Hutama Karya Siapkan Tol Pekanbaru–Padang dan Jambi–Rengat, Ini Tahap Pengembangannya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:31:20 WIB

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), termasuk koridor Pekanbaru–Padang dan Jambi–Rengat.

Dua ruas tersebut masuk dalam pengembangan jaringan berikutnya yang disiapkan sesuai kesiapan proyek, pendanaan, serta skema pengusahaan.

Hingga Agustus 2026, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra telah mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer di antaranya sudah beroperasi.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan mengatakan, pembangunan JTTS tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” kata Iwan, dikutip Senin (5/10/2026).

Tol Pekanbaru–Padang Masuk Pengembangan Berikutnya

Hutama Karya menyebut pembangunan JTTS dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan pendanaan.

Penentuan koridor yang akan dibangun juga mempertimbangkan kebutuhan konektivitas serta manfaat masing-masing ruas bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Untuk pengembangan jaringan berikutnya, Hutama Karya saat ini menyiapkan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang.

Persiapan dilakukan dengan menyesuaikan tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan yang akan digunakan.

Bagi Riau, dua koridor tersebut memiliki posisi strategis.

Ruas Pekanbaru–Padang akan memperkuat konektivitas Riau dengan Sumatera Barat. Sementara ruas Jambi–Rengat akan memperkuat jalur darat yang menghubungkan wilayah Riau dengan Jambi.

Hutama Karya Siapkan Alternatif Pendanaan

Untuk mendukung keberlanjutan pembangunan JTTS, Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan.

Salah satunya melalui pembayaran berkala berbasis layanan serta skema asset recycling.

Melalui skema tersebut, nilai dari aset jalan tol yang telah beroperasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung investasi pembangunan proyek berikutnya.

Hutama Karya juga memperkuat tata kelola proyek melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko, serta peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan dipersiapkan lebih matang dan tetap selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Tol Didorong Terhubung dengan Sentra Ekonomi

Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra juga diarahkan untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Konektivitas tersebut diharapkan memperlancar distribusi barang, menekan hambatan logistik, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di Sumatra.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI sebelumnya turut menelaah tata kelola dan efektivitas pembangunan JTTS.

Penelaahan dilakukan saat kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Pekanbaru pada Jumat (2/10/2026).

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan, efektivitas pembangunan JTTS perlu diukur berdasarkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menambahkan, pembangunan jalan tol harus diikuti pengembangan potensi ekonomi di sepanjang koridor.

Menurutnya, jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi hingga simpul logistik.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

982 Kilometer Tol Trans Sumatra Sudah Beroperasi

Hingga Agustus 2026, sekitar 982 kilometer Jalan Tol Trans Sumatra telah beroperasi dari total sekitar 1.160 kilometer yang telah terbangun.

Hutama Karya menyatakan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, DPR dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga keberlanjutan pembangunan JTTS.

Kesiapan pendanaan dan perencanaan pengembangan menjadi faktor penting agar pembangunan jalan tol dapat memberikan manfaat terhadap konektivitas, pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di Sumatra.

Pengembangan ruas Pekanbaru–Padang dan Jambi–Rengat menjadi bagian dari upaya melanjutkan jaringan Tol Trans Sumatra agar semakin terhubung antardaerah. */(Dep)

Terkini