Jembatan Bailey Jalan Nelayan Rampung, Akses Ribuan Warga Rumbai Kembali Normal

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:17:22 WIB

PEKANBARU – Kabar baik bagi masyarakat di kawasan Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai. Setelah sempat terputus akibat kerusakan parah pada pertengahan Juni lalu, akses utama warga kini kembali dapat digunakan menyusul rampungnya pemasangan jembatan bailey di Parit Alam.

Jembatan darurat sepanjang 24 meter tersebut telah selesai dipasang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan kini sudah bisa dilintasi kendaraan maupun masyarakat.

Kepala BWS Sumatera III, Daniel ST MT, mengatakan pemasangan jembatan bailey telah selesai sejak Ahad (26/7/2026). Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan mampu memulihkan aktivitas warga yang selama beberapa pekan terakhir terganggu akibat putusnya akses penghubung tersebut.

"Pemasangan jembatan bailey di Parit Alam Jalan Nelayan sudah selesai. Saat ini jembatan sudah bisa dilintasi masyarakat," kata Daniel, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, meski bersifat sementara, jembatan bailey dirancang dengan konstruksi yang kuat dan aman untuk digunakan masyarakat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Ia mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintas serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Daniel menambahkan, pembangunan jembatan permanen akan diusulkan pada tahun depan. Setelah jembatan baru selesai dibangun, jembatan bailey akan dibongkar.

"Tahun depan kami akan usulkan pembangunan jembatannya. Jika sudah selesai dibangun jembatan baru, jembatan bailey akan dibongkar kembali," ujarnya.

Sebelumnya, jembatan di Jalan Nelayan mengalami kerusakan serius setelah tanah penyangga di bawah konstruksi mengalami erosi hingga amblas. Akibatnya, jembatan yang menjadi satu-satunya akses bagi warga di kawasan tersebut tidak lagi dapat digunakan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Kepala BWS Sumatera III sempat meninjau langsung lokasi pada pertengahan Juni lalu. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memutuskan segera memasang jembatan bailey agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.

Berdasarkan penjelasan pemerintah, jembatan lama merupakan aset pemerintah pusat yang dibangun pada 1995. Usianya yang telah lebih dari tiga dekade, ditambah terjadinya erosi pada bagian bawah konstruksi, menjadi penyebab utama kerusakan hingga jembatan tidak lagi layak digunakan.

Dengan beroperasinya jembatan bailey tersebut, mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Nelayan kini kembali berjalan normal sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.*/(Dil)

Terkini