Mahasiswa FBN Palas Tanamkan Jiwa Wirausaha kepada Anak Panti Asuhan Maranatha

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:25:31 WIB

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Mengenalkan kewirausahaan kepada anak tidak harus dimulai dari usaha besar. Kreativitas, keberanian mencoba dan kemampuan melihat peluang bisa menjadi langkah awal.

Semangat itu dibawa mahasiswa Universitas Riau (Unri) saat mengunjungi Panti Asuhan Maranatha di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu (4/7/2026).

Para mahasiswa tersebut tergabung dalam program FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN). FBN merupakan salah satu program pengabdian masyarakat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau.

Melalui program itu, mahasiswa ditugaskan melakukan pengabdian langsung di kelurahan. Salah satunya kelompok FBN yang ditempatkan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai.

Di lokasi pengabdian, mahasiswa menjalankan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya K.I.T.A atau Kelas Inspirasi Tumbuh Anak.

Kali ini, program K.I.T.A mengangkat edukasi kewirausahaan bagi anak-anak Panti Asuhan Maranatha. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian sejak dini.

Ketua Kelompok FBN Kelurahan Palas, Melaty Ensu, mengatakan mahasiswa ingin mengenalkan kewirausahaan dengan cara sederhana dan mudah dipahami anak-anak.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kewirausahaan bukan hanya soal berjualan. Di dalamnya ada kreativitas, keberanian mencoba dan kemauan untuk terus belajar,” kata Melaty.

Menurutnya, pola pikir kreatif perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menemukan ide dan berani menciptakan sesuatu dari kemampuan yang mereka miliki.

Karena itu, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Mahasiswa juga mengajak anak-anak terlibat langsung dalam praktik membuat produk kerajinan tangan.

Sebelum praktik, mahasiswa mengenalkan karakter dasar yang perlu dimiliki seorang wirausaha. Mulai dari kreatif, percaya diri, berani mencoba hingga tidak mudah menyerah.

Anak-anak juga diberikan pemahaman tentang proses menciptakan sebuah produk. Mereka dikenalkan dengan cara menemukan ide dan mengembangkan kreativitas menjadi sebuah karya.

“Kami mencoba menyampaikan materinya dengan cara sederhana. Harapannya anak-anak mudah memahami dan tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku,” ujarnya.

Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat kerajinan tangan. Anak-anak diberikan kebebasan menuangkan ide dan kreativitas masing-masing.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan. Anak-anak tampak antusias mengerjakan produk yang dibuat. Mahasiswa turut mendampingi selama proses berlangsung.

Melaty menjelaskan, praktik langsung sengaja dipilih agar anak-anak tidak hanya menerima teori. Peserta diajak merasakan proses mengubah sebuah ide menjadi produk.

“Ketika mereka membuat produk sendiri, mereka belajar berpikir dan berkreasi. Kami ingin mereka melihat bahwa sesuatu yang dibuat dengan kreativitas bisa memiliki manfaat, bahkan nilai jual,” jelas Melaty.

Menurutnya, kewirausahaan juga berkaitan erat dengan pembentukan mental. Menjadi seorang wirausaha membutuhkan keberanian untuk memulai dan kesiapan menghadapi risiko.

Nilai tersebut ikut dikenalkan kepada anak-anak. Mereka didorong agar tidak takut mencoba hal baru dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Tidak semua yang kita coba langsung berhasil. Kami ingin anak-anak berani memulai. Kalau gagal, mereka bisa belajar, memperbaiki dan mencoba kembali,” katanya.

Kehadiran mahasiswa FBN Palas mendapat sambutan antusias dari anak-anak dan pengurus Panti Asuhan Maranatha. Para peserta aktif mengikuti kegiatan hingga selesai.

Interaksi antara mahasiswa dan anak-anak juga berlangsung akrab. Materi disampaikan secara santai dan interaktif agar lebih mudah diterima peserta.

Melaty berharap kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anak-anak panti. Terutama dalam mengembangkan kreativitas, keberanian dan rasa percaya diri.

“Kami berharap pengalaman sederhana ini bisa menjadi bekal bagi mereka. Setidaknya mereka mulai berani memiliki ide, berani berkarya dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri,” ungkapnya.

Program K.I.T.A edisi Edukasi Kewirausahaan Anak menjadi bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa FISIP Universitas Riau melalui program FBN.

Melalui pengabdian di Kelurahan Palas, mahasiswa berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Harapan kami, anak-anak terus belajar dan mengembangkan kreativitas. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri, inovatif dan tidak takut melihat peluang,” katanya. */(Aisyah Febriyanti)

Terkini