Konser Ye dan JRF 2026 di GBK, 107 Ribu Pengunjung Gerakkan Wisata Jakarta

Konser Ye dan JRF 2026 di GBK, 107 Ribu Pengunjung Gerakkan Wisata Jakarta
Konser Ye Live in Jakarta di GBK dihadiri 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu turis dari 80 negara.

Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, menjadi pusat kegiatan akhir pekan 24-25 Oktober 2026 lewat konser Ye Live in Jakarta dan Jakarta Running Festival (JRF) yang digelar hampir bersamaan. Konser Ye menghadirkan 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu turis dari 80 negara, sementara JRF diikuti lebih dari 37 ribu pelari dari berbagai daerah dan lintas negara. Dukungan Pemprov DKI Jakarta pada transportasi publik hingga fasilitas kesehatan membuat kawasan GBK layak dipertimbangkan sebagai basis liburan akhir pekan.

Dua Acara Besar dalam Satu Akhir Pekan

Konser Ye Live in Jakarta menghadirkan 70 ribu penonton. Sebanyak 25 ribu di antaranya turis yang datang dari 80 negara, mengutip laporan CNNIndonesia. Di sisi lain, JRF 2026 diikuti lebih dari 37 ribu pelari dari berbagai daerah hingga lintas negara, berdasarkan laporan Pemprov DKI Jakarta.

Kombinasi dua acara dengan skala berbeda ini membuat kawasan GBK tidak hanya ramai pada jam konser. Aktivitas pelari yang mengambil start pagi hingga penonton konser pada malam hari menciptakan pergerakan pengunjung sepanjang hari.

Dampak Ekonomi yang Menyebar ke Sektor Lain

Pakar pariwisata Prof. Azril Azahari menilai penyelenggaraan dua acara berdekatan sebagai langkah berani dengan dampak positif. Menurutnya, konser internasional dan lomba lari menjadi saluran ekonomi bagi banyak pihak, bukan hanya penyelenggara.

"Konser Ye dan JRF yang diselenggarakan hampir bersamaan menjadi usaha sangat berani yang dampaknya sangat positif," kata Azril kepada detikTravel, Rabu (28/10/2026).

Dampak tersebut menyentuh pekerja produksi, penyedia perlengkapan, vendor, desainer, pelaku UMKM, hingga tenaga pengamanan. Keramaian GBK juga membuka peluang di sektor transportasi, penginapan, makanan, dan kebutuhan lain selama pengunjung mengikuti rangkaian acara.

Jakarta sebagai Kota Pengalaman, Bukan Sekadar Tempat

Dosen UI, Danial Kesa, melihat fenomena akhir pekan GBK yang penuh acara sebagai perkembangan penting dalam experience economy. Baginya, Jakarta tidak lagi hanya menjual destinasi, tetapi pengalaman yang mempertemukan musik, olahraga, hiburan, dan gaya hidup.

"Jakarta tidak hanya menjual tempat, tetapi juga pengalaman yang dapat mempertemukan event musik, olahraga, hiburan, dan gaya hidup," kata Danial Kesa dalam keterangan resmi kepada detikTravel.

Pandangan ini relevan bagi traveler yang biasa menjadikan konser atau ajang olahraga sebagai alasan utama berkunjung ke suatu kota. Kombinasi acara di satu kawasan memangkas waktu perjalanan antar-lokasi dan memudahkan penyusunan itinerary.

Dukungan Transportasi dan Fasilitas dari Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh aktivitas di GBK pada pekan tersebut. Dukungan mencakup optimalisasi layanan transportasi publik, penyesuaian jam operasional MRT, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penyiapan ratusan fasilitas kesehatan.

Langkah itu diambil agar seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan nyaman sesuai standar ajang olahraga internasional. Bagi pengunjung dari luar kota, penyesuaian jam operasional MRT menjadi informasi penting untuk merencanakan perjalanan pulang setelah acara malam.

Catatan untuk Pengelolaan Kawasan

Danial Kesa menyoroti perlunya pengelolaan kawasan yang baik saat GBK padat acara. Akses transportasi, keamanan, dan kenyamanan pengunjung menjadi tiga hal yang perlu dijaga.

"Kawasan GBK seharusnya tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan acara, tapi juga pusat aktivitas kota yang produktif, nyaman, memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Tips Traveler yang Ingin Menyusul Acara Serupa

Bagi yang berencana menghadiri acara besar di GBK, pantau pengumuman resmi penyelenggara soal jadwal dan tiket jauh hari. Cek juga penyesuaian jam operasional transportasi publik yang biasanya diumumkan Pemprov DKI menjelang acara.

Siapkan waktu ekstra karena kawasan GBK bisa sangat padat saat dua acara digelar berdekatan. Untuk informasi tarif tiket dan kuota tiap acara, konfirmasi langsung ke penyelenggara atau kanal resmi pariwisata Jakarta.

Rangkaian akhir pekan di GBK menunjukkan bahwa liburan ke Jakarta bisa dirancang mengikuti kalender acara, bukan hanya daftar tempat wisata. Durasi ideal dua hingga tiga hari cukup untuk menggabungkan satu acara utama dengan eksplorasi kawasan sekitar GBK.

Berita Lainnya

Index