SELARASRIAU.COM, SIAK – Di tengah hamparan lahan terbuka di Desa Bencah Umbai, Kabupaten Siak, sejumlah mahasiswa mengenakan seragam merah marun tampak sibuk dengan bibit tanaman di tangan. Sementara lainnya membantu menyiapkan bibit untuk ditanam.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau itu tidak bekerja sendiri. Perangkat desa dan masyarakat setempat ikut turun ke lokasi.
Kebersamaan terlihat ketika mahasiswa dan warga bergotong royong menanam bibit satu per satu di lahan yang telah disiapkan.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/8/2026) tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UIN Suska Riau di Desa Bencah Umbai. Sebanyak 100 bibit tanaman disiapkan untuk mendukung penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan desa.
Bibit yang ditanam tersebut merupakan dukungan dari BPPM PT Arara Abadi. Bantuan itu kemudian ditindaklanjuti mahasiswa KKN melalui kegiatan penanaman bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Suasana gotong royong begitu terasa. Mahasiswa bersama warga dan perangkat desa terlihat turun langsung ke tanah. Mereka membuat lubang tanam, menempatkan bibit, kemudian menutup kembali bagian pangkal tanaman dengan tanah.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha dalam menjaga lingkungan.
Program ini tidak hanya bertujuan memperbanyak tanaman, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Bibit yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang, sekaligus membuat lingkungan Desa Bencah Umbai semakin hijau, asri dan nyaman.
Kepala Desa Bencah Umbai, Ahmad Basar, mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Menurutnya, penanaman bibit merupakan kegiatan positif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat apabila tanaman tersebut terus dijaga dan dirawat.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Penanaman bibit ini merupakan kegiatan yang positif dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat Desa Bencah Umbai,” kata Ahmad Basar.
Ia berharap 100 bibit yang telah ditanam tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan selama KKN berlangsung. Tanaman tersebut diharapkan terus dirawat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.
“Kami juga berharap bibit yang sudah ditanam dapat dirawat dan dijaga bersama,” ujarnya.
Bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menyerahkan bibit, tetapi ikut berkotor-kotor dengan tanah dan terlibat langsung dalam proses penanaman bersama warga.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Dengan ikut menanam sejak awal, diharapkan muncul rasa memiliki sehingga bibit yang telah ditanam dapat terus dijaga hingga tumbuh besar.
Melalui penanaman 100 bibit yang didukung BPPM PT Arara Abadi, mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap meninggalkan sesuatu yang dapat terus tumbuh setelah masa pengabdian mereka berakhir.
Jika hari ini yang ditanam adalah bibit-bibit kecil, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat Desa Bencah Umbai pada tahun-tahun mendatang.
Kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan sederhana bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil, dilakukan bersama-sama, dan dirawat secara berkelanjutan. (Rls/man)