Enam laptop entry level ini jadi pilihan realistis buat kerja harian tanpa menguras kantong, dengan banderol mulai sekitar Rp6,4 juta. Semuanya dirancang untuk tugas dasar seperti mengetik dokumen, browsing, rapat online, hingga menjalankan aplikasi perkantoran. Tapi jangan berharap lebih: RAM 4 GB masih jadi jebakan yang perlu diwaspadai sebelum membeli.
Mencari laptop untuk kerja sehari-hari tidak selalu harus mahal. Ada sejumlah model entry level yang menawarkan fungsi dasar dengan harga ekonomis, cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau pekerja yang butuh perangkat ringan untuk presentasi, Office, dan browsing.
Yang perlu dipahami, laptop murah bukan perangkat untuk pekerjaan berat seperti pengeditan video profesional. Spesifikasinya disesuaikan untuk kebutuhan ringan hingga menengah, dengan prosesor entry level atau menengah serta RAM 4 GB sampai 16 GB.
1. Varian AMD Ryzen 3 7320U: Sekitar Rp6,4 Jutaan
Salah satu opsi termurah di daftar ini menggunakan AMD Ryzen 3 7320U dan dibanderol sekitar Rp6,4 jutaan. Ukuran layarnya 14 inci, membuatnya relatif praktis untuk mobilitas kerja.
Konfigurasi ini masuk kategori paling terjangkau, jadi wajar jika kemampuan multitasking-nya terbatas. Untuk mengetik dan browsing ringan, spesifikasinya masih memadai.
2. Laptop 14 Inci Intel Core i3-N355: RAM 8 GB, SSD 256 GB
Model 14 inci ini ditujukan untuk pekerjaan sehari-hari seperti aplikasi perkantoran, browsing, dan rapat online. Varian terbaru yang terpantau menggunakan Intel Core i3-N355, RAM 8 GB, dan SSD 256 GB.
Kombinasi RAM 8 GB dan SSD 256 GB jadi titik manis untuk kerja kantor ringan. Kapasitas penyimpanan 256 GB mungkin terasa sempit jika banyak menyimpan file besar, tapi cukup untuk dokumen dan aplikasi kerja standar.
3. Opsi Intel Core i3-1315U: Cocok untuk Meeting Online
Laptop ini pas untuk mengetik, mengolah spreadsheet, browsing, dan meeting online. Salah satu konfigurasinya memakai Intel Core i3-1315U, RAM 8 GB, serta SSD 256 GB.
Prosesor generasi lebih baru ini memberi sedikit ruang lebih untuk multitasking dibanding varian entry level murni. Tetap saja, jangan harap mulus menjalankan puluhan tab browser sekaligus.
4. Seri dengan Banyak Konfigurasi: Fleksibel Sesuai Budget
Ada seri yang menawarkan banyak pilihan konfigurasi. Untuk pekerjaan dengan multitasking lebih banyak, tersedia varian dengan RAM dan penyimpanan yang lebih besar.
Fleksibilitas ini menguntungkan pembeli yang ingin menyesuaikan spesifikasi dengan anggaran. Semakin besar RAM dan SSD, semakin nyaman dipakai kerja berat sehari-hari.
5. Konfigurasi Intel Core i5-1235U: RAM 16 GB, SSD 512 GB
Salah satu konfigurasi yang dibahas pada 2026 menggunakan Intel Core i5-1235U, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB. Spesifikasi tersebut dapat menunjang pekerjaan kantor dan multitasking.
Ini pilihan paling "aman" di daftar untuk jangka panjang. RAM 16 GB dan SSD 512 GB memberi ruang lega untuk aplikasi berat sekaligus banyak file.
6. Varian Ekonomis RAM 4 GB: Hati-Hati Sebelum Beli
Ada juga opsi yang tersedia dalam berbagai konfigurasi dan bisa jadi pilihan ekonomis untuk pekerjaan dasar. Namun, konfigurasi dengan RAM 4 GB lebih cocok untuk tugas ringan dibandingkan multitasking berat.
RAM 4 GB sering jadi sumber kekecewaan pembeli laptop murah. Sistem operasi modern saja sudah memakan sebagian besar memori, menyisakan sedikit ruang untuk aplikasi kerja.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Sebelum memutuskan, perhatikan RAM, kapasitas SSD, jenis prosesor, resolusi layar, bobot, serta daya tahan baterai. Untuk pemakaian kerja yang lebih nyaman, konfigurasi RAM 8-16 GB dan SSD 512 GB layak diprioritaskan jika sesuai anggaran.
Daya tahan baterai juga kerap jadi titik lemah laptop murah. Model entry level biasanya mengorbankan kapasitas baterai demi menekan harga, jadi pertimbangkan mobilitas harian Anda.
Kesimpulan: Siapa yang Cocok Beli Laptop Murah Ini?
Laptop murah adalah solusi komputasi terjangkau yang pas untuk kerja sehari-hari, belajar, dan produktivitas ringan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Cocok untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja dengan kebutuhan dasar.
Sebaliknya, jika pekerjaan Anda menuntut rendering video, desain grafis berat, atau multitasking ekstrem, kelas ini bukan pilihan tepat. Naikkan anggaran ke laptop kelas menengah agar tidak menyesal di kemudian hari.