Kaspersky Ungkap Situs Palsu iPhone Duo Incar Pembeli FOMO

Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:45:31 WIB
Kaspersky menemukan jaringan situs palsu yang menawarkan iPhone Duo dengan diskon hingga 25 persen.

Kaspersky menemukan jaringan situs palsu yang menawarkan iPhone Duo dengan diskon hingga 25 persen untuk menjerat calon korban. Penipu meniru tampilan visual Apple dan memasang timer 30 menit agar pembeli terburu-buru bertransaksi tanpa verifikasi. Modus ini menyasar pembeli flagship yang daya belinya tinggi dan lebih mungkin menyerahkan data pribadi.

Penjahat online memanfaatkan peluncuran iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple, untuk menjalankan kampanye penipuan lewat situs web tiruan. Salah satu situs berbahasa Inggris meniru gaya visual Apple dan menawarkan diskon 25 persen untuk produk flagship tersebut.

Halaman penipuan itu juga menampilkan hitungan mundur 30 menit sebelum penawaran berakhir. Tekanan waktu sengaja dipasang agar calon korban kehilangan kesempatan memverifikasi keaslian toko.

Bagaimana Modus Penipuan Bekerja

Kaspersky mencatat situs palsu tidak langsung meminta informasi pembayaran pada tahap awal. Pelanggan diberi tahu akan dihubungi manajer yang mengatur pengiriman, sehingga transaksi berlanjut ke komunikasi pribadi.

Pola serupa muncul dalam versi lain yang memungkinkan pengunjung memilih bahasa dan mata uang. Temuan ini menunjukkan operasi penipuan menyasar target lintas negara, bukan hanya pengguna berbahasa Inggris.

Kaspersky juga menemukan situs berbahasa Portugis yang sejak awal mengarahkan korban ke aplikasi percakapan. Calon korban diminta menyerahkan nomor telepon dan email dengan alasan pengecekan ketersediaan produk.

Mengapa Pembeli Flagship Jadi Sasaran

Analis konten web di Kaspersky, Olga Altukhova, menjelaskan penipu bergerak cepat setiap kali perangkat unggulan diluncurkan. Sensasi peluncuran menciptakan urgensi, dan urgensi menurunkan kewaspadaan calon korban.

"Kampanye penipuan ini dirancang agar terlihat kredibel, lalu menggiring target ke dalam komunikasi pribadi sebelum mereka sempat melakukan verifikasi apa pun," kata Olga dalam keterangan resminya, Selasa (27/10).

Menurut Olga, pembeli perangkat unggulan adalah target menguntungkan karena sudah bersedia mengeluarkan uang besar. Kelompok ini lebih mungkin membagikan data pribadi atau informasi pembayaran.

Data yang sudah terkumpul tetap bisa disalahgunakan meski korban tidak menyelesaikan pembayaran. Skema semacam ini kerap menjadi langkah awal penipuan lain yang berujung kerugian finansial.

"Itulah sebabnya penawaran diskon tidak resmi, sistem pemesanan awal (pre-order), atau layanan 'cek ketersediaan' harus diwaspadai sebagai tanda bahaya," tegas Olga.

Cara Aman Bertransaksi Daring

Kaspersky membagikan sejumlah langkah yang bisa dijalankan calon pembeli untuk menghindari modus serupa:

  1. Beli produk baru hanya melalui toko resmi dan tepercaya.
  2. Periksa keaslian situs sebelum memasukkan data pribadi, termasuk format URL dan ejaan nama organisasi.
  3. Gunakan solusi keamanan andal atau extension yang mendeteksi toko penipuan dan memblokir tautan phishing.
  4. Amankan informasi pembayaran dengan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran tertentu saat transaksi daring.
  5. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun dan aplikasi keuangan, lalu periksa riwayat transaksi secara berkala.

Konteks bagi Pengguna di Indonesia

iPhone Duo belum memiliki jadwal resmi masuk pasar Indonesia, tetapi pola penipuan berbasis peluncuran global biasanya menular cepat ke pasar lokal. Situs tiruan kerap muncul dalam bahasa Indonesia beberapa pekan setelah produk diluncurkan di negara lain.

Pengguna smartphone di Indonesia yang menunggu perangkat lipat Apple sebaiknya memantau kanal resmi Apple Indonesia. Informasi harga dan ketersediaan dari toko pihak ketiga dengan diskon tidak wajar perlu diperlakukan sebagai sinyal bahaya.

Kampanye penipuan semacam ini biasanya berganti domain dan tampilan setelah dilaporkan. Kaspersky menyarankan verifikasi ulang setiap tautan promosi yang diterima lewat pesan singkat atau media sosial.

Terkini