Prabowo Terbang ke Riau Cek Karhutla, Tegaskan Pemerintah Tak Boleh Tiap Tahun Hanya Sibuk Padamkan Api

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:13:51 WIB
Presiden Prabowo saat mengecek penanganan karhutla di Kalimantan (Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

SELARASRIAU.COM, JAKARTA  — Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026) pagi. Presiden turun langsung untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera berjalan hingga tuntas.

Kunjungan ke Riau dilakukan setelah Prabowo sebelumnya meninjau dan memimpin penanganan karhutla di Kalimantan. Kali ini, Presiden ingin melihat langsung kondisi di lapangan, bukan sekadar menerima laporan mengenai perkembangan pemadaman.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden ingin memastikan titik-titik api benar-benar dapat dipadamkan. Selain itu, seluruh keputusan yang telah diambil pemerintah harus dilaksanakan secara cepat dan terpadu.

"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," kata Teddy dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Namun, perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada operasi pemadaman. Pemerintah juga mulai menaruh perhatian lebih besar pada langkah pencegahan agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Menurut Teddy, Presiden menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan unsur TNI dan Polri. Gubernur, Pangdam dan Kapolda diminta bergerak secara terpadu dalam mencegah muncul dan meluasnya kebakaran.

Prabowo juga meminta sistem pencegahan karhutla dibangun lebih kuat dan bersifat permanen. Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah tidak selalu baru bergerak setelah kebakaran terjadi.

"Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat," ujar Teddy.

Sistem pencegahan tersebut mencakup penyediaan sumur bor, embung maupun sumber air di kawasan rawan kebakaran. Pengawasan permanen dan deteksi dini hotspot juga harus diperkuat.

Selain itu, desa-desa yang selama ini masuk kategori rawan karhutla diminta memiliki kesiapan menghadapi ancaman kebakaran sebelum memasuki periode rawan.

"Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul," kata Teddy.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap penyebab kebakaran. Dalam keterangan Sekretariat Kabinet yang diunggah melalui akun resminya, pemerintah menegaskan penegakan hukum menjadi bagian dari penanganan karhutla.

Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum di balik kebakaran, pemerintah menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kunjungan ke Riau sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peninjauan Presiden terhadap penanganan karhutla di Sumatera. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan Presiden akan meninjau penanganan karhutla di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, dengan Riau menjadi daerah pertama yang dikunjungi.

Dalam kunjungan kali ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra. (***)

Terkini