Hutama Karya Perkuat Koordinasi Percepatan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin

Hutama Karya Perkuat Koordinasi Percepatan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin

SUMATRA BARAT – Upaya mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatra Barat terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) rencana pembangunan ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin yang digelar PT Hutama Karya (Persero) bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Selasa (14/7).

Forum tersebut menjadi ajang koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh tahapan perencanaan berjalan selaras. Berbagai aspek dibahas secara menyeluruh, mulai dari penentuan trase jalan tol, kesiapan pengadaan tanah, persoalan teknis, sosial, hingga dampak terhadap lingkungan.

Selain menyamakan persepsi antarinstansi, pertemuan ini juga diarahkan untuk mempercepat proses perencanaan sebelum proyek memasuki tahap yang lebih rinci.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatra Barat Medi Iswandi mewakili Gubernur Sumatra Barat, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat Dedie Tri Hariyadi, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Barat Teddi Guspriadi, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat Hartono, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, Bupati Agam Benni Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, beserta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Dari hasil pembahasan, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah lanjutan sebagai bagian dari percepatan proyek. Langkah tersebut mencakup penyempurnaan trase berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, pendalaman dokumen pengadaan tanah, identifikasi aset negara maupun kawasan hutan yang berpotensi terdampak, hingga penyelarasan dengan rencana tata ruang dan pengembangan wilayah di setiap daerah yang dilalui jalan tol.

Dukungan terhadap pembangunan ruas tersebut juga disampaikan pemerintah daerah. Jalan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin dinilai sebagai infrastruktur strategis yang dapat memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi logistik, meningkatkan daya saing wilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Sumatra Barat.

Di sisi lain, Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat menyatakan siap memberikan pendampingan hukum dalam proses pengadaan tanah agar seluruh tahapan dapat berlangsung sesuai aturan dan mengedepankan prinsip akuntabilitas.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan, pembangunan ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin merupakan kelanjutan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera di Sumatra Barat setelah beroperasinya Jalan Tol Padang–Sicincin. Menurutnya, proyek tersebut akan memperkuat konektivitas kawasan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Monitoring dan evaluasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh aspek perencanaan dapat diselesaikan secara matang melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait, kami optimistis proses perencanaan dapat berjalan lebih efektif sehingga pembangunan ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin dapat segera direalisasikan. Kehadiran ruas ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik, mendukung pengembangan kawasan, serta memperkuat konektivitas di Sumatra Barat sebagai bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera," ujar Iwan.

Ia menambahkan, Hutama Karya akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian pada setiap tahapan perencanaan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan konstruksi, keberlanjutan lingkungan, serta proses pengadaan tanah yang dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

"Ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin nantinya akan melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumatra Barat dan terintegrasi dengan Jalan Tol Padang – Sicincin yang telah beroperasi. Kehadirannya diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan efisiensi biaya logistik, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, serta membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi, kawasan industri, dan destinasi wisata unggulan di Sumatra Barat," tutup Iwan.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait, pembangunan ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin diharapkan dapat segera memasuki tahapan berikutnya. Ruas ini diharapkan menjadi pengungkit pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatra Barat sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. (Rls/dep)

#Nasional

Index

Berita Lainnya

Index