Mau Kurangi Gula? Jangan Setop Mendadak, Ini Saran Dokter Gizi

Mau Kurangi Gula? Jangan Setop Mendadak, Ini Saran Dokter Gizi
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan alasan tubuh lemas saat asupan gula dikurangi.

Banyak ibu yang niat mulai hidup sehat dengan memangkas asupan gula justru menyerah di tengah jalan karena badan lemas, pusing, dan mood naik-turun. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan kenapa tubuh bereaksi seperti itu dan bagaimana cara menguranginya pelan-pelan tanpa bikin badan drop.

Niat memangkas gula demi hidup lebih sehat sering kandas di hari ketiga. Kepala pusing, badan lemas, dan suasana hati kacau jadi alasan paling umum untuk kembali menyeruput minuman manis.

dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyebut reaksi itu bukan tanda tubuh rusak. Justru sebaliknya, tubuh sedang beradaptasi dengan kebiasaan baru yang belum pernah dialaminya.

Kenapa Badan Lemas Saat Gula Dikurangi

Selama ini tubuh terbiasa menerima pasokan gula instan setiap hari. Begitu asupan itu dipotong, tubuh butuh waktu menyesuaikan diri.

"Nah iya, karena kamu sudah kebiasaan ngasih gula instan ke dalam tubuhmu. Jadi pasti akan ada adaptasi dari tubuh, jadi kayak berontak nih. Yang tadinya biasa dapet gula instan, tapi tiba-tiba enggak ada gula," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

Reaksi inilah yang membuat banyak orang mengira dirinya sakit. Padahal lemas dan pusing adalah sinyal tubuh menuntut asupan yang selama ini jadi kebiasaan.

Jangan Setop Total dalam Semalam

Kesalahan paling sering terjadi adalah menghentikan gula sekaligus. dr Yaze menegaskan cara ini justru bikin tubuh syok dan akhirnya menyerah di tengah jalan.

"Jadi tipsnya kadar gulanya dikurangin dikit-dikit, jadi bukan berarti langsung enggak dikasih gula seharian. Udah pasti akan lemes, lemes, terus enggak mood," jelasnya.

Untuk penggemar kopi atau minuman manis harian, tetap boleh menikmatinya asal kadar gulanya diturunkan bertahap. Kompromi dengan tubuh jauh lebih efektif daripada memaksa berhenti total.

Cara Bertahap yang Bisa Ibu Coba di Rumah

dr Yaze membagikan trik sederhana untuk memulai. Turunkan kadar gula secara berkala, misalnya setiap tiga hari sekali.

"Setiap hari misalnya tiga hari sekali dikurangin, yang tadinya normal jadi 70 persen, tiga hari kemudian jadi 50 persen," paparnya.

Pola ini memberi tubuh ruang menyesuaikan diri tanpa memicu lemas berlebih. Kalau sudah terbiasa, ibu bisa lanjut menurunkan porsi gula hingga level yang diinginkan.

Menikmati kopi dengan susu dan krimer sesekali juga masih diperbolehkan. Batasi frekuensinya, misalnya seminggu sekali, supaya tidak kembali ke kebiasaan lama.

Kapan Perlu Waspada

Lemas dan pusing ringan saat awal mengurangi gula umumnya hilang setelah tubuh beradaptasi. Namun, kalau keluhan berlanjut sampai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Ibu yang punya kondisi tertentu seperti diabetes atau sedang hamil perlu pendampingan tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan. Jangan mengandalkan informasi dari media sosial saja.

Kunci Sukses Ada di Konsistensi

dr Yaze menekankan pentingnya kompromi dengan kondisi tubuh. Menghentikan gula mendadak sering jadi pemicu utama seseorang balik ke kebiasaan lama.

"Jadi bukan berarti tiba-tiba langsung di-stop. Karena aku juga kalau tiba-tiba stop gula, pusing kepalanya, akhirnya jadi menyerah," tambahnya.

Mengurangi gula bukan soal seberapa cepat, tapi seberapa lama ibu bisa bertahan. Mulai dari porsi kecil, turunkan bertahap, dan biarkan tubuh menyesuaikan diri dengan ritmenya sendiri.

Berita Lainnya

Index