Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyebut Irlandia telah lama menjadi pusat teknologi digital terkemuka di Eropa. Negara itu bahkan menjadi basis regional bagi sejumlah perusahaan teknologi global.
“Irlandia telah lama dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terkemuka di Eropa dan menjadi basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, Microsoft,” ujar Edi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (4/9).
Peluang yang Ditawarkan untuk Investor Irlandia
Di hadapan perwakilan Irlandia, Edi memaparkan daya tarik pasar Indonesia yang dinilai semakin kompetitif. Ia menyebut jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta industri dalam negeri yang terus menguat jadi modal utama.
Sebaliknya, Irlandia dianggap memiliki keunggulan di sisi teknologi, keahlian, dan jaringan bisnis internasional. Kombinasi ini diyakini bisa menciptakan nilai tambah bagi kedua negara.
Kerja sama yang dirancang tidak berhenti pada peningkatan volume perdagangan. Pemerintah menargetkan transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas investasi yang masuk.
“Pada akhirnya, kami ingin agar hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peluang yang tercipta bagi masyarakat kedua negara,” kata dia.
Nilai Dagang Tembus Ratusan Juta Dolar
Total perdagangan Indonesia dan Irlandia tercatat mencapai US$ 228,6 juta sepanjang 2025. Memasuki periode Januari-Juli 2026, nilai transaksi kedua negara sudah menembus US$ 145,5 juta.
Meski tumbuh, Edi menilai angka itu baru merepresentasikan sebagian kecil dari potensi ekonomi yang bisa digarap bersama. Ia menegaskan peluang di sektor energi bersih dan teknologi hijau masih terbuka lebar untuk dieksplorasi.
Sebagai tindak lanjut, kedua pemerintah telah menandatangani Letter of Intent (LoI) tentang pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis. Dokumen ini menjadi dasar bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk menerjemahkan prioritas bersama menjadi proyek konkret.
Momentum Presidensi Uni Eropa bagi Indonesia
Edi menyoroti posisi Irlandia yang akan memegang presidensi Dewan Uni Eropa pada 1 Juli-31 Desember 2026. Momen ini dinilai strategis untuk memperdalam keterlibatan Indonesia dengan blok ekonomi terbesar di Eropa tersebut.
Melalui Irlandia, Indonesia berpeluang mengakses jejaring investasi Uni Eropa yang lebih luas. Sektor farmasi, layanan kesehatan, agrifood, penerbangan, hingga pembiayaan berkelanjutan masuk dalam daftar sektor yang menjadi fokus pembahasan kedua negara.
Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan bagi perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa sekaligus menarik minat investor Irlandia untuk menanamkan modal di sektor energi terbarukan Tanah Air.