Hutama Karya Kenalkan Teknologi AI Pendeteksi Jalan Rusak, Dorong Pengelolaan Tol Lebih Modern

Jumat, 09 Oktober 2026 | 15:31:05 WIB
Peserta Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 berfoto bersama dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan HPJI pada 5–8 Oktober 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – PT Hutama Karya (Persero) terus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol. Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi kerusakan jalan secara otomatis.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui anak usahanya, PT Hakaaston (HKA), dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 5–8 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) itu, Hutama Karya juga memperkenalkan sejumlah teknologi pemeliharaan jalan tol serta memaparkan hasil penelitian mengenai infrastruktur berkelanjutan.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah HKA Si Patrol. Sistem ini menggunakan kamera pada kendaraan patroli yang dilengkapi kecerdasan buatan untuk mengenali berbagai kerusakan permukaan jalan.

Mulai dari lubang, retakan, kerusakan aspal, permukaan jalan bergelombang hingga marka jalan yang mulai memudar dapat dideteksi melalui teknologi tersebut.

Setiap kerusakan yang ditemukan akan tercatat lengkap dengan foto, titik koordinat dan tingkat keparahannya. Informasi tersebut kemudian terhubung dengan sistem pengelolaan operasional jalan tol.

Dengan cara ini, petugas dapat mengetahui lokasi kerusakan secara lebih cepat sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan.

Direktur Utama HKA, M. Rozi Rinjayadi, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemeliharaan jalan tol.

"Integrasi data operasional, deteksi dini kerusakan, dan pengendalian mutu material membantu kami menjaga keandalan jalan serta menentukan penanganan secara lebih tepat," ujar Rozi dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Selain HKA Si Patrol, perusahaan memperkenalkan Toll Road Operation and Maintenance System (TROMS). Sistem ini mengintegrasikan berbagai kegiatan operasional jalan tol, mulai dari transaksi gerbang tol, pengaturan lalu lintas, patroli hingga penanganan gangguan.

HKA juga menghadirkan Live Asphalt Mixing Plant System (LAMPS), teknologi yang membantu menjaga kualitas dan konsistensi produksi campuran aspal untuk pekerjaan perbaikan jalan.

Inovasi lainnya adalah Mahardihka Barrier, pembatas jalan berbahan baja yang dirancang dapat dipindahkan tanpa menggunakan alat berat khusus.

Teknologi ini dikembangkan dengan konsep From Highway to Runway, yang memungkinkan pembatas tengah jalan tol dipindahkan sehingga kedua jalur dapat disatukan untuk kebutuhan landasan pacu darurat.

Berdasarkan metode relokasi yang dikaji, sebanyak 516 modul pembatas sepanjang 3.096 meter diperkirakan dapat dipindahkan dalam waktu sekitar 350 menit.

Meski demikian, inovasi tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut karena belum menjalani uji tabrak fisik dan sertifikasi keselamatan MASH 2016.

Soroti Jalur Perlintasan Gajah di Tol Pekanbaru–Dumai

Tidak hanya memperkenalkan teknologi, Hutama Karya bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) juga menyampaikan dua hasil penelitian dalam konferensi tersebut.

Salah satu penelitian membahas keberadaan enam terowongan perlintasan bawah atau underpass gajah di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai, Riau.

Penelitian tersebut mengevaluasi penerapan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam penyediaan jalur migrasi gajah.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan aspek lingkungan dan tata kelola sudah lebih maju dibandingkan aspek sosial.

Namun, masih diperlukan peningkatan dalam pemantauan, pelaporan dan pelibatan masyarakat untuk memastikan jalur tersebut berfungsi secara optimal.

Penelitian itu juga merekomendasikan perbaikan drainase, pengayaan sumber pakan serta pelaporan yang lebih transparan untuk mendukung keberlanjutan koridor perlintasan gajah.

Sementara itu, penelitian lainnya membahas pemanfaatan teknologi pemindaian laser untuk membuat model tiga dimensi Jembatan Sei Wampu di ruas Tol Binjai–Pangkalan Brandan.

Teknologi tersebut memungkinkan kondisi aktual jembatan didokumentasikan secara lebih detail sehingga dapat membantu perencanaan pemeliharaan berdasarkan data.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat penyimpangan ukuran sekitar 5–10 milimeter dan masih berada dalam batas toleransi kajian.

Permudah Perjalanan Pengguna Jalan Tol

Pada kesempatan yang sama, Hutama Karya turut memperkenalkan Mozy, aplikasi digital yang dirancang untuk membantu pengguna jalan tol selama perjalanan.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses informasi tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area, SPBU hingga stasiun pengisian kendaraan listrik.

Mozy juga dilengkapi fitur perencanaan perjalanan, pengingat waktu istirahat, resi digital hingga tombol SOS untuk mengakses bantuan dalam kondisi darurat.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga bagaimana manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

"Bagi Hutama Karya, membangun infrastruktur juga berarti memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat sepanjang masa layanan," katanya.

Menurut Iwan, teknologi dan inovasi perlu terus dikembangkan agar pengelolaan jalan semakin baik, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.

Melalui KRTJ ke-16 yang mengangkat tema ketahanan infrastruktur jalan dan jembatan terhadap bencana serta perubahan iklim, Hutama Karya juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah, akademisi dan pelaku industri.

Iwan berharap hasil penelitian dan pengembangan teknologi tersebut dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kami ingin konektivitas yang dibangun membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, mulai dari akses ke pusat kegiatan ekonomi hingga peluang usaha di daerah," tutup Iwan. (Dep)

Tags

Terkini