Erupsi Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Wilayah Udara Jakarta Kosong

Ahad, 06 September 2026 | 13:37:31 WIB
Empat bandara di Indonesia menghentikan sementara operasional penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebanyak 4 bandara di Indonesia lumpuh sementara menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dua simpul transportasi udara utama di wilayah Jakarta ikut terkena imbas langsung dari penghentian jadwal terbang ini.

Fasilitas penerbangan yang berhenti beroperasi tersebut mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, serta Bandara Budiarto. Jalur penerbangan di area ibu kota tidak melayani rute keluar maupun masuk selama status bahaya berlaku.

Rute Penerbangan Jakarta Kosong di Layanan Radar

Data dari aplikasi Flightradar24 menunjukkan ruang udara Bandara Soetta dan seluruh kawasan Jakarta kosong melompong. Tidak ada satu pun pesawat komersial yang terdeteksi melintas di atas koordinat tersebut.

Kondisi berbeda terlihat pada koridor udara kepulauan Indonesia lainnya. Jalur penerbangan di wilayah luar zona bahaya masih dipadati pesawat yang beroperasi normal karena posisinya aman dari dampak semburan erupsi.

Kronologi Tiga Kali Perpanjangan Jadwal Tutup Bandara Soetta

Manajemen Bandara Soetta tercatat melakukan perpanjangan durasi penutupan operasional sebanyak tiga kali sejak dini hari. Langkah mitigasi pertama berjalan dari rentang pukul 01.30 sampai 05.30 WIB.

Otoritas bandara kemudian menambah durasi pencegahan pada pukul 05.30 hingga 09.30 WIB. Pihak pengelola akhirnya memutuskan mengunci fasilitas penerbangan lebih lama hingga batas akhir siang hari.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 13.30 WIB," tulis otoritas Bandara Soetta melalui akun Instagramnya, Minggu (6/9/2026).

Langkah Pengawasan AirNav Hadapi Bahaya Erupsi

Pihak AirNav menegaskan pengawasan kondisi keselamatan koridor udara terus berjalan secara intensif. Pemantauan ketat ini dijalankan untuk merespons sebaran material letusan yang membahayakan mesin pesawat.

"Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan," tulis keterangan resmi AirNav.

Otoritas navigasi dan pengelola bandara terus memperbarui rilis teknis penerbangan bagi para penumpang. Evaluasi jam terbang lanjutan bergantung penuh pada penurunan intensitas debu vulkanik dari pusat kawah Anak Krakatau.

Terkini