Dua Tiang Bakar Tongkang Jatuh ke Laut, Ribuan Warga dan Wisatawan Padati Bagansiapiapi

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:07:37 WIB

BAGANSIAPIAPI – Ribuan warga dan wisatawan memadati Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), untuk menyaksikan puncak Festival Bakar Tongkang 2026, Rabu (1/7/2026). Momen yang paling dinanti dalam tradisi budaya masyarakat Tionghoa itu terjadi saat dua tiang replika kapal tongkang roboh dan jatuh ke arah laut.

Prosesi tersebut disambut sorak dan tepuk tangan ribuan pengunjung yang sejak pagi memenuhi sepanjang rute arak-arakan hingga lokasi pembakaran kapal di Jalan Perniagaan.

Bagi masyarakat Tionghoa, arah robohnya tiang kapal dipercaya menjadi simbol atau pertanda arah datangnya rezeki pada tahun mendatang.

Sebelum dibakar, replika kapal tongkang diarak dari Kelenteng Ing Hok King menuju lokasi utama. Iring-iringan itu menjadi daya tarik utama yang menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rohil, Fauzi Efrizal, mengatakan Festival Bakar Tongkang tidak hanya menjadi warisan budaya yang mendunia, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

"Festival ini merupakan event wisata nasional yang mampu menghidupkan perekonomian masyarakat. Pendapatan tukang becak yang biasanya sekitar Rp20 ribu per hari bisa meningkat hingga Rp500 ribu selama festival berlangsung," kata Fauzi.

Menurutnya, lonjakan pengunjung turut meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, pedagang kaki lima, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan yang dipenuhi wisatawan selama festival berlangsung.

Fauzi menjelaskan, Festival Bakar Tongkang kini telah masuk dalam kalender wisata nasional dan terus mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Pada pelaksanaan tahun ini, perwakilan kementerian juga hadir menyaksikan langsung prosesi budaya tersebut.

"Festival ini sudah masuk kalender wisata nasional dan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Kehadiran perwakilan kementerian menjadi bukti dukungan terhadap pelestarian budaya yang dimiliki Rohil," ujarnya.

Festival Bakar Tongkang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah berlangsung lebih dari satu abad di Bagansiapiapi. Ritual ini digelar setiap tahun sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Dewa Ki Hu Ong Ya.

Selain memiliki nilai spiritual, pembakaran replika kapal juga melambangkan tekad para leluhur masyarakat Tionghoa untuk menetap di tanah perantauan dan tidak kembali ke kampung halaman asal mereka.

Kini, tradisi tersebut telah menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Rokan Hilir yang setiap tahun mampu menarik puluhan ribu wisatawan. Kehadiran para pengunjung turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi hingga penginapan.

Meski jumlah pengunjung tetap tinggi, Fauzi menilai kondisi festival tahun ini lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau tahun lalu jalannya sangat padat, tahun ini lebih santai sehingga masyarakat bisa menikmati prosesi dengan nyaman," pungkasnya. (***)

Terkini