazim dipakai untuk melepas properti ke REIT, seperti yang dilakukan First REIT, kini mulai dibalik oleh operator yang ingin menguasai kembali asetnya.

Bagi First REIT, pelepasan lima rumah sakit ini berarti pengurangan portofolio aset di Indonesia. Dana hasil penjualan berpotensi dialihkan ke aset lain di pasar yang berbeda, sejalan dengan strategi diversifikasi yang biasa dijalankan dana investasi properti.

Yang perlu dicermati pasar berikutnya adalah penyelesaian tiga perusahaan sasaran tersisa di tahap pertama, serta kepastian eksekusi opsi jual untuk enam perusahaan di tahap kedua. Dua hal itu menentukan apakah nilai transaksi akhir Siloam tetap di kisaran Rp 3,47 triliun atau bertambah signifikan.

Terkini