Sebanyak 29 persen ibu baru melaporkan mengalami keringat berlebih di malam hari setelah melahirkan, menurut penelitian University of Pittsburgh. Perubahan tubuh pascapersalinan memang kerap bikin kaget. Berikut sembilan kondisi unik yang umumnya masih wajar dialami ibu baru, lengkap dengan penjelasannya.
Setelah melahirkan, tubuh ibu tidak langsung kembali seperti sebelum hamil. Perubahan hormon, ukuran rahim, produksi ASI, hingga kondisi emosional membuat masa nifas penuh kejutan kecil yang kadang bikin cemas.
Sebagian besar keluhan berikut sebenarnya normal dan akan membaik seiring waktu. Kenali batasnya supaya ibu baru tidak panik berlebihan, tapi tetap waspada bila ada tanda bahaya.
1. Berkeringat Lebih Banyak, Terutama Malam Hari
Ibu mungkin merasa tubuh lebih mudah berkeringat setelah melahirkan, terutama saat tidur malam. Penelitian University of Pittsburgh yang diterbitkan jurnal Fertility and Sterility pada 2013 menemukan 29 persen dari 429 perempuan melaporkan nighttime hot flashes setelah persalinan.
Studi lain terhadap 436 ibu baru yang dimuat Journal of Family Practice juga mencatat peningkatan keringat sebagai keluhan umum di bulan pertama postpartum. Perubahan hormon dan adaptasi tubuh berperan dalam pengaturan suhu ini.
Pakai pakaian yang menyerap keringat, jaga kamar tetap sejuk, dan ganti seprai bila basah. Tapi bila keringat berlebih disertai demam, menggigil, atau nyeri, segera periksakan diri untuk memastikan tidak ada infeksi.
2. Rambut Rontok Banyak
Rambut yang tertinggal di sisir, bantal, atau saluran kamar mandi bisa meningkat setelah melahirkan. Kondisi ini dikenal sebagai postpartum telogen effluvium.
J.H. Eastham dalam penelitian di Annals of Pharmacotherapy menjelaskan kerontokan ini bersifat difus dan biasanya mulai terjadi sekitar 2–5 bulan setelah persalinan. Studi di International Journal of Women's Dermatology pada 2024 terhadap 200 perempuan menemukan 56 persen peserta mengalami telogen effluvium disertai androgenetic alopecia, sedangkan 28 persen mengalami tiga jenis kerontokan sekaligus.
Konsultasikan ke dokter kulit bila kerontokan sangat berat, berlangsung lama, atau menyebabkan penipisan rambut yang jelas terlihat.
3. Bau Badan Lebih Tajam
Perubahan bau badan juga bisa muncul setelah melahirkan. Aroma keringat terasa lebih kuat dibanding sebelum hamil karena produksi keringat meningkat dan terjadi perubahan fisiologis tubuh.
Studi terhadap 436 ibu baru mencatat increased sweating sebagai salah satu masalah fisik yang lebih sering ditemukan pada bulan pertama pascapersalinan. Mandi rutin, pakai pakaian katun, dan jaga area lipatan tetap kering membantu mengurangi keluhan ini.
4. Perut Masih Terlihat Seperti Hamil
Rahim butuh waktu untuk menyusut kembali ke ukuran semula. Otot perut yang meregang selama sembilan bulan juga perlu pemulihan bertahap.
Jangan terburu-buru memakai korset ketat atau memaksakan olahraga berat. Fokus dulu pada pemulihan dasar, lalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai latihan pengencangan perut.
5. Kram Seperti Menstruasi, Terutama Saat Menyusui
Saat menyusui, tubuh melepaskan oksitosin yang memicu kontraksi rahim. Sensasi ini sering terasa seperti kram haid dan justru tanda rahim sedang mengecil kembali.
Kram biasanya mereda dalam beberapa hari hingga minggu. Bila nyeri sangat hebat, disertai perdarahan banyak, atau demam, segera hubungi tenaga kesehatan.
6. Darah Nifas Keluar Beberapa Minggu
Lochia atau darah nifas adalah proses normal pembersihan rahim setelah persalinan. Warna dan jumlahnya berubah seiring waktu, dari merah terang menjadi kecokelatan lalu kekuningan.
Gunakan pembalut yang sesuai dan ganti secara rutin. Waspadai bila darah kembali berwarna merah terang dalam jumlah banyak, keluar gumpalan besar, atau berbau menyengat.
7. Sulit Menahan Pipis Saat Batuk atau Bersin
Otot dasar panggul yang meregang selama kehamilan dan persalinan bisa melemah. Akibatnya, urine bisa bocor saat batuk, bersin, atau tertawa.
Latihan Kegel secara rutin membantu memperkuat otot panggul. Bila keluhan berlanjut atau mengganggu aktivitas, fisioterapi panggul bisa jadi pilihan yang tepat.
8. Payudara Terasa Penuh, Keras, dan Berat
Produksi ASI yang melimpah sering membuat payudara terasa penuh dan keras, terutama di hari-hari awal menyusui. Kondisi ini disebut engorgement dan umumnya membaik setelah pola menyusui teratur.
Susui bayi sesering mungkin, kompres hangat sebelum menyusui, dan kompres dingin setelahnya. Bila disertai demam atau area payudara memerah dan nyeri hebat, waspadai mastitis dan segera periksa.
9. Mood Berubah-ubah dan Mudah Menangis
Fluktuasi hormon setelah melahirkan bisa membuat suasana hati naik-turun. Baby blues umumnya muncul beberapa hari setelah persalinan dan mereda dalam dua minggu.
Istirahat cukup, ceritakan perasaan pada pasangan atau orang terdekat, dan jangan ragu minta bantuan. Bila sedih berkepanjangan, kehilangan minat, atau muncul pikiran menyakiti diri, segera cari bantuan profesional.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Meski sebagian besar kondisi di atas wajar, ada tanda yang tidak boleh diabaikan. Segera ke dokter bila mengalami demam tinggi, perdarahan hebat, nyeri payudara disertai kemerahan, kram perut tak tertahankan, atau perubahan mood yang mengganggu fungsi sehari-hari.
Mengenali tanda bahaya sejak dini membantu ibu baru mendapatkan penanganan tepat waktu. Tubuh sedang bekerja keras memulihkan diri, jadi beri ruang untuk proses itu berjalan alami.