Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan, BBKSDA Pasang Camera Trap

Jumat, 10 Juli 2026 | 15:16:26 WIB

PEKANBARU – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu meninggal dunia setelah diterkam Harimau Sumatera di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI), Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

"Berdasarkan hasil investigasi, korban diserang sekitar pukul 04.30 WIB saat berada di luar kamar mandi camp pekerja," kata Supartono, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban saat itu sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Saat berada di luar bangunan, korban tiba-tiba diseret seekor Harimau Sumatera yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang terbuka akibat mengalami kerusakan.

Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dalam kondisi meninggal dunia dengan luka gigitan pada bagian leher kiri dan kanan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim mitigasi ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim mitigasi sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk menyusun rencana observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Supartono.

Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

Tim juga menemukan sejumlah jejak Harimau Sumatera di sekitar lokasi. Jejak tersebut memiliki panjang sekitar 16 sentimeter, lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang mencapai sekitar 120 sentimeter.

Hingga Jumat sore pukul 18.00 WIB, petugas masih menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja. Untuk memantau pergerakan satwa dilindungi tersebut, BBKSDA Riau memasang kamera jebak (camera trap) di sejumlah titik.

"Saat ini tim sedang melakukan pemasangan camera trap di sekitar lokasi kejadian," kata Supartono.

BBKSDA Riau menduga kemunculan Harimau Sumatera di kawasan camp dipicu keberadaan satwa mangsa yang dipelihara di dalam area tersebut. Sebagai langkah pencegahan, petugas bersama para pemangku kepentingan telah menyita satwa mangsa tersebut agar tidak lagi menarik perhatian harimau mendekati permukiman pekerja.

Selain itu, BBKSDA mengimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik, serta segera melapor kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.

"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi," tutup Supartono. (***)

Terkini