Surface Laptop Ultra Pakai Chip Nvidia N1X, Mulai Dijual 16 Oktober 2026

Ahad, 18 Oktober 2026 | 12:23:01 WIB
Surface Laptop Ultra menjadi perangkat Surface pertama Microsoft yang menggunakan chip Nvidia N1X.

Microsoft Surface Laptop Ultra menjadi perangkat pertama Microsoft yang mengandalkan chip Nvidia, lewat platform RTX Spark dengan prosesor N1X dan grafis RTX Blackwell. CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pengembangannya memakan waktu empat tahun dan menyiapkan memori terpadu hingga 128 GB. Laptop ini menyasar pengembang, ilmuwan, dan spesialis AI yang menjalankan model secara lokal.

Pengembangan Surface Laptop Ultra menelan empat tahun dan ribuan tahun-jam rekayasa sebelum Microsoft resmi memperkenalkannya pada September 2026. Jensen Huang membeberkan proses di balik perangkat tersebut saat berbicara di sebuah acara pengembang di London.

Perangkat ini menandai kali pertama Microsoft memakai chip Nvidia di lini Surface. Nvidia menyebutnya sebagai awal dari lini PC baru, bukan sekadar pembaruan model tahunan.

Spesifikasi Utama Surface Laptop Ultra

  • Prosesor: Nvidia N1X di dalam platform RTX Spark
  • Grafis: RTX Blackwell, GPU Nvidia pertama dengan shared memory
  • Memori terpadu: hingga 128 GB
  • Varian pertama: 24 GB RAM dan penyimpanan 512 GB
  • Varian kedua: 32 GB RAM dan penyimpanan 1 TB
  • Daya komputasi: 1 petaflops

Angka 1 petaflops itu setara 1.000 triliun operasi floating point per detik. Sebagai gambaran, kapasitas sebesar itu biasanya ditemukan di workstation kelas berat, bukan laptop tipis konsumen.

Fitur Unggulan: Agen AI yang Jalan di Perangkat

Gagasan di balik Surface Laptop Ultra adalah PC yang bisa menjalankan agen AI secara lokal. Huang membayangkan pengguna cukup mengirim pesan ke komputernya untuk menyelesaikan tugas, tanpa harus membawa perangkat ke mana-mana.

"Wouldn't it be awesome if you could just text your computer - you don't have to bring it with you anymore - just leave it at your desk!" kata Huang dalam sesi tersebut.

Contoh tugas yang dimaksud mencakup merender gambar dan memperbarui slide presentasi, lalu mengirimkan hasilnya ke pengguna. Karena berjalan lokal, agen itu bisa mengakses berkas di perangkat dan memakai aplikasi yang terpasang.

Nvidia merancang chipnya agar kompatibel dengan semua kerangka kerja AI dan semua model AI. Huang menegaskan perangkat harus bisa memakai "setiap alat" yang ada di PC, bukan hanya ekosistem milik Nvidia.

Harga dan Ketersediaan

Surface Laptop Ultra dijadwalkan mulai dijual 16 Oktober 2026. Belum ada informasi harga resmi untuk pasar Indonesia maupun global dalam pengumuman ini, begitu pula konfirmasi kanal penjualan lokal.

Dua varian yang disebut adalah konfigurasi 24 GB/512 GB dan 32 GB/1 TB. Nvidia menyebut memori terpadu bisa mencapai 128 GB, angka yang relevan untuk menjalankan model AI berukuran besar di perangkat.

Posisi di Antara Jenis PC

Huang membagi pasar PC ke dalam tiga kategori: PC biasa untuk mengetik, PC gaming Nvidia dengan GeForce, dan workstation Nvidia untuk aplikasi berat. Surface Laptop Ultra ditempatkan sebagai mesin yang bisa menjalankan semuanya sekaligus.

Pendekatan itu menjelaskan mengapa Nvidia memilih shared memory untuk GPU-nya. Model AI yang makin besar butuh akses memori lebih luas, dan arsitektur lama dianggap tidak lagi memadai.

"This computer is going to be incredible - it took us four years to build it," ujar Huang, seraya menyebut proyek itu sebagai "work of love" dengan ribuan tahun-jam rekayasa di dalamnya.

Siapa yang Cocok Memakainya

Target pengguna Surface Laptop Ultra cukup spesifik: kreator, spesialis AI, insinyur, ilmuwan, dan pengembang yang menjalankan aplikasi berat. Pengguna kantoran yang hanya butuh Office dan browser jelas berlebihan memakai mesin ini.

Bagi pasar Indonesia, daya tarik utamanya ada pada kemampuan menjalankan model AI tanpa bergantung penuh ke cloud. Namun harga, jaringan distribusi, dan dukungan purnajual masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Terkini