5 Wisata di Riau yang Sedang Naik Daun, Ada Danau Tosca hingga Green Canyon Kampar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:53:37 WIB

PEKANBARU – Provinsi Riau memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang semakin menarik perhatian wisatawan. Tidak hanya menawarkan pemandangan alam, beberapa tempat juga menghadirkan pengalaman unik yang ramai dibagikan melalui media sosial.

Mulai dari danau berwarna hijau toska, panorama gugusan pulau dari atas bukit, hingga sungai yang diapit tebing batu menjulang. Semuanya bisa ditemukan di Riau.

Sejumlah destinasi tersebut berada di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Lokasinya relatif bisa dijangkau untuk perjalanan akhir pekan dari Pekanbaru.

Perkembangan media sosial turut membantu memperkenalkan destinasi wisata tersebut kepada masyarakat luas. Foto, video perjalanan, hingga ulasan pengunjung membuat tempat-tempat yang sebelumnya belum banyak dikenal semakin mudah ditemukan wisatawan.

Berikut lima destinasi wisata di Riau yang menarik untuk masuk daftar perjalanan.

1. Danau Tosca Pa Ali, Wisata dengan Kano Transparan di Pekanbaru

Danau Tosca yang berada di kawasan Panorama Alam Impian Pa Ali, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian wisatawan.

Keunikan tempat ini terletak pada warna air danau yang terlihat hijau toska. Pemandangan tersebut semakin menarik dengan keberadaan pepohonan rindang di sekelilingnya.

Salah satu aktivitas yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah menaiki kano transparan. Wisatawan bisa menikmati pemandangan danau sekaligus mengabadikan foto dari atas perahu.

Riau Pos dalam pemberitaannya pada Desember 2025 menyebutkan Danau Tosca mulai ramai dibicarakan di media sosial.

Pengelola juga menyampaikan adanya peningkatan jumlah pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru. Dari sebelumnya sekitar 300–400 orang per hari, jumlahnya disebut meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang.

Destinasi ini juga masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2026 kategori destinasi kreatif.

Bagi masyarakat Pekanbaru, Danau Tosca bisa menjadi pilihan untuk menikmati wisata air tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.

2. Ulu Kasok, Panorama yang Dijuluki Raja Ampat-nya Riau

Jika ingin menikmati pemandangan alam dari ketinggian, Ulu Kasok di Kecamatan XIII Koto Kampar bisa menjadi pilihan.

Destinasi ini terkenal dengan panorama gugusan bukit yang terlihat seperti pulau-pulau kecil di tengah danau.

Pemandangan tersebut membuat Ulu Kasok mendapat julukan Raja Ampat-nya Riau.

Dari puncak bukit, pengunjung dapat melihat hamparan air Waduk PLTA Koto Panjang yang dikelilingi perbukitan hijau.

Keindahannya semakin terasa saat pagi dan sore hari. Cahaya matahari yang menyinari permukaan danau menciptakan pemandangan menarik untuk diabadikan.

Ulu Kasok juga banyak diperkenalkan melalui konten perjalanan para blogger dan kreator wisata.

Salah satunya melalui tulisan perjalanan Ines Yolanda yang dipublikasikan IndoConnect pada Mei 2026. Ia menggambarkan Ulu Kasok sebagai destinasi dengan panorama yang menarik, sekaligus menawarkan pengalaman menikmati alam jauh dari keramaian kota.

Dari Pekanbaru, perjalanan menuju kawasan ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam, bergantung kondisi lalu lintas.

Pengunjung juga perlu berjalan kaki atau menggunakan jasa transportasi lokal untuk mencapai titik pandang di atas bukit.

3. Sungai Gulamo, Green Canyon Tersembunyi di Kampar

Kabupaten Kampar juga memiliki destinasi alam yang menawarkan pengalaman petualangan, yakni Sungai Gulamo.

Lokasinya berada di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Sungai ini dikenal dengan julukan Green Canyon-nya Riau karena memiliki tebing batu tinggi yang mengapit aliran air.

Warna air sungai yang terlihat hijau berpadu dengan pepohonan rindang dan bebatuan alami.

Untuk mencapai lokasi utama, pengunjung harus menggunakan perahu motor dari kawasan Danau PLTA Koto Panjang.

Perjalanan menyusuri danau menjadi bagian dari pengalaman wisata sebelum memasuki kawasan sungai yang diapit tebing.

Di sepanjang jalur tersebut, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam dan sejumlah air terjun kecil.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar juga memasukkan Gulamo sebagai salah satu destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik unggulan.

Dokumentasi perjalanan menuju Gulamo turut tersedia melalui kanal video pariwisata Pemerintah Provinsi Riau dan konten komunitas wisata.

Karena aksesnya membutuhkan perjalanan menggunakan perahu, pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu atau pengelola lokal.

Kondisi cuaca dan debit air juga perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan.

