Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi November 2026, Ini Daftarnya

Selasa, 03 November 2026 | 08:42:31 WIB
Pertamina Patra Niaga menahan harga BBM nonsubsidi untuk periode November 2026.

PT Pertamina Patra Niaga memutuskan tidak menyesuaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi untuk periode November 2026. Keputusan menahan harga Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex diumumkan dengan alasan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Bagi konsumen, kebijakan ini berarti harga di sejumlah wilayah dengan pajak bahan bakar 5 persen tetap seperti periode sebelumnya.

Kebijakan harga itu disampaikan langsung oleh manajemen Pertamina Patra Niaga. VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan, penyesuaian harga nonsubsidi belum dilakukan karena perusahaan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Pernyataan itu merujuk pada keterangan resmi yang disampaikan Kamis (1/10/2026).

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi tersebut.

Dengan keputusan itu, harga BBM nonsubsidi Pertamina untuk November 2026 masih mengacu pada patokan yang berlaku per 2 September 2026. Patokan tersebut dipakai untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya.

Rincian Harga per Jenis BBM

Untuk Pertamax Turbo, harga dipatok Rp19.600 per liter. Angka itu naik dari posisi sebelumnya Rp18.300 per liter. Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green 95 yang kini dijual Rp19.150 per liter, dari sebelumnya Rp16.600 per liter.

Di segmen diesel, Dexlite dibanderol Rp23.700 per liter setelah sebelumnya Rp19.700 per liter. Pertamina Dex mencatat lonjakan paling tajam, yakni menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.

Perlu dicatat, daftar tersebut berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen. Di daerah dengan tarif pajak berbeda, harga jual di SPBU bisa menyesuaikan sesuai ketentuan pemerintah daerah setempat.

Alasan Pertamina Menahan Harga

Keputusan menahan harga nonsubsidi bukan tanpa pertimbangan. Pertamina menyebut faktor kondisi masyarakat menjadi alasan utama, di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang kerap memengaruhi biaya pengadaan.

Langkah ini juga menjaga daya beli konsumen kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM nonsubsidi. Sebab, kenaikan harga di segmen ini langsung berdampak pada biaya operasional harian, terutama bagi pengemudi dan usaha logistik.

Posisi di Tengah Persaingan SPBU Swasta

Pertamina bukan satu-satunya operator yang menjual BBM nonsubsidi. Shell, BP, dan Vivo juga bersaing di segmen yang sama dengan harga masing-masing. Keputusan Pertamina menahan harga menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar ritel bahan bakar masih ketat.

Harga yang stabil memberi kepastian bagi konsumen untuk merencanakan pengeluaran bahan bakar. Namun, karena patokan yang dipakai masih mengacu pada September 2026, ada kemungkinan penyesuaian dilakukan bila kondisi pasar berubah signifikan.

Pertamina belum membeberkan kapan evaluasi harga berikutnya akan dilakukan. Yang jelas, hingga November 2026, konsumen masih bisa membeli Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex dengan harga yang sama seperti periode sebelumnya.

Terkini