Tekanan geopolitik akibat konflik Iran-AS yang mengerek harga minyak mentah Brent mendekati US$ 100 per barel memicu pelemahan rupiah dan kenaikan imbal hasil SBN. Kondisi global yang memunculkan era higher for longer ini direspons perbankan Himbara dengan menjaga stabilitas imbal hasil simpanan berjangka mereka.
BRI Pangkas Imbal Hasil Jangka Panjang
BRI memberlakukan penyesuaian suku bunga deposito sejak 4 Agustus 2026 dengan menghapus sistem tier nominal simpanan. Nasabah kini mendapatkan imbal hasil seragam untuk nominal berapa pun pada tenor yang sama.
BRI menetapkan kupon tertinggi sebesar 3,00% per tahun untuk jangka waktu 1, 3, dan 6 bulan. Besaran untuk tenor 1 dan 3 bulan tersebut turun dari sebelumnya masing-masing 3,25% dan 3,50%.
Imbal hasil simpanan berjangka panjang ikut terkoreksi. Deposito tenor 12, 24, dan 36 bulan kini dipatok 2,50% per tahun, menyusut dari posisi sebelumnya di level 3,00%.
BNI Pasang Bunga Tertinggi pada Tenor 6 Bulan
BNI menerapkan skema setoran awal mulai dari Rp5 juta untuk pembukaan simpanan berjangka rupiah. Besaran bunga yang diterima nasabah tidak dibedakan berdasarkan tier saldo penempatan.
Kupon terendah dipatok pada tenor 1 bulan sebesar 2,25% per tahun, lalu naik menjadi 2,50% untuk penempatan 3 bulan. Bunga tertinggi BNI berada di tenor 6 bulan dengan angka 2,75% per tahun.
Untuk simpanan jangka menengah hingga panjang, BNI mematok imbal hasil flat. Tenor 12 bulan dan 24 bulan sama-sama memperoleh bunga 2,50% per tahun.
Akses Livin' by Mandiri Mulai Rp1 Juta
Bank Mandiri membuka akses deposito rupiah reguler melalui kantor cabang maupun kanal digital Livin' by Mandiri mulai nominal Rp1 juta. Bunga dibayarkan secara berkala tiap bulan atau saat jatuh tempo.
Bank Mandiri menetapkan bunga 2,25% per tahun untuk masa simpanan 1 dan 3 bulan. Penempatan dana tidak memengaruhi persentase keuntungan yang diterima nasabah.
Kupon maksimal Bank Mandiri tercatat sebesar 2,50% per tahun. Besaran imbal hasil ini berlaku seragam untuk jangka waktu simpanan 6, 12, dan 24 bulan.
Kondisi likuiditas pasar dan pergerakan inflasi pada kuartal ketiga 2026 akan menjadi penentu arah penyesuaian suku bunga simpanan perbankan BUMN berikutnya.