4. Taman Wisata Alam Buluh Cina, Bisa Melihat Gajah Sumatera

Bagi wisatawan yang menyukai suasana hutan dan satwa, Taman Wisata Alam Buluh Cina di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, bisa menjadi alternatif.

Kawasan ini menawarkan suasana hutan tropis, danau alami, serta pengalaman mengenal gajah Sumatera.

Kehadiran gajah menjadi salah satu daya tarik yang membedakan Buluh Cina dari destinasi wisata lainnya.

Pengunjung bisa menikmati suasana alam, bersantai di sekitar danau, dan melihat aktivitas gajah binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sesuai ketentuan pengelola.

Destinasi ini kembali mendapat perhatian melalui pemberitaan Selaras Riau pada 27 Oktober 2026.

Dalam laporan tersebut, seorang pengunjung bernama Yessy Olivia menceritakan pengalamannya yang sudah dua kali datang ke Buluh Cina.

Ia mengaku menyukai suasana kawasan yang nyaman dan kesempatan melihat gajah Sumatera.

Selain wisata alam, Buluh Cina juga memiliki daya tarik budaya melalui tradisi Pacu Sampan.

Pada 23–27 Oktober 2026, desa ini menjadi lokasi penyelenggaraan Pacu Sampan Buluh Cina yang memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Kampar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan tradisi lokal sebagai daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dengan perpaduan wisata alam, konservasi, dan budaya, Buluh Cina memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga.

5. Danau Rusa, Menikmati Wisata Air di Waduk PLTA Koto Panjang

Destinasi berikutnya adalah Danau Rusa yang berada di kawasan XIII Koto Kampar.

Objek wisata ini menawarkan pemandangan waduk PLTA Koto Panjang dengan hamparan perbukitan di sekelilingnya.

Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga bisa mencoba berbagai aktivitas wisata air.

Salah satu fasilitas yang pernah diperkenalkan di kawasan ini adalah wahana jetski.

RRI dalam pemberitaan Mei 2025 menyebutkan Danau Rusa terus dikembangkan dengan penambahan fasilitas rekreasi, termasuk permainan air dan sarana pendukung wisata.

Pengunjung juga dapat menikmati aktivitas berperahu, memancing, hingga berkemah di kawasan sekitar danau.

Bagi wisatawan dari Pekanbaru, perjalanan menuju Danau Rusa dapat menjadi pilihan untuk mengisi liburan akhir pekan.

Namun, sebelum berangkat, sebaiknya pastikan ketersediaan wahana dan kondisi operasional kepada pengelola.

Kunjungan Wisata di Riau Menunjukkan Potensi Besar

Meningkatnya perhatian terhadap sejumlah destinasi wisata tersebut sejalan dengan perkembangan sektor pariwisata di Riau.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru mencatat 836.827 kunjungan wisatawan sepanjang Januari hingga April 2026.

Jumlah tersebut didominasi wisatawan nusantara sebanyak 836.593 kunjungan.

Angka ini menunjukkan Pekanbaru memiliki pasar wisata domestik yang besar. Destinasi alam, wisata keluarga, sejarah, budaya, hingga religi menjadi bagian dari pilihan perjalanan masyarakat.

Di tingkat provinsi, BPS Riau juga mencatat 23.144 kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2026.

Capaian tersebut meningkat 3,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sektor pariwisata Riau masih memiliki ruang untuk berkembang.

Media Sosial Ikut Memperkenalkan Destinasi Wisata

Perkembangan media sosial turut mengubah cara masyarakat menemukan tempat wisata.

Jika sebelumnya wisatawan banyak mengandalkan rekomendasi keluarga atau informasi dari agen perjalanan, kini foto dan video di Instagram, TikTok, YouTube, serta blog perjalanan menjadi referensi baru.

Danau Tosca misalnya, mendapat perhatian setelah foto dan video kano transparan serta air berwarna hijau toska ramai dibagikan pengunjung.

Ulu Kasok juga banyak diperkenalkan melalui konten perjalanan yang menampilkan panorama gugusan pulau dari atas bukit.

Sementara Sungai Gulamo menawarkan materi visual yang berbeda melalui perjalanan perahu menyusuri tebing batu.

Konten semacam ini dapat membantu destinasi lokal menjangkau wisatawan dari luar daerah.

Namun, promosi wisata perlu dibarengi informasi yang akurat mengenai akses jalan, biaya perjalanan, fasilitas, keselamatan, dan kondisi destinasi.

Dengan begitu, wisatawan tidak hanya tertarik melihat foto dan video, tetapi juga mendapatkan pengalaman perjalanan yang sesuai harapan.

Lima destinasi tersebut memperlihatkan bahwa Riau memiliki pilihan wisata yang beragam. Mulai dari rekreasi keluarga hingga petualangan alam, semuanya bisa menjadi alternatif liburan tanpa harus selalu bepergian ke provinsi tetangga. (*)

Terkini