Mau Daftar SD dan SMP Negeri di Pekanbaru? Catat Jadwalnya, Pendaftaran SPMB 2026 Dibuka Akhir Juni

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:40:33 WIB

PEKANBARU – Kabar penting bagi para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) segera membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman resmi yang telah disiapkan pemerintah. Sistem ini diterapkan untuk memastikan proses penerimaan peserta didik berlangsung transparan, objektif, adil, dan bebas dari praktik titip-menitip.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan jasa perantara atau mencari jalur khusus untuk memasukkan anak ke sekolah negeri.

"Proses pendaftaran dilakukan secara online dan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi. Tidak perlu titip nama, tidak perlu melalui perantara, dan tidak ada jalur belakang," tegas Alek, Jumat (19/6/2026).

Pendaftaran SMP Dibuka Lebih Dulu

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran SPMB jenjang SMP Negeri akan dibuka lebih dahulu, yakni pada 22 hingga 25 Juni 2026. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi SPMB SMP Kota Pekanbaru.

Sementara itu, pendaftaran untuk jenjang SD Negeri akan berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 melalui portal SPMB SD Kota Pekanbaru.

Disdik Pekanbaru mengimbau orang tua untuk mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Empat Jalur Masuk SMP Negeri

Pada SPMB tahun ini, terdapat empat jalur penerimaan untuk jenjang SMP Negeri, yaitu jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Untuk jalur domisili, sistem seleksi mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya mengacu pada radius tertentu, kini penentuan wilayah dilakukan berdasarkan kelurahan yang berada di sekitar sekolah tujuan.

"Untuk jalur domisili, sekarang sistemnya berbasis kelurahan di sekitar sekolah bersangkutan. Bisa jadi lima sampai delapan kelurahan di sekitar sekolah kita masukkan di domisili, nanti rankingnya baru berdasarkan koordinat. Tapi yang utama berdasarkan basis kelurahan di sekitar sekolah," jelas Alek.

Prestasi Akademik dan Nonakademik Jadi Nilai Tambah

Bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi, Disdik membuka kesempatan melalui jalur prestasi yang terbagi menjadi dua kategori, yakni akademik dan nonakademik.

Pada kategori akademik, penilaian dilakukan melalui gabungan prestasi belajar di sekolah, nilai rapor, serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Sedangkan untuk kategori nonakademik, berbagai pencapaian siswa dapat menjadi pertimbangan, mulai dari keaktifan di organisasi sekolah, kepramukaan, hingga prestasi dalam bidang olahraga maupun olimpiade.

"Sedangkan non akademik, ini bermacam-macam seperti ikut di kegiatan OSIS, kepramukaan, juara olimpiade, olahraga. Ini tentunya sesuai juknis yang sudah diatur oleh kementerian," katanya.

Jalur Afirmasi dan Mutasi Tetap Disediakan

Pemerintah juga tetap memberikan ruang bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu melalui jalur afirmasi. Jalur ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan data kesejahteraan sosial.

Selain itu, tersedia pula jalur mutasi bagi anak yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau berasal dari luar daerah.

"Untuk jalur mutasi, ini lebih kepada jalur perpindahan tugas orang tua atau anak-anak yang pindah dari luar kota," ujar Alek.

Sekolah Swasta Disiapkan untuk Siswa Kurang Mampu

Keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi salah satu tantangan setiap tahun ajaran baru. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta guna menampung siswa dari keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Menariknya, biaya pendidikan siswa yang diterima melalui program tersebut akan ditanggung pemerintah selama tiga tahun masa pendidikan SMP.

"Untuk tingkat SMP kita juga ada kerja sama dengan beberapa sekolah swasta untuk menampung peserta didik kurang mampu. Nanti biaya pendidikan anak-anak selama tiga tahun kita gratiskan," ungkapnya.

Jalur Masuk SD Negeri Lebih Sederhana

Berbeda dengan SMP, penerimaan murid baru jenjang SD Negeri hanya menggunakan tiga jalur, yakni domisili, mutasi, dan seleksi berdasarkan usia.

Jalur domisili tetap mengacu pada wilayah kelurahan sekitar sekolah, sementara jalur mutasi diperuntukkan bagi anak yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.

Adapun jalur usia akan mengacu pada ketentuan batas usia calon peserta didik yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dengan sistem yang semakin transparan dan berbasis teknologi, Disdik Pekanbaru berharap seluruh proses SPMB 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. (***)

Terkini