Luxeed Llounge Bakal Masuk Indonesia, REEV 1.200 Km Penantang Alphard

Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:22:31 WIB
Luxeed Llounge membawa teknologi REEV dengan klaim jarak tempuh gabungan 1.200 km.

Luxeed Llounge membawa teknologi REEV dengan klaim jarak tempuh gabungan 1.200 km, kombinasi mesin 1.5 T dan dua motor listrik. MPV premium ini sudah dijajal dari Wuhu ke Guangde, China, dan kabarnya bakal masuk Indonesia dengan sejumlah penyempurnaan. Harganya belum diumumkan, tapi posisinya jelas mengarah ke segmen Toyota Alphard.

Luxeed menyiapkan Llounge sebagai salah satu model pertama yang bakal dipasarkan di Indonesia. Di China, mobil ini lebih dikenal sebagai V9. Tim kami sempat melihat langsung dan menjajalnya dari Wuhu ke Guangde, China. Kabarnya, unit yang bakal dijual di Indonesia akan mengalami sejumlah penyempurnaan dan ubahan minor.

Dimensi dan Platform: Lebih Besar dari Alphard

Llounge dibangun di atas platform modular terbaru Chery. Panjangnya 5.359 mm, lebar 2.009 mm, tinggi 1.879 mm, dengan jarak sumbu roda 3.250 mm. Angka itu menempatkannya di kelas MPV premium besar, bukan sekadar pesaing Alphard dari sisi harga.

Platform modular ini juga jadi basis teknologi kelistrikan yang dipakai Llounge, termasuk sistem 800 volt untuk mendukung pengisian daya cepat.

Teknologi REEV: Listrik Dulu, Bensin Jadi Cadangan

Llounge mengusung REEV (Range Extended Electric Vehicle). Di balik bonetnya ada mesin 1.5 T yang dipasangkan dengan dua motor listrik. Baterai LFP dari CATL tersedia dalam dua kapasitas: 37,017 kWh dan 53,352 kWh. Tenaga gabungannya mencapai 154 daya kuda.

Dengan tenaga listrik penuh, jarak tempuhnya tercatat 158 km, 223 km, dan 210 km tergantung varian. Kalau digabung dengan mesin bensin, jarak tempuhnya bisa tembus 1.200 km. Kombinasi ini yang jadi nilai jual utama Llounge di pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.

Kabinnnya Dirancang untuk Kelas Eksekutif

Konfigurasi joknya 2+2+3. Ada dua kursi zero-gravity yang dilengkapi sandaran kaki dan bisa berputar 180 derajat. Fitur lain yang tersemat: lemari es, airbag berbentuk helm, dan enam layar yang tersebar di area kabin.

Posisi layar mencakup tiga di dasbor, satu di area sentral dekat kemudi, satu layar besar yang dirancang menggantung, dan satu lagi yang bisa difungsikan sebagai remot. Kombinasi ini lebih agresif dibanding Alphard yang masih mengandalkan tata letak konservatif.

Sistem Bantuan Mengemudi Andalkan LIDAR

Llounge memakai Advanced Driving System dari Huawei yang mengandalkan sensor LIDAR. Sistem 800 volt juga disiapkan untuk mendukung pengisian daya cepat. Dua kombinasi ini menempatkan Llounge di wilayah teknologi yang belum banyak disentuh MPV premium Jepang di segmen yang sama.

Sinyal Masuk Indonesia Sudah Terdaftar

Kehadiran Llounge di Indonesia tersiar lewat berita resmi desain industri di laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Desain yang terdaftar diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, dengan pemegang desain tertulis Anhui Luxeed New Technology Co. Ltd dan Chery Automobile Co., Ltd.

"Fascia depan kendaraan menampilkan permukaan atas yang mulus dan terintegrasi, dengan garis lampu memanjang yang menghubungkan kluster lampu utama di kedua sisi sehingga menciptakan efek visual selebar kendaraan. Bagian bawah bumper depan dilengkapi dengan bukaan udara yang lebar dengan pola kisi berupa lubang persegi panjang," demikian keterangan pada laman tersebut.

Dari desainnya, memang amat menyerupai Llounge atau V9 yang sudah lebih dulu dijual di China.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu

Sejumlah hal belum jelas. Harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan, begitu pula varian baterai mana yang bakal dibawa masuk. Klaim 1.200 km juga perlu diuji di kondisi jalan Indonesia, bukan sekadar angka kombinasi pabrikan.

Soal layanan purnajual, jaringan Chery di Indonesia sudah ada, tapi Luxeed sebagai merek terpisah butuh kejelasan soal dukungan servis dan ketersediaan suku cadang. Untuk MPV premium, faktor ini sering lebih menentukan daripada spesifikasi di atas kertas.

  • Kelebihan: jarak tempuh gabungan 1.200 km, sistem 800 volt, LIDAR dari Huawei, kursi zero-gravity yang bisa berputar
  • Catatan: harga belum diumumkan, jaringan servis Luxeed belum jelas, klaim jarak tempuh perlu verifikasi di jalan Indonesia

Llounge menarik justru karena tidak bermain di wilayah yang sama dengan Alphard. REEV memberi jalan tengah bagi pengguna yang belum siap sepenuhnya ke EV murni. Tapi tanpa harga dan kejelasan layanan purnajual, sulit menilai apakah mobil ini benar-benar layak ditunggu atau sekadar ramai di berita pendaftaran desain.

Terkini