King Nassar menggelar konser tunggal bertajuk King Nassar: Lost in The Jungle di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Sepanjang pertunjukan, penyanyi dangdut itu berganti kostum sekitar 12 kali, dengan salah satu busana disebut berbobot kurang lebih 10 kilogram. Kolaborasi busananya melibatkan dua desainer, Olif and Hers serta Ivan Gunawan.
Perubahan kostum yang begitu sering bukan tanpa alasan. Nassar menyebut penonton yang sudah membeli tiket harus mendapat pengalaman yang sepadan.
"Seperti yang kalian lihat tadi, baju ganti, terus-menerus ganti. Kenapa begitu? Karena memang aku tuh selalu memikirkan gimana caranya teman-teman yang nonton semuanya beli tiket happy," ujar Nassar saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Kolaborasi Dua Desainer di Panggung
Nassar merancang busana konsernya bersama dua nama di industri mode, yakni Olif and Hers dan Ivan Gunawan. Keduanya disebut terlibat langsung dalam penyiapan tampilan panggung.
"Kurang lebih segitu. Dan kolaborasi sama dua desainer kan, Mbak Olive dan Kak Igun. Jadi mereka juga luar biasa, Olif and Hers dan Ivan Gunawan," katanya.
Saat ditanya jumlah pasti kostum, Nassar sendiri mengaku tak menghitungnya secara rinci. "Tadi itu kostumnya berapa ya? Banyak pokoknya mah," sambungnya.
Jubah Ivan Gunawan hingga Busana Berbobot 10 Kg
Ada tiga busana yang disebut paling berat dipakai, yakni baju merak, kostum berhias lampu, dan jubah rancangan Ivan Gunawan. Namun busana untuk lagu terakhir buatan Olif and Hers justru menjadi yang paling berat.
"Itu bajunya Olif and Hers. Itunya berat banget, bajunya berat. Iya. Itu pokoknya ada kali 10 kilo. Ini sama baju, karena kan mau kaca asli, karena request-nya harus yang shiny banget, jadi harus pakai kaca asli," jelasnya.
Meski berbobot, Nassar mengaku tetap leluasa bergoyang di atas panggung sepanjang pertunjukan.
Soal Biaya Kostum: Tak Memaksakan Diri
Berbicara soal anggaran busana, Nassar menegaskan tidak memaksakan diri mengeluarkan biaya besar. Baginya, kemewahan kostum bukan ukuran utama sebuah konser.
"Aku mah enggak pernah gaya-gaya mahal-mahal. Kalau yang mahal, aku bilang mahal. Kalau enggak, enggak. Gitu aja. Enggak semuanya harus ratusan juta, kita kan nyari duitnya juga setengah mati. Biasa-biasa aja," ungkapnya.
Harapan Nassar untuk Penonton
Di balik puluhan kostum dan properti panggung, Nassar menaruh harapan sederhana pada konser tunggalnya. Ia ingin penonton pulang dengan perasaan senang.
"Dan happy banget aku tadi. Itu, aduh, aku tuh luar biasa sampai enggak bisa ngomong karena wow, aku bilang tuh, Alhamdulillah," tutupnya.
Konser tunggal di Istora Senayan menjadi penanda tersendiri bagi Nassar di industri musik dangdut Indonesia, yang belakangan makin sering memadukan pertunjukan musik dengan tata panggung dan kostum berskala besar.