Serunya Wisata Petik Melon di Evergreen House, Destinasi Agrowisata Baru di Pekanbaru

Serunya Wisata Petik Melon di Evergreen House, Destinasi Agrowisata Baru di Pekanbaru

SUASANA pagi di Evergreen House terasa berbeda dari hiruk-pikuk Kota Pekanbaru. Deretan rumah tanaman atau greenhouse berlapis plastik bening berdiri rapi di tengah hamparan hijau. 

Di dalamnya, tanaman melon merambat tertata, sementara buah-buah bulat menggantung dengan pola jala yang mulai sempurna. Udara terasa segar, berpadu dengan aroma tanaman dan aliran air hidroponik yang terus bergerak.

Tempat ini adalah Evergreen House, sebuah agrowisata melon hidroponik yang berada di Jalan Pesantren, Pekanbaru. Saat ini, tempat tersebut mulai dikenal sebagai destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman rekreasi sekaligus kuliner buah segar.

Di Evergreen House, pengunjung tidak hanya melihat kebun buah. Mereka juga bisa berjalan santai di dalam greenhouse, belajar tentang cara menanam melon, hingga memetik buah langsung dari pohonnya. Melon yang dipetik bisa langsung dibeli dan dinikmati dalam kondisi segar.

Briliani, salah satu pengelola Evergreen House yang bertugas di bagian administrasi, mengatakan tempat ini berawal dari hobi pemiliknya yang menyukai buah dan dunia tanaman. Dari ketertarikan itu muncul ide untuk membuat kebun yang tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga bisa menjadi tempat wisata.

“Pilihan wisata di Pekanbaru masih terbatas. Kami ingin menghadirkan tempat yang dekat dengan alam dan bisa dinikmati keluarga,” ujarnya.

Evergreen House mulai dibangun pada Juni 2025. Setelah menyiapkan greenhouse dan instalasi hidroponik, tempat ini mulai beroperasi pada Oktober 2025. Wisata petik melon pertama kali dibuka untuk umum pada Desember 2025.

Salah satu daya tarik tempat ini adalah sistem budidaya yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung. Tanaman melon tidak ditanam di tanah, tetapi menggunakan sistem hidroponik seperti NFT (nutrient film technique) dan dutch bucket. Nutrisi tanaman dialirkan melalui pipa sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Dengan cara ini, satu tanaman bisa menghasilkan lebih dari satu buah. Pengunjung juga bisa melihat langsung proses menanam melon, mulai dari penyemaian biji menggunakan rockwool, pemindahan bibit ke instalasi hidroponik, hingga proses penyerbukan.

Biasanya melon siap dipanen sekitar 75 hari setelah ditanam.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau membeli buah, tapi juga bisa belajar bagaimana cara menanam melon,” kata Briliani.

Jenis melon yang ditanam di Evergreen House juga cukup beragam. Dalam satu periode tanam, ada lebih dari lima varietas melon yang ditanam. Bibitnya berasal dari berbagai negara, mulai dari lokal, Thailand, Vietnam, Jepang hingga Eropa.

Saat musim panen, pengunjung bisa memilih melon langsung di pohonnya. Pengelola juga menjelaskan cara memilih buah yang matang, mulai dari melihat tekstur kulit hingga aromanya.

Menurut Briliani, sejak panen pertama, minat masyarakat cukup tinggi. Banyak pengunjung datang bersama keluarga.

“Kebanyakan yang datang ibu-ibu dan keluarga. Mereka senang karena bisa memetik melon sendiri,” jelasnya.

Menariknya, hingga saat ini Evergreen House belum memberlakukan tiket masuk. Pengunjung hanya membayar melon yang dipetik. Namun ke depan, pengelola mempertimbangkan penerapan retribusi ringan untuk menjaga tanaman dan kenyamanan pengunjung.

Ke depan, Evergreen House ingin terus mengembangkan konsep agrowisata dengan menambah berbagai jenis tanaman dan buah. Konsepnya seperti “swalayan buah hidup”, di mana pengunjung bisa memetik buah segar langsung dari kebunnya.

Selain wisata keluarga, tempat ini juga terbuka untuk kunjungan sekolah, mahasiswa, hingga instansi yang ingin belajar tentang pertanian modern.

Dengan suasana yang asri dan pengalaman memetik buah langsung dari kebun, Evergreen House kini menjadi salah satu pilihan wisata alam dan kuliner segar yang menarik di Pekanbaru. (***)

#Wisata

Index

Berita Lainnya

Index