Jalan Kilometer 5 Proyek Inhil Rusak Parah, Warga Keritang–Reteh Menjerit

Sabtu, 27 Desember 2025 | 23:09:56 WIB

Indragiri Hilir — Kondisi infrastruktur di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menuai sorotan masyarakat. Salah satunya adalah Jalan di Kilometer 5 proyek, Seberang Sei Gergaji, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, yang menjadi akses vital masyarakat, rusak parah dan berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun. 

Jalan yang seharusnya menopang aktivitas warga itu kini justru menjadi sumber persoalan harian. Pantauan di lapangan menunjukkan, pasca hujan ruas jalan tersebut tergenang air, licin, dan becek. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas. Tak jarang, pengendara terjebak lumpur, kendaraan mogok, hingga mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Padahal, jalan kilometer 5 proyek Inhil merupakan jalur utama penghubung desa menuju pusat Kabupaten Indragiri Hilir. 

Akses ini juga menjadi urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Keritang dan Kecamatan Reteh. Namun, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan permanen.

“Setiap musim hujan, kondisinya selalu seperti ini. Rusak, berlumpur, dan sulit dilewati. Perbaikan hanya tambal sulam, tidak pernah tuntas,” keluh Andi, warga setempat.

Silih berganti kepemimpinan daerah, janji perbaikan jalan kerap disampaikan. Namun di lapangan, masyarakat menilai upaya yang dilakukan belum menyentuh akar persoalan. Tanpa perencanaan matang dan pengawasan serius, jalan yang diperbaiki kembali rusak dalam waktu singkat.

Dampaknya terasa luas. Aktivitas ekonomi warga terganggu, distribusi hasil pertanian terhambat, anak-anak sekolah kesulitan berangkat, hingga akses menuju layanan kesehatan menjadi tidak optimal. Bagi warga Keritang dan Reteh, kondisi ini semakin menekan roda perekonomian yang sangat bergantung pada kelancaran akses darat.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk menunjukkan komitmen nyata. Mereka berharap persoalan jalan Kilometer 5 Proyek Inhil benar-benar menjadi prioritas utama dan dituntaskan secara menyeluruh pada tahun 2026.

“Yang kami butuhkan bukan lagi janji politik, tapi perbaikan permanen. Jalan ini akses utama kami, harus layak dan aman dilalui,” tegas Andi.

Jika infrastruktur dasar seperti jalan utama terus diabaikan, publik menilai wajar bila kepercayaan masyarakat terhadap arah dan keseriusan pembangunan daerah kian dipertanyakan. ***/(man)

Terkini