BBPOM Pekanbaru Uji 22 Sampel Takjil, Pastikan Aman dari Formalin dan Boraks

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:35:39 WIB

PEKANBARU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama lintas sektor mengintensifkan pengawasan pangan selama Ramadan. Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) digelar di Pasar Takjil Jalan WR Supratman dan Pasar Takjil Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Pekanbaru, Kamis (19/2/2026) sore.

Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengatakan pengawasan ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi, terutama di momen Ramadan saat aktivitas jual beli takjil meningkat signifikan.

“Momentum Ramadan menjadi perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas penjualan pangan, terutama di pasar takjil. Kami ingin memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya,” ujarnya, Jumat (20/2).

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengambilan sampel terhadap pangan yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Pengujian dilakukan menggunakan rapid test kit dengan empat parameter utama, yakni Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.

Tak hanya melakukan pengawasan, BBPOM juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang dan pembeli. Petugas membagikan leaflet bertema “Waspada 4 Bahan Berbahaya pada Pangan”, “Cek KLIK sebelum Berbelanja”, “BPOM Mobile”, “Pencegahan Resistensi Penggunaan Antimikroba”, “Bahan dalam Kosmetik”, serta “Cegah Stunting itu Penting”.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan obat, makanan, dan kosmetik, sekaligus mendorong pencegahan stunting dan resistensi antimikroba.

Hasilnya, dari total 22 sampel pangan yang diuji di dua pasar takjil tersebut, seluruhnya dinyatakan tidak terdeteksi mengandung Formalin, Boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow.

BBPOM Pekanbaru pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK—memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa—sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan, khususnya selama Ramadan. (***)

Terkini