PEKANBARU - PTPN IV PalmCo mempercepat program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Riau guna mendukung implementasi kebijakan biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku 1 Juli 2026.
Hingga akhir 2025, luas lahan sawit petani yang telah diremajakan melalui PTPN IV Regional III mencapai 12.600 hektare. Tahun ini, target tambahan ditetapkan sebesar 4.500 hektare, sehingga total peremajaan diharapkan menyentuh 17.100 hektare.
"Alhamdulillah progresnya sangat baik, dan rekan-rekan petani juga sangat antusias terhadap program PSR ini," kata Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso, Jumat (19/6/2026).
**Produktivitas Petani Mitra Melonjak**
Program PSR terbukti mendongkrak hasil panen petani secara signifikan. Petani mitra yang bergabung dalam koperasi dan mengikuti program revitalisasi mampu mencapai produktivitas 29,10 ton per hektare per tahun. Sementara petani PSR dengan usia tanaman TM-3 menghasilkan 23,94 ton per hektare per tahun — jauh melampaui standar PPKS sebesar 19 ton per hektare per tahun.
Sebagai pembanding, rata-rata produktivitas sawit petani Indonesia saat ini masih berkisar 7–12 ton per hektare per tahun, sementara sawit korporasi bisa menembus 20 ton per hektare per tahun.
**Dukung Ketahanan Energi Nasional**
Kebijakan B50 mewajibkan campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit pada bahan bakar solar. Penerapannya diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun tahun ini dari berkurangnya impor solar.
"Kami ingin berkontribusi meningkatkan produksi CPO nasional dengan memperkuat petani sawit, sehingga pada akhirnya bisa mendukung kebijakan pemerintah menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan," ujar Bambang.
Sejak berdiri, PTPN IV Regional III telah menjalin kemitraan plasma seluas 56.500 hektare bersama lebih dari 28.000 petani. Sejak 2019, perusahaan juga telah menyalurkan 2,56 juta bibit sawit unggul bersertifikat kepada 8.900 petani. (***)