Profil Brigjen Simson Zet Ringu, Wakapolda Riau Pengganti Hengki Haryadi, Eks Dirintel Densus 88

Rabu, 30 September 2026 | 09:12:03 WIB

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Pergantian posisi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau membawa Brigjen Pol Simson Zet Ringu ke Bumi Lancang Kuning. Jenderal bintang satu tersebut resmi menggantikan Brigjen Pol Hengki Haryadi yang mendapat promosi menjadi Kapolda Papua Barat Daya.

Brigjen Simson resmi menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau setelah serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di Mapolda Riau, Sabtu (26/9/2026).

Penunjukan Simson merupakan bagian dari mutasi 424 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Divisi Humas Polri mencatat Simson sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo, sementara posisi yang ditinggalkannya kemudian dipercayakan kepada Kombes Pol Dedy Suhartono. 

Bagi Simson, Riau menjadi wilayah baru dalam perjalanan pengabdiannya. Polda Riau menyebut penugasan tersebut merupakan pengalaman pertamanya berdinas di wilayah daratan Sumatera. 

Meski baru bertugas, Simson langsung menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program yang telah berjalan di Polda Riau, termasuk konsep Green Policing yang dikembangkan Kapolda Riau.

Saat memimpin apel perdananya sebagai Wakapolda Riau, Simson mengaku memiliki alasan tersendiri merasa bangga bergabung dengan Polda Riau.

"Mengapa saya bangga menjadi bagian dari Polda Riau? Karena berbagai program unggulan daerah yang diusung oleh Polda Riau ini telah dilirik dan diangkat ke level nasional, salah satunya adalah program Green Policing," kata Simson, Senin (28/9/2026). 

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak dapat dikerjakan sendiri. Sinergi seluruh personel kepolisian dan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan yang menjadi salah satu tantangan di Riau.

Baca juga: Profil Brigjen Hengki Haryadi, Eks Wakapolda Riau Kini Jadi Kapolda Papua Barat Daya

 

Lulusan Akpol 1996

Simson Zet Ringu bukan nama baru di lingkungan Polri. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996, satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi yang saat ini menduduki jabatan strategis di kepolisian.

Sebelum menjadi pejabat utama di kepolisian daerah, perjalanan karier Simson cukup lama bersentuhan dengan bidang intelijen dan penanganan terorisme.

Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah Direktur Intelijen Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Catatan ANTARA menunjukkan Simson masih berpangkat Komisaris Besar Polisi ketika dikukuhkan menjadi Dirintel Densus 88 pada akhir 2021. Bersamaan dengan pengangkatan tersebut, ia kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi. 

Pada periode tersebut, struktur Densus 88 juga diperkuat dengan sejumlah perwira lainnya. Di antaranya Brigjen Pol Soeseno Noerhandoko sebagai Direktur Penindakan dan Brigjen Pol Herry Heryawan yang ketika itu bertugas di lingkungan Densus 88 Antiteror. 

Pengalaman di bidang intelijen dan antiteror tersebut menjadi salah satu bagian penting perjalanan karier Simson sebelum kemudian mendapat penugasan di tingkat kepolisian daerah.

Dari Densus 88 ke Gorontalo

Perjalanan Simson kemudian berlanjut ke Gorontalo. Pada Februari 2024, mutasi di tubuh Polri membawa Simson dari jabatan Direktur Intelijen Densus 88 Antiteror menjadi Wakapolda Gorontalo.

Ia menggantikan Brigjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi yang saat itu mendapat promosi menjadi Kapolda Gorontalo. Informasi pergantian tersebut tertuang dalam telegram Kapolri Nomor ST/429/II/KEP./2024 tertanggal 28 Februari 2024. 

Artinya, sebelum pindah ke Riau, Simson memiliki pengalaman sekitar dua tahun menduduki posisi orang nomor dua di Polda Gorontalo.

Selama bertugas di Gorontalo, ia terlibat dalam berbagai agenda kepolisian, mulai dari pengamanan kegiatan masyarakat, operasi lalu lintas hingga program ketahanan pangan.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2024 misalnya, Simson menyoroti masih tingginya pelanggaran lalu lintas, terutama yang melibatkan kendaraan roda dua.

"Tercatat pada pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha tahun 2023 terjadi 3.301 pelanggaran dengan bentuk pelanggaran tertinggi pada pengguna kendaraan roda dua," kata Simson dikutip dari Antaranews.com. 

Pada 2025, Simson juga ikut mendorong keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan di Gorontalo. Saat panen raya jagung, ia menekankan pentingnya kolaborasi Polri dengan petani untuk mendukung swasembada pangan. 

Kini Jadi Orang Nomor Dua di Polda Riau

Setelah lebih dari dua tahun bertugas di Gorontalo, Simson kini menghadapi karakter wilayah yang berbeda.

Riau memiliki tantangan mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, kejahatan konvensional, narkotika, persoalan lingkungan hingga kebakaran hutan dan lahan.

Simson mengatakan dirinya siap beradaptasi dan mendukung kebijakan yang sudah dijalankan Kapolda Riau.

Perhatian terhadap Green Policing menjadi salah satu hal yang langsung disampaikan pada awal masa tugasnya.

Program tersebut menempatkan persoalan lingkungan sebagai bagian dari perhatian kepolisian, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga upaya pencegahan, edukasi dan pelibatan masyarakat.

Posisi Simson sebagai Wakapolda Riau sekaligus mempertemukannya kembali dengan Irjen Pol Herry Heryawan. Keduanya sama-sama tercatat pernah menduduki jabatan strategis di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri. ANTARA mencatat pada akhir 2021 Simson menjadi Dirintel Densus 88, sedangkan Herry Heryawan berada pada jajaran direktur di satuan khusus tersebut. 

Kini keduanya berada dalam jajaran pimpinan Polda Riau, dengan Herry Heryawan sebagai Kapolda dan Simson Zet Ringu sebagai Wakapolda.

Sementara itu, pejabat yang digantikan Simson, Brigjen Pol Hengki Haryadi, melanjutkan tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Pengangkatan Hengki dan penempatan Simson sebagai Wakapolda Riau tercatat dalam mutasi Polri yang diumumkan pada 31 Agustus 2026.  (*)

Terkini