Kenapa Mesin dengan Cylinder Deactivation Lebih Rawan Masalah Mekanis

Ahad, 18 Oktober 2026 | 10:05:05 WIB
Mesin dengan teknologi cylinder deactivation mematikan sebagian silinder saat beban ringan untuk menghemat bahan bakar.

Teknologi cylinder deactivation sudah berusia lebih dari empat dekade sejak diperkenalkan Cadillac pada 1981, tapi sampai kini masih jadi solusi hemat bahan bakar yang kontroversial. Sistem yang mematikan sebagian silinder saat beban ringan memang menekan konsumsi BBM, namun menambah kompleksitas mekanis dan elektronik yang berpotensi jadi titik gagal baru. Sejumlah pabrikan bahkan pernah menarik ratusan ribu unit akibat masalah pada sistem ini.

Pabrikan memilih dua jalan untuk membuat mesin bensin lebih efisien: menambah motor listrik dan baterai tegangan tinggi menjadi hybrid, atau memakai cylinder deactivation. Cara kedua bekerja dengan mematikan sebagian silinder ketika mesin tidak butuh tenaga penuh. Hasilnya konsumsi bahan bakar turun, emisi karbon dioksida ikut berkurang.

Sistem ini umum dijumpai pada mesin berkapasitas besar, seperti EcoTec V8 5.3 liter milik Chevrolet. Beberapa mesin empat silinder juga memakainya, antara lain TSI Evo 2 1.5 liter dari Volkswagen dan Skyactiv-G 2.5 liter dari Mazda.

Cara Kerja Pemutusan Silinder saat Beban Ringan

Saat mesin bekerja di bawah beban ringan, tidak semua silinder diperlukan untuk memutar roda. Unit kontrol mesin kemudian memutus pengapian dan suplai bahan bakar pada silinder terpilih, sambil menahan katup masuk dan buang tetap tertutup. Piston masih bergerak, tetapi gas yang terperangkap mengurangi energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya.

Banyak sistem cylinder deactivation mengandalkan lifter atau mekanisme rocker arm yang dikendalikan tekanan oli hidraulik. Solenoid pengatur oli mengarahkan pelumas bertekanan ke komponen tersebut, sementara unit kontrol mesin mengelola perpindahan antar mode. Begitu pengemudi menekan gas atau menghadapi tanjakan, silinder diaktifkan kembali untuk memulihkan tenaga.

Sejarah Panjang Sejak Cadillac V8-6-4 1981

Teknologi ini bukan barang baru. Cadillac memperkenalkannya lewat sistem V8-6-4 pada model year 1981, yang memungkinkan mesin V8 bekerja dengan delapan, enam, atau empat silinder. Sistem awal itu tersendat dan perpindahan tenaganya kasar karena teknologi kontrol mesin saat itu belum sanggup mengelola transisi dengan mulus.

Meski begitu, pengujian Environmental Protection Agency pada 1981 mencatat peningkatan efisiensi bahan bakar 3% hingga 20% pada mesin delapan silinder. Elektronik modern membuat peralihan mode jauh lebih halus, tetapi perangkat tambahannya tetap menciptakan titik kegagalan baru. Efisiensi juga cenderung terbatas di lalu lintas berhenti-jalan atau saat akselerasi sering memaksa semua silinder aktif.

Konsumsi Oli Berlebih hingga Lifter Gagal

Salah satu keluhan yang paling sering dikaitkan dengan mesin bercylinder deactivation adalah konsumsi oli berlebihan. Pada sejumlah desain, oli bisa masuk ke ruang bakar lewat sistem ventilasi crankcase atau jalur lain. Endapan di alur ring piston juga dapat menghambat gerak ring sehingga lebih banyak oli lolos ke silinder.

Oli yang terbakar mengotori busi, memicu misfire, dan menimbulkan asap knalpot kebiruan. Gejala ini tidak selalu berasal dari cylinder deactivation, jadi

Terkini