Korban Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 5.659 Warga Mengungsi

Ahad, 16 Agustus 2026 | 23:02:48 WIB
Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Ende. (BPBD Kabupaten Ende

JAKARTA – Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 53 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut proses pencarian korban serta pendataan kerusakan masih terus dilakukan tim gabungan di sejumlah daerah terdampak.

Dari 53 korban meninggal, jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 25 orang. Kemudian Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.

Selain korban meninggal dunia, 137 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Para korban saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

Gempa juga menyebabkan ribuan rumah warga mengalami kerusakan.

Data sementara BNPB mencatat sebanyak 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang dan 532 rumah mengalami rusak ringan.

Dengan demikian, sedikitnya 2.403 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan terdampak, disusul 50 tempat ibadah dan 76 kantor pemerintahan. Sejumlah fasilitas umum lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara itu, jumlah warga yang meninggalkan rumah akibat gempa telah mencapai ribuan orang.

Hingga Minggu sore, sebanyak 5.488 warga mengungsi di lokasi pengungsian terpusat. Sedangkan 171 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri.

Jika dijumlahkan, sedikitnya 5.659 warga mengungsi akibat gempa M 7,7 tersebut. Pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan sehingga angka tersebut masih berpotensi berubah.

Gempa Susulan Hampir 1.000 Kali

Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung. BNPB mencatat hingga Minggu sore telah terjadi 995 kali gempa susulan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 gempa susulan dapat dirasakan masyarakat.

Pemerintah kini memprioritaskan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban. Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah pusat juga telah berada di wilayah terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Selain pencarian korban, pemerintah mulai memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Bantuan dikirim melalui jalur darat dan udara. Paket logistik pemerintah pusat yang diberangkatkan melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8/2026).

Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, Ngada 550 paket, Nagekeo 550 paket, Sikka 1.000 paket dan Ende sebanyak 725 paket.

BNPB juga telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pos tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan darurat gempa M 7,7 di NTT.

Sementara posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere untuk mendukung operasi penanganan di wilayah terdampak.

Hingga Minggu sore, operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Pendataan korban, pengungsi serta kerusakan bangunan juga terus diperbarui oleh petugas di lapangan. (***)

Tags

Terkini