Paragraf pembuka: Angka Rp 17 triliun itu bukan kerugian biasa. Telkom menyebutnya sebagai konsekuensi dari transformasi besar-besaran yang tengah dijalankan — penyederhanaan struktur usaha dari 68 entitas menjadi hanya 19 entitas. Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai langkah ini akan membuat kinerja TLKM lebih sehat dalam jangka panjang.
Anak Usaha Mana Saja yang Kena Streamlining
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa proses streamlining akan menyasar sejumlah anak usaha, terutama yang berada di bawah segmen Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT).
Beberapa anak usaha yang akan terdampak antara lain PT PINS Indonesia, Telkomsigma, dan PT Infomedia Nusantara. Ketiganya punya lini bisnis berbeda: Telkomsigma bergerak di layanan teknologi informasi dan komputasi awan, PINS Indonesia fokus pada perangkat dan solusi TIK termasuk IoT, sementara Infomedia Nusantara menangani alih daya proses bisnis atau BPO dengan fokus pada layanan customer experience.
"Di bawah B2B ICT juga sekarang yang nantinya juga akan kena streamline," kata Dian.
Proyeksi Laba Naik 30 Persen
Dony Oskaria optimistis proses perampingan ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Telkom. Ia bahkan memproyeksikan laba perseroan bisa meningkat hingga 30 persen setelah seluruh proses rampung.
"Saya yakin kalau ini selesai, laba Telkom paling tidak naik 30%," kata Dony, dikutip dari akun Instagram resmi @bumn_id, Senin (14/9).
Transformasi ini diarahkan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding yang fokus pada konektivitas dan infrastruktur digital. Dengan struktur yang lebih ramping, arus kas perseroan diharapkan lebih sehat, biaya lebih efisien, dan kualitas layanan kepada masyarakat meningkat.
Data Center Batam Jadi Andalan Baru
Di tengah proses perampingan, Telkom justru menggenjot bisnis pusat data. Perseroan membangun fasilitas baru di Batam dengan kapasitas awal 6 megawatt (MW) yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026.
Direktur Enterprise and Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, menyebut perseroan menyiapkan ekspansi lanjutan. Kapasitas data center Batam ditargetkan naik tiga kali lipat menjadi 18 MW pada tahun depan.
"Selain pertumbuhan organik, kami juga terus mengevaluasi peluang strategic partnership untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus membuka nilai dari platform data center Telkom Group," kata Veranita dalam paparan publik Telkom 2026, Senin (7/9).
Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center Telkom masih kuat. Data center di Cikarang, Jawa Barat, saat ini memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan tingkat okupansi mencapai 96 persen. Fasilitas tersebut bahkan telah terserap penuh atau fully leased, termasuk kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan. Sementara data center Telkom di Singapura mencatatkan okupansi sekitar 90 persen sebesar 17,4 MW.
Pada proyek Cikarang tahap pertama, total kapasitas ditargetkan mencapai 21,5 MW, sedangkan pengembangan tahap kedua direncanakan dimulai pada 2027. PT Telkom Data Ekosistem sendiri membukukan pendapatan Rp 867 miliar pada semester pertama 2026, tumbuh 11 persen secara tahunan dan 17 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Penutup: Bagi investor, angka Rp 17 triliun menjadi catatan penting — apakah ini ongkos transformasi yang sepadan dengan proyeksi laba naik 30 persen. Dengan tenggat akhir 2026, pasar akan menanti apakah target penyederhanaan 68 entitas menjadi 19 entitas itu benar-benar terwujud.