7 Resep MPASI 6 Bulan Anti Sembelit, Enak dan Praktis Dibuat

7 Resep MPASI 6 Bulan Anti Sembelit, Enak dan Praktis Dibuat
Ilustrasi bayi usia 6 bulan mengonsumsi MPASI bertekstur puree.

Sembelit jadi salah satu masalah pencernaan yang sering muncul saat bayi mulai MPASI di usia 6 bulan. Kalau Si Kecil sulit BAB atau tampak kesakitan saat mengejan, Ibu bisa mencoba 7 resep puree buah dan kacang-kacangan berikut ini. Bahannya mudah didapat, cara membuatnya pun tidak ribet.

Frekuensi BAB setiap bayi memang berbeda-beda. Namun menurut John Hopkins Medicine, sembelit umumnya terjadi jika anak BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Selain itu, perhatikan juga apakah bayi tampak kesakitan saat mengejan.

Perubahan tekstur dan jenis makanan di awal MPASI sering membuat sistem pencernaan bayi perlu beradaptasi. Karena itu, pemilihan bahan makanan yang tepat berperan besar untuk menjaga kesehatan usus Si Kecil.

Porsi dan Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan

Di usia 6 bulan, bayi bisa diberi MPASI sebanyak 2 kali sehari. Jumlah ini bisa bertahap ditambah menjadi 3 kali sehari seiring bertambahnya usia.

Jika bayi sudah terbiasa dengan rutinitas makan, Ibu bisa memberikan 1 sampai 2 kali makanan selingan. Untuk porsi perkenalan, mulailah dengan 2-3 sendok makan per porsi, lalu tingkatkan bertahap hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml.

Pada tahap awal, berikan MPASI bertekstur bubur kental yang dihaluskan (puree). Tekstur yang lebih encer atau halus akan lebih mudah ditelan bayi.

Asupan yang Baik untuk Mencegah Sembelit

Untuk membantu mencegah sembelit di masa awal MPASI, berikan bahan makanan yang mengandung serat. Dikutip dari Parents, serat dalam makanan sehari-hari baik untuk menjaga kesehatan usus dan mencegah sembelit.

Ada dua jenis serat yang sama-sama penting untuk pencernaan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), serat larut membentuk gel di saluran pencernaan anak dan dapat memperlambat pencernaan. Serat ini ditemukan dalam gandum, alpukat, apel, dan pisang.

Sementara itu, serat tidak larut tetap utuh saat melewati sistem pencernaan. Jenis serat ini terdapat dalam kacang-kacangan, tepung gandum utuh, dan biji-bijian.

1. Puree Apel

Untuk 1 porsi, siapkan 135 gram apel yang sudah dikupas, dicuci, dan dipotong dadu kecil, serta 60 ml air matang.

Kukus apel selama 15 menit. Blender apel bersama air sampai halus, lalu saring menggunakan saringan paling halus. Aduk makanan di dalam saringan sambil menekan sendok perlahan sampai bagian kasar terpisah dari puree. Sajikan, bisa dicampur ASI.

2. Puree Kiwi Pir

Siapkan 100 gram pir yang sudah dikupas, dicuci, dan dipotong dadu kecil, 60 ml air matang, serta 40 gram kiwi manis yang dikupas dan diserut halus.

Kukus pir selama 15 menit. Blender pir bersama air sampai halus, lalu saring. Campur dengan kiwi yang sudah dihaluskan. Sajikan, bisa dicampur ASI.

3. Puree Melon Yoghurt

Bahan yang dibutuhkan: 200 gram daging buah melon yang benar-benar matang, 1/2 buah pisang ambon, dan 50 ml yoghurt plain.

Potong-potong daging buah melon dan pisang ambon. Satukan melon, pisang, dan yoghurt, lalu proses dengan blender atau food processor sampai halus. Sajikan segera.

4. Puree Bit dan Jeruk

Siapkan 100 gram bit, 100 ml air matang, 1/2 buah pisang ambon matang, dan 1 buah jeruk manis yang diambil airnya.

Kupas bit dan potong-potong daging buahnya. Kukus sampai matang dan empuk, lalu blender dengan sedikit air sampai halus. Sisihkan. Potong-potong pisang ambon, campur dengan air jeruk manis, dan proses dengan blender sampai halus. Campur pisang dengan sari bit, aduk rata.

5. Puree Melon Alpukat

Untuk resep ini, siapkan 150 gram melon jingga, 1 buah alpukat matang, dan 100 ml susu formula.

Proses daging buah melon dengan blender sampai halus, sisihkan. Keruk daging buah alpukat matang dan lumatkan dengan punggung sendok. Campur melon, alpukat, dan susu formula hingga rata.

6. Puree Pepaya Semangka

Bahan-bahannya: 150 gram semangka merah, 150 gram pepaya yang dibuang biji dan serat kuningnya, 50 ml air jeruk baby, serta 50 ml air matang atau susu formula.

Proses semangka dan pepaya dengan blender sampai halus. Campur dengan air jeruk baby, lalu cairkan dengan air matang atau susu formula.

7. Bubur Susu Biskuit Kacang Hijau

Siapkan 1 sendok makan kacang hijau rebus, 200 ml susu formula, dan 4 keping biskuit.

Satukan kacang hijau rebus dengan susu formula, lalu proses dengan blender sampai halus. Keluarkan dari blender, tambahkan biskuit yang sudah dihancurkan. Tunggu sampai biskuit menyerap cairan, lalu aduk kembali sampai rata.

Kapan Perlu ke Dokter

Jika bayi tampak kesakitan saat BAB, perutnya kembung, atau tidak BAB lebih dari tiga hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak. Perhatikan juga tanda dehidrasi seperti mulut kering dan popok yang jarang basah.

Berikan MPASI dengan bahan buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian Si Kecil. Dengan variasi resep di atas, waktu makan bayi bisa tetap menyenangkan sekaligus menjaga pencernaannya lancar.

Berita Lainnya

Index