Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendaftarkan anak usaha bidang holding dan keuangan di Hong Kong, menandai langkah perluasan alokasi investasi ke luar negeri. Langkah ini menjadikan Hong Kong sebagai basis operasi Danantara di kawasan Greater China dan Asia Utara. Danantara sendiri mengawasi ratusan BUMN dengan aset kelolaan yang diperkirakan mencapai US$ 900 miliar.
Jejak Pendirian di Hong Kong
Berdasarkan catatan registrasi perusahaan yang dikutip Bloomberg, entitas bernama Danantara Investment Holding Hong Kong tercatat berdiri pada 23 Maret lalu. Pendaftaran ini menjadi sinyal awal bahwa Danantara serius membangun kehadiran fisik di pusat keuangan Asia tersebut.
Danantara kini tengah mencari profesional investasi untuk tim di Hong Kong dan masih memburu ruang kantor di kota itu. Perwakilan Danantara enggan merespons saat dikonfirmasi media asing tersebut.
Siapa yang Memimpin Ekspansi
Eksekutif yang berbasis di Hong Kong, Sisi Liu, memimpin investasi Danantara untuk wilayah Greater China dan Asia Utara. Berdasarkan profil LinkedIn Liu, dia memiliki fokus pada sektor kecerdasan buatan, robotika, dan manufaktur canggih.
Pilihan sektor itu sejalan dengan arah diversifikasi portofolio Danantara yang mulai bergerak ke instrumen investasi alternatif. Kepala Investasi (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, pada Agustus lalu menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan alokasi investasi pertamanya kepada manajer dana lindung nilai pada akhir tahun ini.
Mandat Investasi yang Sudah Berjalan
Danantara juga telah memberikan mandat investasi kredit swasta senilai US$ 1 miliar kepada manajer aset asal Swiss, Partners Group. Langkah tersebut bagian dari upaya mendiversifikasi portofolio investasi.
Di sisi lain, Danantara sepakat menginvestasikan US$ 2,5 miliar dalam usaha patungan yang mengelola operasi perusahaan pengolahan daging JBS NV di Australia dan Selandia Baru.
Posisi Danantara di Antara Dana Kekayaan Negara
Danantara didirikan pada 2025 sebagai dana kekayaan negara kedua Indonesia setelah INA (Indonesia Investment Authority). Kehadirannya menambah instrumen pengelolaan aset negara yang selama ini terpusat pada INA.
Dengan rentang mandat yang mencakup ratusan BUMN dan aset kelolaan US$ 900 miliar, pembukaan kantor di Hong Kong menjadi ujian pertama Danantara dalam menjalankan strategi investasi lintas yurisdiksi. Pasar Hong Kong dipilih karena kedekatannya dengan aliran modal Tiongkok daratan dan ekosistem manajer investasi global di kawasan tersebut.
Penutup: Bagi pelaku pasar, langkah Danantara membuka kantor di Hong Kong menjadi indikasi bahwa dana kekayaan negara ini tidak hanya berperan sebagai pemegang saham BUMN, tetapi juga mulai bergerak sebagai investor institusi yang aktif mencari imbal hasil di luar negeri.