7 Destinasi Wisata Solo 2026 untuk Liburan Keluarga dan Pencinta Budaya

Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:23:31 WIB
Solo Safari di Taman Satwa Taru Jurug menawarkan wisata edukasi satwa bagi keluarga.

Solo menyimpan jejak sejarah Jawa yang bisa ditelusuri langsung, dari Keraton Surakarta yang berdiri sejak 1744 hingga Pura Mangkunegaran yang dibangun pada 1757. Perpaduan wisata satwa dan budaya ini menjadikan Solo pilihan tepat untuk liburan bersama anak sekaligus mengenal sejarah. Jika berangkat dari Jakarta, penerbangan langsung tercepat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Adi Soemarmo memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Kota Solo atau Surakarta menawarkan perpaduan wisata sejarah, budaya, dan edukasi satwa yang jarang ditemui di kota lain. Dari keraton berusia ratusan tahun hingga taman satwa modern, semuanya bisa dijangkau dalam satu perjalanan singkat. Berikut panduan lengkap tujuh destinasi yang bisa masuk itinerary liburan keluarga Anda.

1. Solo Safari di Taman Satwa Taru Jurug

Solo Safari menempati kawasan Taman Satwa Taru Jurug dan dibuka pada 2023 dengan konsep yang lebih modern. Area interaktifnya memungkinkan anak-anak memberi makan serta menyentuh kelinci dan kambing mini secara langsung.

Selain itu, pengunjung dapat mengamati satwa langka seperti singa dan komodo dari jarak aman. Jam operasionalnya Senin–Jumat pukul 08.30–16.30 WIB, sedangkan Sabtu–Minggu dan hari libur mulai pukul 08.00–16.30 WIB. Estimasi tiket berkisar Rp45.000 hingga Rp110.000 per orang, tergantung paket rekreasi dan pertunjukan satwa harian yang dipilih.

2. Keraton Surakarta Hadiningrat

Didirikan oleh Pakubuwono II pada 1744, Keraton Surakarta menjadi pusat kebudayaan Jawa yang megah di inti Kota Solo. Lokasinya strategis, dekat Alun-Alun Lor dan Pasar Klewer, sehingga mudah dimasukkan ke rute jalan kaki.

Di dalamnya terdapat museum dengan 13 ruang pameran yang menampilkan foto-foto raja, perabot kerajaan, senjata kuno, topeng, gamelan, hingga Kereta Kencana Kyai Garuda. Pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan dan tertutup. Ikuti petunjuk pemandu karena sebagian area masih aktif digunakan untuk kediaman keluarga kerajaan dan upacara adat.

3. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran menghadirkan arsitektur istana Jawa berbasis bangunan kayu joglo yang didirikan oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa pada 1757. Kompleks ini menyimpan Perpustakaan Rekso Pustoko yang mengoleksi naskah serta literatur bersejarah.

Bagi pencinta budaya, tempat ini memberi gambaran langsung soal kehidupan istana Mangkunegaran yang masih terjaga. Informasi terkini soal jam buka dan tiket dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

4. Alun-Alun Lor dan Masjid Agung Surakarta

Alun-Alun Lor menjadi titik awal yang praktis untuk menjelajah Solo karena berada tepat di depan Keraton Surakarta. Area lapangan luas ini biasa dipakai warga untuk bersantai, bermain, dan berfoto.

Di sisi baratnya berdiri Masjid Agung Surakarta yang arsitekturnya khas perpaduan Jawa dan Islam. Datang pagi atau sore untuk menghindari panas sekaligus menikmati suasana kota yang lebih tenang.

5. Pasar Klewer

Pasar Klewer adalah pusat belanja batik legendaris yang lokasinya persis di samping Keraton Surakarta. Di sini tersedia batik tulis, batik cap, kain, hingga pakaian jadi dengan pilihan harga yang beragam.

Untuk wisata kuliner, coba jajanan tradisional di sekitar pasar seperti wedang ronde dan serabi. Waktu paling tepat berkunjung adalah pagi hingga siang saat pedagang baru buka dan suasana masih ramai.

6. Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi menyimpan koleksi batik dari berbagai era, termasuk batik keraton dan batik pengaruh Belanda, Tionghoa, serta Jepang. Tur dipandu oleh pemandu yang menjelaskan sejarah dan filosofi tiap motif.

Kunjungan ke sini cocok untuk keluarga yang ingin mengenalkan warisan budaya Indonesia kepada anak. Setelah tur, pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik dan membeli suvenir di gerai yang tersedia.

7. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan merupakan sentra batik tertua di Solo dengan rumah-rumah produksi yang masih aktif hingga kini. Pengunjung dapat melihat langsung proses membatik, dari menggambar motif hingga pewarnaan.

Suasananya lebih tenang dibanding pasar, sehingga cocok untuk wisata edukasi yang tidak terburu-buru. Beberapa rumah produksi menerima kunjungan rombongan dengan pengaturan sebelumnya.

Tips Berkunjung ke Solo

Waktu terbaik menjelajah Solo adalah pagi hari saat cuaca lebih sejuk dan tempat wisata belum padat. Kenakan pakaian sopan dan tertutup, terutama saat memasuki keraton dan masjid. Siapkan uang tunai untuk belanja di pasar dan kampung batik karena tidak semua pedagang menerima pembayaran digital.

Untuk transportasi lokal, gunakan taksi online atau becak untuk jarak dekat antardestinasi di pusat kota. Durasi ideal kunjungan ke Solo adalah dua hingga tiga hari agar semua destinasi bisa dinikmati tanpa terburu-buru.

Terkini