Di Depan Warga, Mentan Amran Tiba-tiba Tanya Harga Sawit Riau: Benar Rp3.200?

Kamis, 17 September 2026 | 19:12:56 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengenakan tanjak dan swa foto bersama warga saat kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (17/9/2026). (selarasriau/Fadhil))

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU - Ada momen menarik saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (17/9/2026).

Di sela agenda penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat di Kantor Camat Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Amran tiba-tiba menyinggung harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Riau.

Di hadapan ratusan warga yang hadir, Amran langsung menanyakan harga sawit terbaru kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi.

"Berapa harga sawit sekarang?" tanya Amran.

Supriadi kemudian menjawab bahwa harga TBS sawit di Riau saat ini berada di kisaran Rp3.200 per kilogram.

Mendengar jawaban tersebut, Amran kembali memastikan angka yang disampaikan benar.

"Benar ya, Rp3.200? Jangan sampai nanti ada yang melapor di media sosial, harganya di bawah Rp3.000. Tidak boleh ya," kata Amran.

Amran menegaskan harga TBS sawit yang diterima petani tidak boleh jatuh di bawah Rp3.000 per kilogram.

Ia bahkan meminta masyarakat melapor jika menemukan petani yang menerima harga di bawah batas tersebut.

"Kalau ada yang menjual di bawah Rp3.000, laporkan ke saya. Saya akan turunkan tim Satgas ke lokasi. Jadi tidak boleh rakyat, petani sawit mendapatkan harga yang rendah," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Amran langsung di hadapan masyarakat Pekanbaru serta jajaran pemerintah daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Riau ikut mengawal harga sawit di lapangan agar petani tetap mendapatkan harga yang layak.

"Tolong Pak Gubernur, ini diperhatikan. Harga TBS tidak boleh di bawah Rp3.000. Biarkan rakyat menikmati hasilnya," ujarnya.

Menurut Amran, menjaga harga komoditas pertanian merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Apalagi sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang perekonomian nasional dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

"Karena ini untuk mengangkat kesejahteraan petani kita. Sektor pertanian ini menjadi tulang punggung, makanya terus kita dorong dengan berbagai bantuan," katanya.

Amran memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga sawit, termasuk harga yang diterima petani di tingkat lapangan.

Ia menegaskan jangan sampai petani justru mendapatkan harga rendah dari hasil kebun yang telah mereka usahakan.

"Ini kami pantau terus. Harga sawit tidak boleh di bawah Rp3.000. Kita tidak boleh menzalimi petani. Ini arahan Pak Presiden, karena petani adalah tulang punggung ekonomi negara," ujarnya.

Amran mengatakan Indonesia merupakan negara agraris dengan jumlah masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan sangat besar.

"Kita negara agraris. Petani dan peternak kita ada 160 juta orang, ini harus kita jaga," katanya.

Kunjungan kerja Mentan Andi Amran Sulaiman ke Pekanbaru tersebut sebelumnya dipusatkan pada penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat.

Namun, pembicaraan mengenai harga sawit menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian karena Amran secara langsung mengecek harga TBS Riau dan memberi peringatan agar harga di tingkat petani tidak jatuh di bawah Rp3.000 per kilogram.*/ (Dil)

Terkini