Samsung & SK Hynix Buka Jalur Kuliah Langsung Kerja bagi Mahasiswa Korea

Kamis, 17 September 2026 | 11:23:31 WIB
Mahasiswa Universitas Sogang menempuh program sarjana hasil kemitraan dengan SK Hynix.

Samsung Electronics dan SK Hynix memperluas program "departemen kontrak" di sejumlah universitas Korea Selatan, memberi mahasiswa jaminan kerja dan beasiswa penuh sejak tahun pertama. Peminat program ini melonjak pada tahun ajaran 2026, dengan persaingan mencapai 13,44 pendaftar per kursi di jalur Samsung. Model kemitraan kampus-industri ini menjadi jawaban atas kelangkaan talenta AI dan semikonduktor di Negeri Ginseng.

Perusahaan teknologi papan atas Korea Selatan masih menempatkan gelar akademis sebagai pintu utama masuk industri. Samsung Electronics dan SK Hynix kini ikut merancang program studi universitas yang mempercepat jalan masuk ke sektor AI, bahkan beberapa di antaranya menawarkan jaminan pekerjaan setelah lulus.

Skema ini masuk dalam kategori yang di sistem universitas Korea Selatan dikenal sebagai "departemen kontrak". Perusahaan membantu mengembangkan kurikulum, menyuntik dana, dan membuka jalur rekrutmen khusus bagi mahasiswa yang menempuh program tersebut.

Bagaimana Program Ini Bekerja

Jung Chae-rin, mahasiswa tahun kedua Departemen Teknik Semikonduktor Sistem Universitas Sogang, menempuh program sarjana empat tahun hasil kemitraan dengan SK Hynix. Setelah lulus, ia dijamin bekerja di perusahaan chip memori itu.

Di Universitas Sungkyunkwan (SKKU), mahasiswa tahun ketiga Kim Tae-rin menempuh Departemen Software Cerdas, program terpadu sarjana-magister lima tahun di bidang software AI yang dirancang bersama Samsung Electronics. Jalur ini memperbesar peluang kerja, meski Kim tetap harus melewati proses rekrutmen Samsung yang terpisah.

Kampus Mana Saja yang Bermitra

SK Hynix menggandeng sejumlah universitas, termasuk Korea University dan Hanyang University. Samsung Electronics berkolaborasi dengan Yonsei University, Korea Advanced Institute for Science and Technology (KAIST), serta Ulsan Institute of Science and Technology (UNIST).

Baik Kim maupun Jung menyebut program ini memberi dukungan finansial dan kepastian kerja yang lebih besar. Bagi perusahaan, skema tersebut berhasil menciptakan jalur pasokan pekerja terampil yang siap pakai.

Persaingan Makin Ketat

Momentum ledakan AI membuat program ini kian diburu. Samsung dan SK Hynix dikenal menawarkan paket gaji dan bonus besar, sehingga kursi di departemen kontrak menjadi rebutan.

"Saya benar-benar merasakannya ketika melihat nilai mahasiswa yang masuk cenderung makin lama makin tinggi," kata Kim.

Data Jongro Academy mencatat pendaftaran ke departemen kontrak Samsung Electronics naik 6,5% pada tahun ajaran 2026. Untuk departemen kontrak terkait SK Hynix, pendaftaran melonjak 12,7%.

Angka persaingannya pun tinggi: 13,44 pendaftar memperebutkan setiap kursi di program kontrak Samsung Electronics, sementara jalur SK Hynix diikuti 9,14 pendaftar per kursi.

Beasiswa dan Kewajiban yang Mengikat

Di Universitas Sogang, setiap mahasiswa yang diterima otomatis mendapat beasiswa SK Hynix. Penerima beasiswa yang memenuhi syarat akademis juga dijamin mendapat pekerjaan.

Jung menerima tunjangan insentif belajar sekitar 300.000 won per bulan, dengan biaya kuliah ditanggung penuh. Beasiswa tambahan tersedia berdasarkan perolehan nilai tinggi dan penghargaan proyek.

Namun ada syarat ketat. Mahasiswa harus menjaga IPK di angka 2,3 untuk mempertahankan beasiswa, dan IPK 2,7 untuk bisa bekerja di SK Hynix. Mahasiswa yang putus kuliah dari program ini wajib mengembalikan dana yang telah diterima.

Jalur Samsung sedikit berbeda. Biaya kuliah ditanggung tiga tahun pertama dengan syarat nilai minimum tertentu. Mulai paruh kedua tahun ketiga, mahasiswa dapat memasuki proses rekrutmen Samsung yang terpisah.

Terkini