Menegangkan! Dokter di Riau Lakukan Operasi Bypass Tanpa Hentikan Detak Jantung

Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:59:40 WIB
Tim dokter dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau melakukan operasi bypass jantung modern tanpa menggunakan mesin pengganti jantung dan paru-paru (heart lung machine).

PEKANBARU – Suasana di ruang operasi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau siang itu tampak begitu tegang. Sejumlah dokter dan tenaga medis berdiri mengelilingi meja operasi. Mata mereka fokus menatap area kecil di dada pasien. Lampu operasi menyala terang. Tak ada suara lain selain instruksi singkat antar tim medis dan bunyi alat kesehatan yang terus bekerja.

Di balik seragam hijau dan masker yang menutupi wajah, para dokter tengah melakukan tindakan besar yang penuh risiko dan membutuhkan ketelitian tinggi. Mereka bukan sekadar melakukan operasi jantung biasa. Tim dokter sedang melakukan operasi bypass jantung dengan teknik off pump — prosedur operasi saat jantung pasien masih terus berdetak.

Dalam kondisi seperti itu, tangan dokter harus tetap stabil. Setiap jahitan dilakukan di tengah denyut jantung yang terus bergerak. Sedikit saja meleset, risikonya sangat besar.

Namun dengan ketenangan dan kerja sama tim yang solid, operasi tersebut akhirnya berhasil dilakukan.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi dunia kesehatan di Riau. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau kini mampu melakukan operasi bypass jantung modern tanpa menggunakan mesin pengganti jantung dan paru-paru (heart lung machine).

Operasi tersebut dilakukan oleh dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad, dr. Hariadi Hatta, Sp.BTKv(K), bersama tim bedah jantung pada Jumat (8/5/2026). Proses operasi juga mendapat supervisi langsung dari dokter spesialis RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr. Wirya Ayu Graha, SpBTKV, Subsp.JD(K).

dr. Hariadi menjelaskan, teknik off pump merupakan metode operasi bypass jantung tanpa menghentikan detak jantung pasien.

“Dengan teknik ini, kami melakukan operasi bypass saat jantung masih berdetak. Darah tetap mengalir seperti biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, teknik ini membutuhkan kemampuan khusus dan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Sebab, dokter harus menjahit pembuluh darah di tengah gerakan jantung yang terus berdetak.

Untuk membantu proses operasi, tim medis menggunakan alat khusus yang berfungsi menstabilkan bagian jantung tertentu agar tetap bisa dikerjakan dengan aman.

Meski lebih sulit, teknik off pump memiliki banyak keunggulan. Berdasarkan data medis, risiko komplikasi pasca operasi lebih rendah dan proses pemulihan pasien juga cenderung lebih cepat.

Selain itu, teknik ini juga dinilai mampu menurunkan risiko stroke karena operasi tidak menyentuh pembuluh darah utama aorta.

“Risiko gagal ginjal lebih rendah dan risiko stroke pasca operasi juga lebih kecil,” kata dr. Wirya Ayu Graha.

Menurutnya, teknik off pump merupakan metode bypass jantung yang lebih modern dibandingkan teknik sebelumnya. Bahkan di sejumlah negara maju, metode ini sudah banyak digunakan pada pasien lanjut usia di atas 70 tahun.

Namun demikian, tidak semua pasien bisa menggunakan metode tersebut. Pada kondisi tertentu, operasi bypass tetap harus memakai heart lung machine, terutama jika pembuluh darah pasien terlalu kecil atau terdapat sumbatan berat di beberapa bagian jantung.

“Kalau kasusnya sulit, jantung bisa dihentikan sementara menggunakan mesin agar proses perbaikan pembuluh darah lebih mudah dilakukan,” jelas dr. Hariadi.

Ia menegaskan, RSUD Arifin Achmad kini mampu melakukan kedua metode operasi bypass tersebut sesuai kebutuhan pasien.

Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan perkembangan besar layanan kesehatan jantung di Provinsi Riau. Masyarakat kini tidak perlu lagi pergi jauh ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan operasi jantung modern.

Di balik keberhasilan itu, dr. Wirya juga mengaku merasakan suasana kerja yang hangat dan penuh kekeluargaan di ruang operasi RSUD Arifin Achmad.

Menurutnya, kekompakan antar tenaga medis menjadi kekuatan penting yang membuat proses operasi berjalan lancar dan maksimal.

“Sarana dan prasarananya juga sudah sangat lengkap. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan jantung yang baik,” ujarnya.

Keberhasilan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Riau. Di ruang operasi yang penuh ketegangan itu, sebuah langkah besar dunia medis berhasil ditorehkan — operasi bypass saat jantung masih berdetak kini sudah bisa dilakukan di Bumi Lancang Kuning. (Mra)

Terkini