Pemberian pisang atau nasi lumat kepada bayi yang belum genap 6 bulan masih sering dilakukan karena dianggap aman dan turun-temurun. Dokter spesialis anak mengingatkan kebiasaan ini bisa melukai saluran cerna bayi, bahkan berujung operasi. Simak alasan medis dan tanda bahayanya.
Prof Dr dr Pramita Gayatri, Sp.A, Subsp.GH (K) menyoroti kebiasaan memberi makan bayi sebelum usia 6 bulan yang masih terjadi di sejumlah daerah. Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi itu menegaskan bayi baru lahir sampai usia 6 bulan seharusnya hanya mendapat ASI atau susu formula.
Praktik pemberian pisang, nasi lumat, hingga makanan yang dilumatkan di mulut orang tua atau nenek disebutnya masih ditemui. Padahal organ pencernaan bayi belum siap mengolah makanan selain ASI.
Mengapa Pisang Dianggap Aman Padahal Berisiko
Kebiasaan ini kerap berakar dari tradisi keluarga. Banyak orang tua dan nenek meyakini pisang atau nasi lembut tidak akan melukai lambung bayi, terutama saat bayi menangis dan dianggap kelaparan.
Anggapan itu tidak sejalan dengan kondisi medis bayi. Sistem pencernaan bayi di bawah 6 bulan belum berkembang sempurna, sehingga tidak mampu memproses makanan padat dengan baik.
Dampak Serius pada Saluran Cerna Bayi
Pemberian makanan terlalu dini dapat memicu gangguan saluran cerna. Pada kondisi berat, bayi bisa mengalami sumbatan atau luka pada usus yang berisiko mengancam nyawa.
Prof Pramita menyebut kasus terparah bisa berujung tindakan operasi. Komplikasi ini muncul karena usus bayi belum siap mencerna tekstur makanan padat.
"Sebaiknya bayi ketika lahir sampai usia enam bulan diberikan ASI atau diberikan susu formula. Namun ada beberapa daerah di mana biasanya dilakukan oleh nenek dari bayi diberikan pisang paling sering, kemudian bisa juga nasi dan sebagainya. Saya mengimbau agar hal itu tidak dilakukan lagi," ujar Prof Pramita di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Cara Pemberian yang Sering Ditemui di Rumah
Dokter yang berpraktik di RSCM Jakarta itu menyebut sejumlah cara pemberian yang berisiko. Ada yang menyendokkan pisang langsung ke mulut bayi, ada pula yang melumatkan nasi di mulut nenek sebelum diberikan kepada bayi.
Cara-cara tersebut meningkatkan risiko kontaminasi dan memperbesar peluang bayi mengalami gangguan pencernaan. Bayi juga belum memiliki refleks menelan yang matang untuk tekstur padat.
Kapan Waktu Tepat Memulai MPASI
Masa MPASI idealnya dimulai saat bayi memasuki usia 6 bulan. Sampai waktu itu, ASI atau susu formula sudah mencukupi kebutuhan gizi bayi.
Jika bayi tampak sering menangis atau menyusu lebih sering, itu bukan otomatis tanda kelaparan yang perlu diatasi dengan makanan padat. Konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan penyebabnya.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Orang tua perlu segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda seperti muntah berulang, perut kembung keras, bayi menolak menyusu, atau rewel terus-menerus setelah diberi makanan.
Gejala sumbatan usus bisa berupa muntah hijau, tidak buang air besar dalam waktu lama, dan lemah. Kondisi ini butuh penanganan medis cepat, bukan ditangani sendiri di rumah.
Menghentikan kebiasaan memberi makan sebelum waktunya adalah langkah paling sederhana untuk melindungi saluran cerna bayi. Diskusikan dengan dokter anak soal jadwal MPASI yang tepat sesuai kondisi si kecil.