Kabut Asap Pekanbaru, 3 Pesawat Sempat Berputar sebelum Mendarat di SSK II

Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:48:40 WIB

PEKANBARU – Kabut asap kembali mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Kamis (8/10/2026) pagi. Jarak pandang yang sempat hanya sekitar 650 meter membuat tiga pesawat harus melakukan holding atau berputar di udara sebelum akhirnya berhasil mendarat.

Ketiga penerbangan tersebut adalah Citilink QG936 dan Lion Air JT292 dari Jakarta serta Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur. Pada sekitar pukul 08.20 WIB, ketiganya masih terlihat berputar di wilayah udara Pekanbaru sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Namun kondisi kemudian berangsur membaik. Jarak pandang meningkat menjadi sekitar 1.000 meter, sehingga ketiga pesawat dapat mendarat secara berurutan di Bandara SSK II.

Tiga Pesawat Sempat Holding

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan kondisi jarak pandang pada pagi hari masih terbatas.

"Tadi empat pesawat sudah take off, jarak pandang 650 meter," kata Achmad.

Kondisi tersebut membuat pesawat yang datang harus menunggu hingga situasi dinilai aman untuk melakukan pendekatan dan pendaratan.

Pantauan penerbangan menunjukkan Citilink QG936, Lion Air JT292 dan Malaysia Airlines MH841 sempat melakukan holding di udara.

RiauAktual melaporkan Citilink QG936 sempat berputar sekitar 10 kali, Lion Air JT292 sekitar 14 kali, sedangkan Malaysia Airlines MH841 sekitar 10 kali sebelum mendapat kesempatan mendarat.

Citilink Mendarat Pertama Pukul 08.26 WIB

Setelah jarak pandang membaik, ketiga pesawat akhirnya mendarat dalam rentang waktu sekitar 15 menit.

Citilink QG936 menjadi pesawat pertama yang mendarat pada pukul 08.26 WIB.

Lion Air JT292 kemudian menyusul pada 08.33 WIB.

Sementara Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur berhasil menyentuh landasan Bandara SSK II pada 08.41 WIB.

Dengan demikian, seluruh penerbangan yang sebelumnya tertahan di udara akhirnya dapat mendarat dengan selamat.

Jarak Pandang Membaik Jadi 1.000 Meter

Perbaikan kondisi mulai terlihat menjelang pukul 09.00 WIB.

Pada pukul 08.44 WIB, visibility di kawasan Bandara SSK II tercatat sekitar 1.000 meter, atau meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 650 meter.

Achmad mengatakan kondisi operasional bandara terus dipantau.

"Kondisi operasional bandara terus kami pantau dan evaluasi secara berkala, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan," ujarnya.

Peningkatan jarak pandang inilah yang kemudian memungkinkan pesawat melanjutkan proses pendaratan.

Penerbangan dari Pekanbaru Tetap Berjalan

Meski sempat terjadi antrean pesawat yang hendak mendarat, penerbangan yang berangkat dari Bandara SSK II masih dapat berlangsung.

Empat penerbangan tercatat telah diberangkatkan, yakni IP329, QG937 dan IU919 tujuan Jakarta serta JT279 tujuan Yogyakarta.

Artinya, gangguan pada pagi hari lebih terasa terhadap pesawat yang akan melakukan pendaratan dibanding penerbangan yang berangkat dari Pekanbaru.

Namun setiap keputusan tetap bergantung pada kondisi aktual cuaca, jarak pandang serta pertimbangan keselamatan masing-masing penerbangan.

Sehari Sebelumnya Dua Pesawat Gagal Mendarat

Gangguan Kamis pagi terjadi setelah kondisi yang lebih berat sehari sebelumnya.

Pada Rabu (7/10/2026), jarak pandang di Bandara SSK II sempat turun menjadi sekitar 600 meter akibat kabut asap.

Saat itu Lion Air JT292 rute Jakarta-Pekanbaru memilih return to base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.44 WIB.

Sementara Citilink QG936 dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam.

Situasi pada Kamis pagi berbeda. Meski penerbangan dengan nomor yang sama kembali menghadapi visibility rendah, kondisi akhirnya membaik sehingga keduanya dapat mendarat di Pekanbaru.

Kabut Asap Masih Ganggu Aktivitas Pekanbaru

Rendahnya jarak pandang terjadi saat Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan sekolah, tetapi juga mulai memengaruhi transportasi udara.

Bagi penerbangan, visibility menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan apakah proses pendekatan dan pendaratan dapat dilakukan dengan aman.

Karena itu, pesawat dapat melakukan holding, dialihkan ke bandara lain, atau kembali ke bandara keberangkatan apabila kondisi di tujuan belum memenuhi pertimbangan keselamatan.

Pihak Bandara SSK II memastikan pemantauan terus dilakukan karena jarak pandang dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi cuaca dan kabut asap.

Untuk Kamis pagi, kondisi yang sebelumnya sempat membuat tiga pesawat berputar-putar akhirnya membaik. Seluruh pesawat berhasil mendarat sebelum pukul 09.00 WIB.

Fakta Singkat

  • Visibility awal: sekitar 650 meter
  • Visibility pukul 08.44 WIB: sekitar 1.000 meter
  • Citilink QG936: mendarat 08.26 WIB
  • Lion Air JT292: mendarat 08.33 WIB
  • Malaysia Airlines MH841: mendarat 08.41 WIB. (*)

Terkini