Demo Mahasiswa Unri di Kantor Gubernur Riau Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terluka

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:48:38 WIB
Petugas kepolisian pingsan akibat berdesakan dengan mahasiswa saat aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau, Rabu (12/8/2026).

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) di depan Kantor Gubernur Riau berakhir ricuh, Rabu (12/8/2026). Aksi saling dorong pecah ketika massa berusaha menerobos gerbang untuk masuk ke kompleks kantor gubernur.

Kericuhan terjadi menjelang pukul 15.00 WIB. Mahasiswa yang sebelumnya menunggu kesempatan berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, tiba-tiba bergerak menuju gerbang.

Massa kemudian mendorong gerbang Kantor Gubernur Riau. Polisi dan Satpol PP yang berjaga langsung menahan gerbang agar mahasiswa tidak masuk.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Massa dan petugas berdesakan di depan gerbang. Situasi yang sebelumnya relatif tenang berubah menjadi tegang.

Petugas akhirnya berhasil mendorong massa menjauh dari gerbang. Sejumlah mahasiswa juga sempat diamankan petugas di tengah kericuhan.

Berdasarkan informasi di lapangan, tiga mahasiswa sempat diamankan. Mereka kemudian dilepaskan setelah dilakukan dialog antara petugas dan perwakilan mahasiswa.

Kericuhan juga menyebabkan korban luka dari kedua belah pihak. Dua mahasiswa dikabarkan mengalami luka. Salah seorang di antaranya dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka pada bagian kepala.

Sejumlah anggota kepolisian yang melakukan pengamanan juga mengalami cedera setelah terlibat desak-desakan dengan massa.

Bahkan, seorang anggota kepolisian terlihat tergeletak dan mendapat pertolongan dari rekan-rekannya. Beberapa petugas mengerumuninya untuk memberikan pertolongan awal.

Sepatu petugas tersebut terlihat terlepas. Sejumlah polisi berusaha memeriksa kondisinya saat ia terbaring di permukaan jalan.

Petugas kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Ia dibaringkan di bawah pohon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sejumlah polisi wanita ikut memberikan pertolongan. Petugas medis juga terlihat berada di lokasi dengan tabung oksigen untuk membantu penanganan.

Anggota kepolisian tersebut dilaporkan sempat pingsan setelah berdesakan saat menghalau massa di depan gerbang.

Kondisi di depan Kantor Gubernur Riau saat kericuhan memang berlangsung padat. Barisan aparat terlihat memenuhi bagian dalam gerbang. Sementara massa mahasiswa berada tepat di sisi luar.

Kedua kelompok hanya dipisahkan gerbang kantor gubernur. Aparat berupaya mempertahankan pintu masuk, sementara mahasiswa terus bergerak dari bagian depan.

Kaca depan mobil pikap yang digunakan sebagai mobil komando mahasiswa juga pecah saat kericuhan berlangsung.

Datang Bawa Keranda Bertuliskan RIP

Aksi mahasiswa sebenarnya telah berlangsung sejak siang. Ratusan mahasiswa Unri datang membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Mereka juga membawa sebuah keranda bertuliskan "RIP". Keranda tersebut digunakan mahasiswa sebagai simbol kritik terhadap pemerintah daerah yang mereka nilai belum memberikan perhatian terhadap persoalan mahasiswa.

Sejumlah tulisan bernada keras juga terpampang pada spanduk yang dibawa massa.

Di antaranya, "Pemprov Riau Nyolong, Jalanan Bolong", "Beasiswa Ditahan Pemprov Badjingan", "Riau Kaya, Masyarakat Sengsara", serta "Mana Ya Beasiswa Kami?".

Sejak tiba, mahasiswa menyampaikan aspirasi di ruas jalan depan Kantor Gubernur Riau. Lokasi aksi berada di sisi Perpustakaan Wilayah Soeman HS.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel kepolisian dan Satpol PP.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah meminta kejelasan pencairan beasiswa bagi mahasiswa Riau. Mereka mendesak Pemprov Riau memberikan kepastian mengenai program tersebut.

Mahasiswa juga ingin bertemu langsung dengan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Namun, SF Hariyanto sedang menjalankan tugas di luar daerah. Ia diketahui berada di Batam sehingga tidak dapat menemui mahasiswa secara langsung.

Sepakat Menunggu hingga Pukul 15.00 WIB

Di tengah aksi, perwakilan mahasiswa, aparat keamanan dan Pemprov Riau sempat melakukan komunikasi.

Mahasiswa kemudian sepakat menunggu hingga pukul 15.00 WIB untuk mendapatkan kepastian terkait tuntutan mereka sekaligus berkomunikasi melalui video call dengan SF Hariyanto.

Namun, sebelum waktu yang disepakati tiba, situasi berubah.

Saat massa sedang menunggu, sejumlah mahasiswa bergerak menuju gerbang. Mereka kemudian mendorong gerbang untuk mencoba masuk ke kompleks Kantor Gubernur Riau.

Petugas kepolisian dan Satpol PP langsung bergerak menahan gerbang.

Dorong-mendorong berlangsung antara mahasiswa dan aparat. Banyaknya orang yang berkumpul di sekitar pintu masuk membuat petugas dan mahasiswa saling berhimpitan.

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas berhasil membuat massa mundur.

Setelah kondisi mulai terkendali, mahasiswa yang sempat diamankan akhirnya dilepaskan.

SF Hariyanto Janji Dialog dengan Mahasiswa

Meski sempat terjadi kericuhan, komunikasi antara mahasiswa dan Pemprov Riau akhirnya tetap dilakukan.

Perwakilan mahasiswa berkomunikasi melalui video call dengan SF Hariyanto. Dalam komunikasi tersebut, SF didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau Boby Rachmat serta Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau Yan Dharmadi.

SF Hariyanto menyampaikan kesediaannya untuk bertemu dan berdialog dengan mahasiswa Unri.

"Nanti kita akan jadwalkan untuk dialog bersama," kata SF Hariyanto melalui video call.

Pertemuan tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka tuntut kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Usai komunikasi tersebut, massa secara bertahap meninggalkan lokasi aksi. Sejumlah mahasiswa juga meminta bantuan Satpol PP untuk pengawalan menuju Kampus Universitas Riau.

Aksi yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi itu pun berakhir setelah sempat diwarnai kericuhan. Mahasiswa mengalami luka, sementara sejumlah petugas kepolisian juga mengalami cedera dan seorang di antaranya sempat pingsan setelah berdesakan saat mengamankan gerbang Kantor Gubernur Riau. (Dil)

Terkini