Gunung Semeru Erupsi 11 Kali dalam Sepekan, Status Masih Siaga

Kamis, 10 September 2026 | 10:43:01 WIB
Gunung Semeru terpantau erupsi dengan status masih Siaga.

Erupsi terbaru Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 110 detik. Visual letusan tidak teramati dari pengamatan PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia mencatat 4.531 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Semeru menyumbang 1.765 letusan, terbanyak dibanding gunung api lain.

Rekaman Gempa Sebelum Erupsi Pagi

Pengamatan kegempaan pada 10 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB mendeteksi 29 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 73-162 detik.

Selain itu, tercatat 11 kali gempa guguran beramplitudo 2-4 milimeter selama 30-110 detik. Dua gempa hembusan juga terdeteksi dengan amplitudo 6-8 milimeter dan durasi 60-82 detik.

Zona Merah yang Wajib Dihindari

PVMBG menghimbau warga dan pendaki tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar radius tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan sempadan sungai ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Dampak bagi Rencana Pendakian

Status Siaga menutup seluruh jalur pendakian Semeru, termasuk rute populer Ranu Pani. Calon pendaki sebaiknya menunda keberangkatan hingga status turun ke Level II (Waspada).

Pemantauan resmi bisa diakses lewat aplikasi MAGMA Indonesia atau laman PVMBG. Informasi terkini soal pembukaan jalur dapat dikonfirmasi via Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Waktu Terbaik Memantau Aktivitas Semeru

Erupsi Semeru dalam sepekan terakhir terjadi pagi hari, dengan letusan terbaru pukul 07.56 WIB. Pola ini sejalan dengan data MAGMA yang menunjukkan gempa letusan dominan pada rentang 00.00-06.00 WIB.

Warga di Lumajang, Malang, dan Probolinggo yang ingin memantau visual letusan disarankan mencari titik aman di luar radius bahaya. Arah angin dan kondisi cuaca sangat memengaruhi visibilitas abu vulkanik.

Bagi traveler yang tetap berada di kawasan sekitar Semeru, siapkan masker N95 dan pantau arahan petugas pos pengamatan. Durasi kunjungan ideal ke titik pandang aman sekitar 1-2 jam, cukup untuk mengamati aktivitas tanpa mendekati zona rawan.

Terkini