BRK Syariah Percepat Digitalisasi Keuangan 22 Puskesmas di Inhil

Jumat, 18 September 2026 | 10:38:24 WIB

TEMBILAHAN — Digitalisasi tata kelola keuangan fasilitas kesehatan terus didorong Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah). Salah satunya melalui integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan aplikasi E-BLUD BRK Syariah untuk 22 Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Langkah tersebut memasuki tahap Test Operasional (TO) Integrasi SIPD E-BLUD Modul One to Many yang digelar di Hotel Harmona Inn Tembilahan, Kamis (17/9/2026). Integrasi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengelolaan keuangan BLUD sektor kesehatan yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Inhil H. Afrizal yang mewakili Bupati Inhil, Branch Manager BRK Syariah Cabang Tembilahan Agussalim, perwakilan Dinas Kesehatan, RSUD se-Kabupaten Inhil, serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Asisten I Setda Inhil, H. Afrizal, mengapresiasi sinergi Pemkab Inhil dan BRK Syariah dalam menghadirkan inovasi digital bagi pengelolaan keuangan Puskesmas.

“Dengan adanya Modul One to Many ini, pengelolaan keuangan 22 Puskesmas se-Inhil akan lebih transparan, akuntabel, dan real time. Tidak ada lagi keterlambatan laporan dan proses manual yang memakan waktu. Ini adalah wujud komitmen kita untuk pelayanan kesehatan yang prima,” ujar Afrizal.

Branch Manager BRK Syariah Cabang Tembilahan, Agussalim, mengatakan Modul One to Many merupakan inovasi BRK Syariah untuk menyederhanakan transaksi dan administrasi keuangan BLUD. Melalui satu rekening induk, Puskesmas dapat melakukan pembayaran maupun penagihan ke banyak tujuan secara otomatis dan terintegrasi dengan SIPD.

“Proses rekonsiliasi menjadi lebih cepat dan aman. Ini mendukung tata kelola keuangan yang baik, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien,” kata Agussalim.

Menurut dia, pengembangan layanan digital tersebut sejalan dengan komitmen BRK Syariah sebagai bank daerah untuk terus menghadirkan solusi layanan keuangan syariah berbasis teknologi sekaligus mendukung transformasi digital pemerintah daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

TO kemudian dilanjutkan dengan simulasi langsung oleh tim IT BRK Syariah bersama tim SIPD, mulai dari proses penagihan, pembayaran hingga pelaporan. Simulasi tersebut diikuti seluruh Kepala Puskesmas untuk memastikan sistem siap digunakan dalam operasional.

Dengan pelaksanaan TO ini, implementasi penuh E-BLUD terintegrasi ditargetkan dapat dilakukan pada awal Oktober 2026. Integrasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat proses administrasi dan transaksi keuangan Puskesmas, tetapi juga mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin cepat, tertib, dan terdigitalisasi. (Rls/man)

Terkini