Populasi Motor Listrik Indonesia Tembus 280 Ribu Unit per Agustus 2026

Populasi Motor Listrik Indonesia Tembus 280 Ribu Unit per Agustus 2026
Kementerian Perindustrian mencatat populasi sepeda motor listrik di Indonesia mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026.

Kementerian Perindustrian mencatat populasi sepeda motor listrik di Indonesia sudah menembus 280.000 unit hingga Agustus 2026, angka yang naik signifikan dibanding capaian tahun lalu. Pertumbuhan ini diklaim tak lepas dari kepastian regulasi dari hulu ke hilir, mulai peta jalan manufaktur, insentif finansial, sampai ketentuan TKDN. Meski begitu, penetrasi motor listrik masih jauh tertinggal dari mobil listrik yang sudah menyentuh 16,8%.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat jumlah sepeda motor listrik yang beroperasi di Indonesia mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026. Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, di Kabupaten Bekasi.

Menurut Setia, lonjakan populasi kendaraan listrik roda dua ini tidak terjadi begitu saja. Pemerintah menyiapkan rangkaian regulasi yang mencakup kendaraan roda dua dan roda empat lewat skema Low Carbon Emission Vehicles (LCEV).

Regulasi Hulu-Hilir Jadi Pendorong Utama

Setia menyebut kepastian aturan sebagai faktor yang menstimulus pertumbuhan populasi kendaraan hijau. Regulasi yang dimaksud mencakup peta jalan manufaktur, insentif finansial, hingga ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kepastian regulasi sukses menstimulus lonjakan populasi kendaraan hijau di mana angka penggunaan sepeda motor listrik tercatat telah menembus 280.000 unit hingga Agustus 2026," kata Setia.

Dari sisi payung hukum, Kemenperin mengacu pada Peraturan Presiden maupun Peraturan Pemerintah. Implementasinya di lapangan dinilai berjalan baik dan menjadi pedoman bagi pelaku industri serta investor.

"Dari sisi regulasi, semua sudah komplit. Saat ini kami mengacu Perpres maupun PP dan implementasinya berjalan sangat baik sekali di lapangan. Ini menjadi pedoman kokoh bagi para pelaku industri dan investor," ujarnya.

Lonjakan Terbesar Terjadi 2023-2024

Jika ditarik sejak 2020 hingga kuartal III 2026, jumlah pengguna motor listrik terus meningkat. Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2023-2024, periode setelah pemerintah memberikan program insentif.

Setia membandingkan capaian tahun ini dengan tahun lalu dan menyebut pertumbuhannya cukup signifikan. Angka populasi dipastikan bertambah karena 2026 masih berjalan.

"Jika dibandingkan capaian tahun lalu, posisi pertumbuhan kita tahun ini sudah cukup naik signifikan dan angka ini dipastikan akan terus bertambah mengingat tahun 2026 masih berjalan," kata Setia.

Motor Listrik Masih Tertinggal dari Mobil Listrik

Untuk kendaraan roda empat listrik, Kemenperin mencatat penetrasi pasar secara akumulatif sudah mencapai 16,8% hingga Agustus 2026. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding motor listrik yang masih dalam tahap mencari bentuk terbaik di pasar domestik.

Pemerintah berharap Program Motor Listrik Nasional (Molinas) bisa mempercepat penetrasi motor listrik. Program ini menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk mendorong adopsi kendaraan roda dua listrik di dalam negeri.

Faktor yang Masih Menahan Pertumbuhan

Kemenperin melihat tren penggunaan kendaraan listrik masih akan tumbuh. Dua pendorongnya adalah perubahan pola pikir masyarakat dan tingginya ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global.

Namun, penetrasi motor listrik yang masih rendah dibanding mobil listrik menunjukkan ada pekerjaan rumah. Pasar roda dua domestik punya volume jauh lebih besar, tapi adopsi kendaraan listrik di segmen ini belum bergerak secepat yang diharapkan.

  • Populasi motor listrik: 280.000 unit hingga Agustus 2026
  • Penetrasi mobil listrik: 16,8% secara akumulatif hingga Agustus 2026
  • Lonjakan terbesar: periode 2023-2024 setelah program insentif
  • Regulasi acuan: Perpres, PP, skema LCEV, ketentuan TKDN
  • Program percepatan: Molinas (Motor Listrik Nasional)

Yang Perlu Diperhatikan

Angka 280.000 unit terdengar besar, tapi konteksnya penting. Pasar sepeda motor nasional selama ini dihitung dalam jutaan unit per tahun, sehingga pangsa motor listrik masih sangat kecil.

Kemenperin belum memerinci berapa target populasi hingga akhir 2026 maupun kontribusi masing-masing merek. Belum ada juga data soal sebaran pengguna di luar Jawa, yang biasanya jadi indikator apakah adopsi benar-benar merata atau masih terpusat di kota besar.

Berita Lainnya

Index