SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Wajah kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, bakal semakin modern. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana menata ulang bundaran di depan Mal Pekanbaru (MP) dengan konsep yang terinspirasi dari persimpangan Shibuya di Jepang.
Penataan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026. Selain mempercantik wajah kota, pembenahan juga diarahkan untuk membuat kawasan persimpangan lebih tertata dan mendukung kelancaran lalu lintas.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bundaran depan Mal Pekanbaru akan menjadi salah satu kawasan yang mendapat sentuhan baru.
"Itu kita bangun satu lagi di simpang depan MP. Itu akan kita baguskan. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai," kata Agung, Minggu (1/11/2026).
Menurut Agung, konsep yang diusung mengadopsi suasana persimpangan Shibuya di Jepang. Salah satu daya tariknya adalah keberadaan videotron berukuran besar yang akan memberikan kesan modern pada kawasan perkotaan.
U-Turn Diperlebar, Pos Polisi Dimundurkan
Penataan bundaran tidak hanya berfokus pada estetika. Pemko Pekanbaru juga merencanakan sejumlah perubahan pada fasilitas pendukung lalu lintas.
Salah satunya dengan memperlebar area putaran balik kendaraan atau U-turn di sekitar bundaran.
Langkah tersebut diharapkan membuat kawasan persimpangan lebih tertata. Pos polisi yang berada di sekitar lokasi juga akan dimundurkan agar ruang kawasan terlihat lebih lapang.
Selain itu, Pemko Pekanbaru berencana membangun pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Keberadaan pos tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan ketertiban umum. Terutama karena kawasan itu masih menghadapi persoalan sosial, seperti keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta gelandangan dan pengemis (gepeng).
Dengan penataan tersebut, kawasan depan Mal Pekanbaru diharapkan tidak hanya memiliki tampilan lebih menarik, tetapi juga lebih tertib.
Tidak Menggunakan APBD, Didukung Pihak Swasta
Hal menarik lainnya, penataan bundaran depan Mal Pekanbaru tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru.
Pemko menggandeng pihak swasta, terutama manajemen Mal Pekanbaru, untuk mendukung pembenahan kawasan tersebut.
Agung mengapresiasi keterlibatan pihak swasta yang ikut berkontribusi mempercantik wajah Kota Pekanbaru.
"Ini tanpa APBD, dibantu oleh Mal Pekanbaru. Kita berterima kasih banyak kepada pihak yang ikut antusias. Mereka ingin kawasan di depan tempat usaha mereka terlihat bagus, sehingga tertarik untuk ikut membenahinya," ujarnya.
Selain dukungan Mal Pekanbaru, Bank Mandiri yang berada tidak jauh dari persimpangan tersebut juga turut menyiapkan videotron.
Kehadiran layar digital itu menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Jalan Jenderal Sudirman agar memiliki tampilan lebih modern.
Jalan Sudirman Diarahkan Menjadi Kawasan Videotron
Penataan bundaran depan Mal Pekanbaru juga menjadi bagian dari rencana Pemko memperbarui tampilan koridor Jalan Jenderal Sudirman.
Agung menyebutkan, pemerintah kota ingin mengurangi penggunaan baliho konvensional yang menggunakan konstruksi besi.
Sebagai gantinya, kawasan tersebut diarahkan menggunakan media digital berupa videotron.
"Konsepnya seperti persimpangan Shibuya di Jepang, karena ada videotron. Nanti Bank Mandiri di dekat simpang itu juga menyiapkan videotron. Jadi, Jalan Sudirman tidak ada lagi menggunakan baliho yang pakai besi, semuanya sudah menggunakan videotron," jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan membuat kawasan pusat kota terlihat lebih modern sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih tertata.
Sebelumnya Dirancang dengan Sentuhan Budaya Melayu
Rencana revitalisasi Bundaran Mal Pekanbaru sebenarnya sudah disampaikan Pemko sejak awal 2026.
Dalam pemberitaan resmi Pemko Pekanbaru pada 5 Maret 2026, Agung Nugroho menyebut pembangunan bundaran direncanakan dimulai awal April 2026.
Saat itu, konsep yang disiapkan mengusung budaya Melayu. Bundaran juga direncanakan dilengkapi air mancur dan area untuk berfoto.
Pemko menggandeng pihak Mal Pekanbaru dengan perkiraan anggaran pembangunan hampir Rp3 miliar. Anggaran tersebut berasal dari dukungan pihak swasta, bukan APBD.
Kini, dalam keterangan terbaru pada 1 November 2026, Agung menyampaikan konsep modern yang terinspirasi dari Shibuya Jepang, dengan penekanan pada videotron dan pembenahan kawasan persimpangan.
Perkembangan konsep ini menjadi bagian menarik dari rencana penataan wajah Kota Pekanbaru.
Jika terealisasi sesuai target, bundaran depan Mal Pekanbaru berpotensi menjadi salah satu titik baru yang memperkuat identitas kawasan perkotaan di Jalan Jenderal Sudirman.
Namun, selain tampilan yang menarik, kelancaran lalu lintas, ketertiban kawasan, dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam penataan tersebut. (***)
Tag : Pekanbaru, Mal Pekanbaru, Bundaran Mal Pekanbaru, Agung Nugroho, Shibuya Jepang, Videotron Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Pemko Pekanbaru.